UMPPUMPP
Batik-MU : Jurnal Pengabdian MasyarakatBatik-MU : Jurnal Pengabdian MasyarakatPerempuan dengan kondisi keputihan patologis masih saja terjadi. Resiko dampak negatif yang terjadi sangat mengganggu kesehatan reproduksi perempuan. Sosialisasi mengenai kesehatan reproduksi khususnya keputihan masih harus dilakukan terus menerus walau sosialisasi melalui internet sudah ada. Sosialisasi mulai dilakukan sejak masa remaja. Kegiatan pengabdian masyarakat ini dilakukan di Sekolah Menengah Kejuruan Muhammadiyah Bligo Kabupaten Pekalongan kelas sepuluh sejumlah 120 siswi. Kegiatan dengan metode ceramah, tanya jawab, dan demonstrasi. Penjelasan pertama dimulai dengan materi anatomi dan fisiologi reproduksi perempuan bagian luar dan bagian dalam. Penjelasan mengenai keputihan di antaranya pengertian, penyebab, tanda gejala, akibat, pencegahan dan penanganan penyakit keputihan. Audiens di perlihatkan phantoom genetalia bagian luar dan dalam. Demonstrasi cara cebok yang benar serta melakukan pengeringan area kewanitaan. Media penyuluhan selain LCD, Leptop yaitu waslap, handuk kecil, tisue, pakaian dalam., pencegahan. Kegiatan berjalan kondusif, audiens aktif bertanya tidak hanya mengenai keputihan saja namun masalah menstruasi, kanker payudara, tumor rahim, serta nutrisi. Pengetahuan siswi-siswi meningkat dari pengetahuan kategori cukup (56%-75%) menjadi pengetahuan baik (76%-100%). Saran agar kegiatan penyuluhan kesehatan dilakukan secara rutin dalam meningkatkan kesehatan reproduksi remaja.
Kegiatan pengabdian masyarakat ini berhasil meningkatkan pengetahuan siswi mengenai keputihan, dengan skor pengetahuan meningkat dari cukup menjadi baik.Penyuluhan langsung melalui ceramah, demonstrasi, dan tanya jawab terbukti efektif dalam memperbaiki pemahaman remaja tentang kesehatan reproduksi.Diperlukan pengulangan rutin penyuluhan agar pengetahuan dan perilaku pencegahan tetap terjaga.
Penelitian selanjutnya dapat meneliti efektivitas penggunaan media digital interaktif, seperti aplikasi mobile, dalam meningkatkan pengetahuan dan perilaku pencegahan keputihan pada remaja putri; meneliti dampak jangka panjang dari program penyuluhan rutin terhadap tingkat kejadian keputihan patologis di sekolah-sekolah; serta mengeksplorasi peran guru dan tenaga kesehatan dalam kolaborasi multi‑stakeholder untuk memperluas jangkauan dan keberlanjutan program pendidikan kesehatan reproduksi remaja.
| File size | 377.66 KB |
| Pages | 7 |
| DMCA | Report |
Related /
UNIBAUNIBA Setelah dilakukan penelitian Di Kampung Tua Teluk Mata Ikan Kelurahan Sambau Kecamatan Nongsa Rt 03 /Rw 07 pada Bulan Maret 2024, dengan pemeriksaan kadarSetelah dilakukan penelitian Di Kampung Tua Teluk Mata Ikan Kelurahan Sambau Kecamatan Nongsa Rt 03 /Rw 07 pada Bulan Maret 2024, dengan pemeriksaan kadar
IAI TABAHIAI TABAH Model pendampingan berbasis komunitas yang diterapkan mampu menghasilkan perubahan pada aspek sikap, kompetensi, dan interaksi sosial tutor secara simultan,Model pendampingan berbasis komunitas yang diterapkan mampu menghasilkan perubahan pada aspek sikap, kompetensi, dan interaksi sosial tutor secara simultan,
IAI TABAHIAI TABAH LK3 berperan penting sebagai lembaga rujukan dalam penanganan kasus kekerasan terhadap anak, baik dalam aspek pemulihan psikologis maupun perbaikan sosialLK3 berperan penting sebagai lembaga rujukan dalam penanganan kasus kekerasan terhadap anak, baik dalam aspek pemulihan psikologis maupun perbaikan sosial
IDID Pelaksanaan kegiatan meliputi pembiasaan doa harian, praktik wudhu dan shalat, membaca Iqra, serta penanaman akhlak melalui cerita Islami dengan pendekatanPelaksanaan kegiatan meliputi pembiasaan doa harian, praktik wudhu dan shalat, membaca Iqra, serta penanaman akhlak melalui cerita Islami dengan pendekatan
IDID Kegiatan dilaksanakan di Oemah Jamur Tangerang, Kabupaten Tangerang, pada tanggal 12–14 Oktober 2025 dengan metode pelatihan berbasis demonstrasi danKegiatan dilaksanakan di Oemah Jamur Tangerang, Kabupaten Tangerang, pada tanggal 12–14 Oktober 2025 dengan metode pelatihan berbasis demonstrasi dan
IDID Oleh karena itu, diperlukan teknologi mendorong peningkatan kemampuan produksi jamur tiram putih yang berkualitas. Kegiatan pengabdian kepada masyarakatOleh karena itu, diperlukan teknologi mendorong peningkatan kemampuan produksi jamur tiram putih yang berkualitas. Kegiatan pengabdian kepada masyarakat
IKHAFIIKHAFI Keberhasilan ini menunjukkan bahwa intervensi edukasi yang relevan dan interaktif merupakan langkah awal yang krusial dalam membentuk perilaku makan sehatKeberhasilan ini menunjukkan bahwa intervensi edukasi yang relevan dan interaktif merupakan langkah awal yang krusial dalam membentuk perilaku makan sehat
UINFASBENGKULUUINFASBENGKULU Penelitian ini membuka jalan bagi implementasi program pendidikan seksual komprehensif yang melibatkan seluruh ekosistem keluarga dan sekolah. Model edukasiPenelitian ini membuka jalan bagi implementasi program pendidikan seksual komprehensif yang melibatkan seluruh ekosistem keluarga dan sekolah. Model edukasi
Useful /
UNIBAUNIBA Program ini memberikan dampak signifikan berupa peningkatan literasi gizi, pembentukan gerakan sosial gizi komunitas, dan terbentuknya sistem dukunganProgram ini memberikan dampak signifikan berupa peningkatan literasi gizi, pembentukan gerakan sosial gizi komunitas, dan terbentuknya sistem dukungan
IDID Produk yang dikembangkan meliputi odimi (dimsum ikan), brownie cookies, kue satu, banana muffin, dan tiwul pisang berbahan dasar tepung ikan dan tepungProduk yang dikembangkan meliputi odimi (dimsum ikan), brownie cookies, kue satu, banana muffin, dan tiwul pisang berbahan dasar tepung ikan dan tepung
IDID Kegiatan ini bertujuan untuk melakukan skrining gejala kesehatan terkait paparan gas karbon monoksida dan meningkatkan pengetahuan masyarakat tentang sumberKegiatan ini bertujuan untuk melakukan skrining gejala kesehatan terkait paparan gas karbon monoksida dan meningkatkan pengetahuan masyarakat tentang sumber
IDID Prevalensi stunting di Kota Pematangsiantar adalah 14,3%. Pemerintah Kota Pematangsiantar menargetkan penurunan prevalensi stunting sebesar 3,22% untukPrevalensi stunting di Kota Pematangsiantar adalah 14,3%. Pemerintah Kota Pematangsiantar menargetkan penurunan prevalensi stunting sebesar 3,22% untuk