JQWHJQWH

Journal for Quality in Women's HealthJournal for Quality in Women's Health

Latar belakang: Indeks Pembangunan Manusia (IPM) terdiri dari tiga komponen, yaitu indeks pendidikan, indeks kesehatan, dan daya beli. Jumlah pernikahan dini di Kabupaten Lumajang masih relatif tinggi. Setiap tahun banyak pasangan muda di bawah usia 17 mengajukan surat dispensasi pernikahan ke Pengadilan Agama. Data pada tahun 2021 Kabupaten Lumajang menempati peringkat kedua sebagai kota dengan kasus pernikahan anak terbanyak di Jawa Timur. Tujuan penelitian ini: menganalisis perubahan pengetahuan tentang pernikahan dini melalui penyediaan informasi melalui teman sebaya. Metode: Jenis penelitian ini adalah kuantitatif menggunakan uji-T berpasangan dan dengan metode pretest dan posttest dalam satu kelompok (desain pretest dan posttest satu kelompok). Total 210 responden yang terlibat dalam penelitian ini berasal dari kelas 10 dan 11 SMAN 1 Tempeh Lumajang. Hasil: Menunjukkan bahwa hasil uji-T berpasangan mendapatkan nilai p = 0,001 yang berarti kurang dari 0,05. Terdapat perbedaan signifikan antara hasil tingkat pengetahuan tentang pernikahan dini pada data pretest dan posttest. Kesimpulan: Kontribusi/informasi teman sebaya yang memengaruhi arah pengetahuan yang baik tentang pernikahan dini, baik yang berkaitan langsung dengan keputusan untuk menikah pada usia dini maupun dengan perilaku yang mendorong pernikahan.

Penyediaan informasi dari teman sebaya terbukti efektif dalam meningkatkan pengetahuan siswa SMAN 1 Tempeh tentang pernikahan dini.Kontribusi informasi teman sebaya memengaruhi arah pengetahuan yang baik tentang pernikahan dini, baik yang berkaitan langsung dengan keputusan menikah dini maupun perilaku yang mendorong pernikahan.Penelitian ini merekomendasikan kelanjutan kegiatan penyediaan informasi melalui teman sebaya secara berkala di sekolah-sekolah lain di wilayah kerja Puskesmas Tempeh dan seluruh Kabupaten Lumajang.

Berdasarkan hasil penelitian ini, beberapa saran penelitian lanjutan dapat dipertimbangkan. Pertama, penelitian lebih lanjut dapat dilakukan untuk menggali lebih dalam mengenai faktor-faktor spesifik yang membuat informasi dari teman sebaya lebih efektif dibandingkan sumber informasi lainnya dalam mengubah pengetahuan tentang pernikahan dini. Kedua, studi komparatif dapat dilakukan dengan membandingkan efektivitas intervensi penyediaan informasi melalui teman sebaya dengan metode penyuluhan kesehatan tradisional untuk melihat pendekatan mana yang lebih optimal dalam mengurangi angka pernikahan dini. Ketiga, penelitian kualitatif dapat dilakukan untuk memahami perspektif dan pengalaman remaja mengenai pernikahan dini, termasuk faktor-faktor sosial, budaya, dan ekonomi yang memengaruhi keputusan mereka, serta bagaimana peran teman sebaya dalam membentuk pandangan mereka. Penelitian-penelitian ini diharapkan dapat memberikan pemahaman yang lebih komprehensif mengenai isu pernikahan dini dan membantu merumuskan strategi pencegahan yang lebih efektif dan berkelanjutan.

  1. CHANGES IN KNOWLEDGE OF EARLY MARRIAGE THROUGH PEER INFORMATION | Journal for Quality in Women's... doi.org/10.30994/jqwh.v7i1.243CHANGES IN KNOWLEDGE OF EARLY MARRIAGE THROUGH PEER INFORMATION Journal for Quality in Womens doi 10 30994 jqwh v7i1 243
  2. SOCIA: Jurnal Ilmu-Ilmu Sosial. peran teman sebaya pembentukan karakter siswa mts madrasah tsanawiyah... doi.org/10.21831/socia.v14i2.17641SOCIA Jurnal Ilmu Ilmu Sosial peran teman sebaya pembentukan karakter siswa mts madrasah tsanawiyah doi 10 21831 socia v14i2 17641
  3. PENGETAHUAN REMAJA PUTRI TENTANG DAMPAK PERNIKAHAN DINI PADA KESEHATAN REPRODUKSI DI SMA BUDAYA BANDAR... doi.org/10.33024/jkm.v5i1.1338PENGETAHUAN REMAJA PUTRI TENTANG DAMPAK PERNIKAHAN DINI PADA KESEHATAN REPRODUKSI DI SMA BUDAYA BANDAR doi 10 33024 jkm v5i1 1338
Read online
File size561.25 KB
Pages7
DMCAReport

Related /

ads-block-test