UNRAMUNRAM

Jurnal PepaduJurnal Pepadu

Kegiatan pengabdian kepada masyarakat ini dilaksanakan di SMAN 5 Kota Tanjungpinang dengan tujuan memberikan pemahaman awal kepada siswa kelas 10 mengenai fenomena bullying serta dampak sosial budaya yang menyertainya. Metode kegiatan dilakukan melalui sosialisasi interaktif yang mencakup pemaparan materi, diskusi, dan sesi tanya jawab. Data diperoleh melalui observasi partisipasi siswa dan pencatatan refleksi yang muncul dari pertanyaan maupun komentar selama kegiatan. Hasil kegiatan menunjukkan bahwa sebagian besar siswa sebelumnya memandang bullying hanya sebatas tindakan fisik, namun melalui sosialisasi ini mereka mulai menyadari adanya bentuk-bentuk lain seperti kekerasan verbal dan pengucilan sosial. Beberapa siswa juga membagikan pengalaman pribadi dan menunjukkan empati terhadap korban bullying, yang mengindikasikan adanya ruang refleksi kritis terhadap fenomena tersebut. Meskipun demikian, temuan ini masih bersifat deskriptif karena didasarkan pada observasi kualitatif dan kegiatan yang hanya berlangsung sekali. Oleh sebab itu, hasil kegiatan lebih tepat dipahami sebagai langkah awal dalam membangun kesadaran kolektif siswa mengenai bahaya bullying, yang memerlukan tindak lanjut dengan evaluasi lebih sistematis untuk menilai dampak jangka panjangnya.

Kegiatan sosialisasi tentang pengaruh sosial budaya dalam menyikapi fenomena bullying di SMAN 5 Kota Tanjungpinang berhasil meningkatkan pemahaman siswa bahwa bullying tidak hanya terbatas pada kekerasan fisik, tetapi juga mencakup kekerasan verbal dan pengucilan sosial.Meskipun demikian, temuan ini memiliki keterbatasan metodologis karena pengumpulan data hanya berdasarkan observasi kualitatif tanpa instrumen kuantitatif dan dilakukan dalam satu kali pertemuan, sehingga tidak dapat menggambarkan perubahan sikap jangka panjang.Namun, kegiatan ini memberikan kontribusi penting sebagai dasar bagi intervensi berkelanjutan untuk membangun kesadaran kolektif dan budaya anti-bullying di sekolah.

Pertama, perlu dikembangkan penelitian tindakan sekolah yang melibatkan guru, siswa, dan orang tua untuk menguji efektivitas program sosialisasi berkelanjutan terhadap perubahan sikap jangka panjang siswa terhadap bullying, termasuk dalam merespons kekerasan verbal dan pengucilan sosial. Kedua, perlu dilakukan studi tentang penerapan sistem pelaporan bullying yang aman dan anonim di lingkungan sekolah menengah, untuk memahami bagaimana faktor kepercayaan, rasa aman, dan budaya sekolah memengaruhi partisipasi siswa dalam melaporkan kasus. Ketiga, diperlukan penelitian komparatif antar sekolah di wilayah perkotaan dan pedesaan untuk mengeksplorasi bagaimana nilai-nilai sosial budaya lokal memengaruhi persepsi dan normalisasi perilaku bullying, serta bagaimana pendekatan edukatif yang paling sesuai dapat dirancang berdasarkan konteks lokal tersebut. Penelitian-penelitian ini dapat saling melengkapi untuk membangun kerangka pencegahan bullying yang berbasis bukti, kontekstual, dan melibatkan seluruh ekosistem sekolah secara aktif.

  1. Upaya Edukasi Pencegahan Bullying Pada Siswa Sekolah Menengah Pertama (SMP) Swasta Mulia Hamparan Perak... doi.org/10.52622/jam.v3i1.225Upaya Edukasi Pencegahan Bullying Pada Siswa Sekolah Menengah Pertama SMP Swasta Mulia Hamparan Perak doi 10 52622 jam v3i1 225
  2. Edukasi Pencegahan dan Penanganan Bullying Berbasis Literasi Digital di Lingkungan SMA | Pengabdian Pendidikan... doi.org/10.47709/ppi.v3i02.6708Edukasi Pencegahan dan Penanganan Bullying Berbasis Literasi Digital di Lingkungan SMA Pengabdian Pendidikan doi 10 47709 ppi v3i02 6708
Read online
File size558.81 KB
Pages9
DMCAReport

Related /

ads-block-test