USUUSU

KomunikaKomunika

Penelitian ini fokus membahas mengenai perilaku oversharing dari sudut pandang studi kritis pemikiran Herbert Marcuse yaitu teori manusia satu dimensi. Metode penelitian yang dilakukan adalah studi pustaka, dengan mengumpulkan data terkait pemikiran Herbert Marcuse dan perilaku oversharing. Hasil penelitian yang didapatkan bahwa perilaku oversharing sesuai dengan ciri dari masyarakat satu dimensi yang disebutkan Herbert Marcuse yaitu bahwa; Pertama, masyarakat berada di bawah kekuasaan prinsip teknologi dengan banyaknya pilihan sosial media yang menjadi wadah untuk melakukan oversharing. Kedua, masyarakat modern menjadi irasional secara keseluruhan, dikarenakan terjadinya kesatuan antara produktivitas dan destruktivitas, perilaku oversharing secara tidak sadar menuntut untuk menghabiskan waktu dalam melakukan cek atas apa yang sudah di posting dalam sosial media.

Penelitian ini menyimpulkan bahwa perilaku oversharing mencerminkan karakteristik masyarakat satu dimensi yang dikonsepkan oleh Herbert Marcuse, di mana teknologi dan kapitalisme mengendalikan kehidupan manusia.Fenomena ini mengurangi dimensi kritis dan mengarahkan masyarakat pada tujuan tunggal, yaitu mempertahankan sistem yang ada.Untuk mengurangi dampak negatif oversharing, diperlukan kesadaran individu akan penggunaan teknologi, manajemen waktu, penggunaan media sosial yang bijak, dan peningkatan literasi digital.

Berdasarkan temuan penelitian, beberapa saran penelitian lanjutan dapat diajukan. Pertama, penelitian lebih lanjut dapat dilakukan untuk mengeksplorasi bagaimana algoritma media sosial secara spesifik memengaruhi perilaku oversharing dan dampaknya terhadap kesehatan mental pengguna. Kedua, studi komparatif dapat dilakukan untuk membandingkan tingkat dan motivasi oversharing di berbagai kelompok usia dan latar belakang sosial-budaya di Indonesia. Ketiga, penelitian kualitatif mendalam dapat dilakukan untuk memahami pengalaman subjektif individu yang terlibat dalam perilaku oversharing, termasuk alasan mereka berbagi informasi pribadi secara berlebihan dan konsekuensi yang mereka hadapi. Penelitian-penelitian ini diharapkan dapat memberikan pemahaman yang lebih komprehensif tentang fenomena oversharing dan membantu mengembangkan strategi intervensi yang efektif untuk mempromosikan penggunaan media sosial yang lebih sehat dan bertanggung jawab.

  1. Goffman's Theory as a Framework for Analysis of Self Presentation on Online Social Networks | Masaryk... doi.org/10.5817/MUJLT2019-2-5Goffmans Theory as a Framework for Analysis of Self Presentation on Online Social Networks Masaryk doi 10 5817 MUJLT2019 2 5
  2. Fenomena Influencer Sebagai Salah Satu Bentuk Cita-Cita Baru di Kalangan Generasi Zoomer | Meifitri |... ejournal.uin-suska.ac.id/index.php/komunikasiana/article/view/11772Fenomena Influencer Sebagai Salah Satu Bentuk Cita Cita Baru di Kalangan Generasi Zoomer Meifitri ejournal uin suska ac index php komunikasiana article view 11772
  3. A Tale of Four Platforms: Motivations and Uses of Facebook, Twitter, Instagram, and Snapchat Among College... journals.sagepub.com/doi/10.1177/2056305117691544A Tale of Four Platforms Motivations and Uses of Facebook Twitter Instagram and Snapchat Among College journals sagepub doi 10 1177 2056305117691544
  4. Perilaku Oversharing di Media Sosial: Ancaman atau Peluang? | Psikologika: Jurnal Pemikiran dan Penelitian... doi.org/10.20885/psikologika.vol25.iss2.art7Perilaku Oversharing di Media Sosial Ancaman atau Peluang Psikologika Jurnal Pemikiran dan Penelitian doi 10 20885 psikologika vol25 iss2 art7
Read online
File size279 KB
Pages8
DMCAReport

Related /

ads-block-test