STIKESPANTIWALUYASTIKESPANTIWALUYA

Jurnal Keperawatan MalangJurnal Keperawatan Malang

Latar belakang: Pelayanan kesehatan diberikan kepada seluruh kalangan masyarakat tanpa terkecuali, termasuk warga binaan pemasyarakatan. Namun, banyak permasalahan di luar kendali individu seperti warga binaan yang melebihi kapasitas lembaga pemasyarakatan serta kurangnya tenaga kesehatan dan perawat yang harus siap on call di luar jam dinas menjadi faktor yang memengaruhi kepuasan kerja perawat. Tujuan: Mengetahui di Lembaga Pemasyarakatan. Metode: Penelitian ini menggunakan metode kualitatif dengan pendekatan studi kasus deskriptif. Pengumpulan data dilakukan melalui wawancara, observasi, dan dokumentasi, kemudian dianalisis menggunakan model Miles dan Huberman. Keabsahan data diuji dengan triangulasi teknik melalui wawancara dengan dua perawat, observasi, dan dokumentasi. Hasil: meliputi beban kerja, motivasi kerja, lingkungan kerja dan hubungan dengan rekan kerja, serta remunerasi. Implikasi: Disarankan instansi menambah tenaga perawat sesuai rasio ideal, menempatkan dokter tetap, serta meningkatkan fasilitas kesehatan sesuai standar klinik.

Perawat di Lembaga Pemasyarakatan Kelas IIB Sumedang merasakan kepuasan kerja yang dipengaruhi oleh faktor eksternal seperti beban kerja, motivasi kerja, remunerasi, lingkungan kerja, dan hubungan dengan rekan kerja.Kepuasan tersebut muncul karena remunerasi yang sesuai, lingkungan kerja yang nyaman, rekan kerja yang mendukung, serta atasan yang baik.Faktor-faktor ini secara kolektif memenuhi kebutuhan kerja para perawat sehingga meningkatkan kepuasan mereka.

Pertama, perlu diteliti lebih dalam bagaimana pengaruh beban kerja tambahan non-medis, seperti menjadi petugas koperasi atau penggeledahan malam, terhadap stres dan kepuasan kerja perawat di lingkungan pemasyarakatan. Kedua, perlu dikaji perbandingan kepuasan kerja perawat di lembaga pemasyarakatan dengan perawat di rumah sakit, puskesmas, atau klinik untuk melihat apakah lingkungan kerja khusus seperti lapas memberikan dampak unik terhadap motivasi dan kinerja. Ketiga, penting untuk mengkaji efektivitas pemberian tunjangan, apresiasi, dan promosi jabatan dalam menjaga motivasi jangka panjang perawat di lapas, mengingat tantangan kerja yang berbeda dibandingkan dengan fasilitas kesehatan umum. Penelitian-penelitian ini dapat memberikan dasar ilmiah bagi kebijakan pengelolaan sumber daya manusia kesehatan di lingkungan hukum dan pemasyarakatan. Selain itu, hasil dari studi komparatif bisa membantu merancang sistem pelatihan dan dukungan kerja yang lebih tepat untuk perawat di lapas. Dengan memahami secara mendalam faktor-faktor yang memengaruhi kepuasan kerja, instansi terkait dapat merancang intervensi yang spesifik dan efektif. Untuk itu, perlu dilibatkan pula perawat dari berbagai wilayah dan tipe lapas agar temuan lebih representatif. Fokus pada aspek motivasi jangka panjang juga penting mengingat risiko burnout yang tinggi. Kombinasi pendekatan kualitatif dan kuantitatif dapat memberikan gambaran yang lebih utuh. Hasilnya diharapkan dapat meningkatkan kualitas pelayanan kesehatan bagi warga binaan secara berkelanjutan.

  1. Pengaruh Lingkungan Kerja, Kepuasan Kerja dan Beban Kerja Terhadap Kinerja Pegawai | Nabawi | Maneggio:... jurnal.umsu.ac.id/index.php/MANEGGIO/article/view/3667Pengaruh Lingkungan Kerja Kepuasan Kerja dan Beban Kerja Terhadap Kinerja Pegawai Nabawi Maneggio jurnal umsu ac index php MANEGGIO article view 3667
  2. Pengaruh Kepemimpinan Dan Kompensasi Terhadap Kepuasan Kerja Melalui Motivasi Kerja | harahap | Maneggio:... jurnal.umsu.ac.id/index.php/MANEGGIO/article/view/3404Pengaruh Kepemimpinan Dan Kompensasi Terhadap Kepuasan Kerja Melalui Motivasi Kerja harahap Maneggio jurnal umsu ac index php MANEGGIO article view 3404
Read online
File size183.04 KB
Pages11
DMCAReport

Related /

ads-block-test