MALAHAYATIMALAHAYATI

Jurnal Dunia KesmasJurnal Dunia Kesmas

Masalah pertumbuhan penduduk yang tinggi di Indonesia menuntut strategi pengendalian kelahiran yang lebih inklusif, termasuk peningkatan partisipasi pria dalam program Keluarga Berencana (KB). Vasektomi merupakan salah satu metode kontrasepsi jangka panjang yang aman dan efektif, namun tingkat adopsinya masih rendah. Literature review ini bertujuan untuk mengidentifikasi dan menganalisis faktor-faktor yang memengaruhi kesediaan pria menjalani vasektomi di Indonesia, dengan mengacu pada Model Ekologi Kesehatan Masyarakat. Metode yang digunakan adalah tinjauan literatur sistematis terhadap artikel berbahasa Indonesia maupun Inggris yang diterbitkan dalam rentang waktu 2019-2025. Pencarian artikel dilakukan pada database Google Scholar. Setelah dilakukan seleksi, sebanyak 12 publikasi dianalisis dengan pendekatan kuantitatif, kualitatif, dan mixed-methods. Hasil review menunjukkan bahwa partisipasi pria dalam menjalani vasektomi dipengaruhi oleh faktor pada tingkat individu (pengetahuan, sikap, persepsi), hubungan (dukungan pasangan), komunitas (stigma sosial, norma budaya), serta kebijakan (akses informasi, layanan kesehatan). Dukungan istri dan persepsi terhadap maskulinitas merupakan determinan signifikan. Temuan ini menekankan pentingnya strategi intervensi yang bersifat multilevel dan responsif gender dalam merancang program KB pria yang lebih relevan secara kontekstual.

Tinjauan literatur ini menunjukkan bahwa partisipasi pria dalam vasektomi di Indonesia masih rendah, meskipun metode ini terbukti efektif dan aman.Hambatan muncul di berbagai tingkat, yaitu tingkat individu, hubungan, komunitas, dan sosial-kebijakan.Stigma sosial dan anggapan bahwa pengendalian kelahiran adalah tanggung jawab perempuan turut memperkuat penolakan vasektomi.Oleh karena itu, diperlukan pendekatan yang mempertimbangkan berbagai faktor yang saling berkaitan untuk mendorong transformasi kebijakan dan budaya menuju kesetaraan dalam kesehatan reproduksi.

Berdasarkan temuan penelitian ini, beberapa saran penelitian lanjutan dapat diajukan. Pertama, perlu dilakukan penelitian kualitatif mendalam untuk menggali lebih lanjut pengalaman dan persepsi pria yang telah menjalani vasektomi, termasuk faktor-faktor yang memotivasi mereka dan tantangan yang dihadapi. Kedua, penelitian kuantitatif dengan desain longitudinal diperlukan untuk mengidentifikasi faktor-faktor prediktif yang secara signifikan memengaruhi kesediaan pria untuk menjalani vasektomi dalam jangka waktu tertentu. Ketiga, penelitian intervensi berbasis komunitas dapat dirancang untuk menguji efektivitas strategi edukasi dan pemberdayaan yang bertujuan untuk mengurangi stigma sosial dan meningkatkan dukungan terhadap vasektomi di kalangan pria dan masyarakat luas. Penelitian-penelitian ini diharapkan dapat memberikan informasi yang lebih komprehensif dan berbasis bukti untuk merumuskan kebijakan dan program KB pria yang lebih efektif dan inklusif di Indonesia. Dengan memahami secara mendalam faktor-faktor yang memengaruhi kesediaan pria untuk berpartisipasi dalam vasektomi, diharapkan dapat meningkatkan akses terhadap layanan kontrasepsi pria dan mencapai target program KB nasional.

Read online
File size412.55 KB
Pages14
DMCAReport

Related /

ads-block-test