POLIMDOPOLIMDO

Prosiding Seminar Nasional Produk Terapan Unggulan VokasiProsiding Seminar Nasional Produk Terapan Unggulan Vokasi

Pada masa pelaksanaan proyek konstruksi sering terjadi ketidaksesuaian antara jadwal rencana dan realisasi di lapangan yang dapat mengakibatkan pertambahan waktu pelaksanaan dan pembengkakan biaya pelaksanaan sehingga penyelesaian proyek menjadi terhambat. Maka dari itu diperlukan percepatan penyelesaian proyek, alternatif percepatan dapat berupa penambahan jam lembur, pengunaan alat yang produktif, penambahan jumlah pekerja, penggunaan material yang cepat pemasangannya dan metode konstruksi yang lebih cepat. Pelaksanaan yang mengalami keterlambatan perlu dilakukan percepatan. Analisis yang dilakukan pada penelitian ini dengan mempersingkat waktu pelaksanaan proyek dengan alternatif penambahan 3 jam kerja (lembur) pada kegiatan-kegiatan kritis yang didapat dari analisi jaringan kerja berupa CPM. Hasil yang didapatkan adalah durasi setelah percepatan yaitu 18 minggu atau 126 hari kerja atau lebih cepat 18,18% dari durasi normal yaitu 22 minggu atau 154 hari kerja, sedangkan biaya upah tenaga kerja setelah percepatan mengalami peningkatan dari biaya normal sebesar Rp. 47.750.000,00 menjadi Rp. 88.737.716,76.

Pada proyek yang ditinjau ini mengalami keterlambatan pelaksanaan akibat dari lamanya mobilisasi alat pancang dan terjadinya kerusakan pada alat tersebut sehingga pekerjaan tertunda, juga faktor cuaca yang mengakibatkan keterlambatan pelaksanaan pekerjaan.Hasil analisa jalur kritis pada pekerjaan struktur tanah dan pondasi didapat jalur pekerjaan kritis yaitu B-E-D-F-H dengan total waktu pelaksanaan 154 hari kerja.Dari hasil analisa percepatan (crashing) dengan penambahan 3 jam kerja (lembur) dari 5 pekerjaan kritis terdapat 4 pekerjaan yang dipercepat, didapatkan total upah tenaga kerja dalam kondisi normal Rp 47.000,00 dengan waktu pelaksanaan 154 hari kerja, hasil penambahan 3 jam kerja (lembur) diperoleh upah tenaga kerja Rp 88.716,76 dengan waktu pelaksanaan 126 hari kerja atau lebih cepat 18,18% dari durasi normal.Apabila waktu dipersingkat maka biaya yang dibutuhkan juga meningkat dari biaya normal.

Untuk penelitian lanjutan, dapat dilakukan analisis perbandingan antara metode percepatan dengan penambahan jam kerja (lembur) dan metode percepatan dengan penambahan tenaga kerja. Selain itu, dapat juga dilakukan studi kasus pada proyek-proyek konstruksi lainnya untuk mengetahui efektivitas metode percepatan yang digunakan. Terakhir, penelitian lanjutan dapat berfokus pada pengembangan metode percepatan yang lebih efisien dan ekonomis, dengan mempertimbangkan berbagai faktor seperti ketersediaan sumber daya, kondisi lapangan, dan faktor-faktor lainnya yang dapat mempengaruhi pelaksanaan proyek.

Read online
File size1.4 MB
Pages12
DMCAReport

Related /

ads-block-test