UINUIN
Pharmaceutical and Biomedical Sciences Journal (PBSJ)Pharmaceutical and Biomedical Sciences Journal (PBSJ)Penggunaan obat antiepilepsi memerlukan pemantauan kadar obat dalam darah karena antiepilepsi merupakan obat dengan indeks terapeutik sempit. Penelitian ini dilakukan untuk mengetahui hubungan ketepatan kadar obat antiepilepsi dalam darah terhadap outcome klinis pada pasien epilepsi di RSPAD Gatot Soebroto dengan menggunakan pendekatan farmakokinetika. Penelitian ini merupakan penelitian observasional analitik dengan studi potong lintang secara retrospektif pada pasien epilepsi yang menggunakan obat antiepilepsi periode Januari 2023 – Januari 2024 di RSPAD Gatot Soebroto Jakarta. Hasil penelitian ini memperlihatkan obat antiepilepsi terbanyak adalah asam valproat (38,55%). Dari 32 pasien yang menggunakan asam valproat, terdapat 22 penggunaan asam valproat di bawah rentang terapi (<50 mg/L), 10 penggunaan asam valproat sesuai rentang terapi (50–100 mg/L). Dari 22 penggunaan fenitoin, terdapat 4 penggunaan fenitoin dibawah rentang terapi (<10 mg/L), 17 penggunaan fenitoin sesuai rentang terapi (10–20 mg/L), dan 1 penggunaan fenitoin diatas rentang terapi (>20 mg/L). Dari 10 penggunaan karbamazepin, 1 penggunaan karbamazepin dibawah rentang terapi (<4 mg/L), dan 9 penggunaan karbamazepin sesuai dengan rentang terapi (4-12 mg/L). Dari 4 penggunaan levetiracetam, terdapat 4 penggunaan levetiracetam berada dibawah rentang terapi (12-46 mg/L), dan 1 penggunaan oxcarbazepin dibawah rentang terapi (3-35 mg/L). Pada luaran klinis dalam waktu 6 bulan terdapat 18,07% pasien mengalami kejang setelah mendapat terapi obat antiepilepsi, dan 81,93% pasien mengalami bebas kejang hingga 6 bulan. Kesimpulan pada penelitian ini adalah diperoleh p-value >0,05 yang berarti tidak terdapat hubungan outcome klinis dengan ketepatan kadar obat antiepilepsi dalam darah pasien epilepsi. Hal ini disebabkan karena adanya parameter farmakokinetika lain yang belum dapat diramalkan sehingga perlu dilakukan pemantauan kadar obat antiepilepsi secara langsung terhadap pasien untuk meningkatkan outcome klinis yang diinginkan.
Hasil penelitian menunjukkan bahwa tidak terdapat hubungan yang signifikan antara outcome klinis (kejadian kejang) dengan ketepatan kadar obat antiepilepsi dalam darah pada pasien epilepsi di RSPAD Gatot Soebroto.Hal ini mengindikasikan bahwa faktor-faktor farmakokinetika lain yang belum diperhitungkan turut memengaruhi hasil terapi.Oleh karena itu, pemantauan kadar obat antiepilepsi secara langsung pada pasien menjadi penting untuk mengoptimalkan hasil klinis yang diharapkan.
Berdasarkan hasil penelitian, terdapat beberapa saran penelitian lanjutan yang dapat dikembangkan. Pertama, penelitian lebih lanjut dapat dilakukan untuk mengidentifikasi parameter farmakokinetika lain yang memengaruhi outcome klinis pada pasien epilepsi, seperti variasi genetik yang memengaruhi metabolisme obat. Kedua, penelitian dapat difokuskan pada pengembangan model prediktif yang lebih akurat untuk memprediksi kadar obat dalam darah berdasarkan karakteristik pasien dan regimen terapi. Ketiga, penelitian perlu mengeksplorasi efektivitas pendekatan personalisasi terapi antiepilepsi berdasarkan profil farmakogenetik pasien, dengan tujuan untuk mengoptimalkan dosis dan pemilihan obat untuk mencapai kontrol kejang yang lebih baik dan meminimalkan efek samping.
- HUBUNGAN MEDIA PEMBELAJARAN DAN MINAT TERHADAP MOTIVASI MAHASISWI TINGKAT IIIKEBIDANAN WIDYA KARSA JAYAKARTA... jurnal.unived.ac.id/index.php/JM/article/view/766HUBUNGAN MEDIA PEMBELAJARAN DAN MINAT TERHADAP MOTIVASI MAHASISWI TINGKAT IIIKEBIDANAN WIDYA KARSA JAYAKARTA jurnal unived ac index php JM article view 766
- Penggunaan Asam Valproat pada Pasien Epilepsi di Poliklinik Saraf Rumah Sakit Tingkat III Brawijaya Surabaya... doi.org/10.55175/cdk.v49i3.203Penggunaan Asam Valproat pada Pasien Epilepsi di Poliklinik Saraf Rumah Sakit Tingkat III Brawijaya Surabaya doi 10 55175 cdk v49i3 203
- Hubungan Usia Onset dengan Fungsi Kognitif Pasien Epilepsi di RSUD dr. Soedarso Kota Pontianak, Indonesia... cdkjournal.com/index.php/cdk/article/view/313Hubungan Usia Onset dengan Fungsi Kognitif Pasien Epilepsi di RSUD dr Soedarso Kota Pontianak Indonesia cdkjournal index php cdk article view 313
- KAJIAN INTERAKSI OBAT BERDASARKAN KATEGORI SIGNIFIKANSI KLINIS TERHADAP POLA PERESEPAN PASIEN RAWAT JALAN... online-journal.unja.ac.id/e-sehad/article/view/10759KAJIAN INTERAKSI OBAT BERDASARKAN KATEGORI SIGNIFIKANSI KLINIS TERHADAP POLA PERESEPAN PASIEN RAWAT JALAN online journal unja ac e sehad article view 10759
| File size | 381.67 KB |
| Pages | 12 |
| DMCA | Report |
Related /
UINUIN Penelitian ini menunjukkan bahwa ekstrak kulit buah matoa (Pometia pinnata) dapat dimanfaatkan sebagai sumber potensial untuk dikembangkan menjadi bahanPenelitian ini menunjukkan bahwa ekstrak kulit buah matoa (Pometia pinnata) dapat dimanfaatkan sebagai sumber potensial untuk dikembangkan menjadi bahan
UINUIN Aktivitas antioksidan diukur dengan metode DPPH; nilai IC₅₀ dari masker F3 mencapai 28,31 ppm, menunjukkan potensi antioksidan kuat. Variasi konsentrasiAktivitas antioksidan diukur dengan metode DPPH; nilai IC₅₀ dari masker F3 mencapai 28,31 ppm, menunjukkan potensi antioksidan kuat. Variasi konsentrasi
UINUIN Sampel A, B, dan C memiliki kandungan hidrokuinon yang melebihi batas maksimum yang diizinkan, sementara sampel E mengandung niacinamide dalam jumlah yangSampel A, B, dan C memiliki kandungan hidrokuinon yang melebihi batas maksimum yang diizinkan, sementara sampel E mengandung niacinamide dalam jumlah yang
UINUIN Tingkat pengetahuan dan perilaku dinilai menggunakan kuesioner. Penelitian ini melibatkan total 222 responden (usia 18-59 tahun) yang menggunakan obatTingkat pengetahuan dan perilaku dinilai menggunakan kuesioner. Penelitian ini melibatkan total 222 responden (usia 18-59 tahun) yang menggunakan obat
UINUIN Evaluasi dilakukan dengan metodologi WHO ATC/DDD bersamaan dengan analisis DU90% menggunakan desain cross‑sectional deskriptif. Data diambil secara retrospektifEvaluasi dilakukan dengan metodologi WHO ATC/DDD bersamaan dengan analisis DU90% menggunakan desain cross‑sectional deskriptif. Data diambil secara retrospektif
STIKES YRSDSSTIKES YRSDS Analisis regresi linier berganda menunjukkan bahwa komponen biaya medis dan non‑medis seperti prosedur, perawatan, penunjang, akomodasi, laboratorium,Analisis regresi linier berganda menunjukkan bahwa komponen biaya medis dan non‑medis seperti prosedur, perawatan, penunjang, akomodasi, laboratorium,
BKUBKU Setelah dilalukan implementasi head up 30° position selama 4 hari didapatkan perubahan pada nilai saturasi oksigen dari 93% menjadi 98% dan nilai GCSSetelah dilalukan implementasi head up 30° position selama 4 hari didapatkan perubahan pada nilai saturasi oksigen dari 93% menjadi 98% dan nilai GCS
STIKES ISFISTIKES ISFI Penelitian ini merupakan penelitian observasional yang disajikan data secara kuantitatif deskriptif dengan pengambilan data secara retrospektif. SampelPenelitian ini merupakan penelitian observasional yang disajikan data secara kuantitatif deskriptif dengan pengambilan data secara retrospektif. Sampel
Useful /
ARDENJAYAARDENJAYA Temuan fitur-fitur gamifikasi multimoda Memrise—menggabungkan pengulangan, visual, dan audio—memfasilitasi pemerolehan kosakata dan keterlibatan pembelajarTemuan fitur-fitur gamifikasi multimoda Memrise—menggabungkan pengulangan, visual, dan audio—memfasilitasi pemerolehan kosakata dan keterlibatan pembelajar
BKUBKU Kesiapan pelatihan toilet pada anak usia toddler di Desa Cibokor, Kecamatan Cibeber, Kabupaten Cianjur. Dalam penelitian ini, terdapat sebanyak 32 anakKesiapan pelatihan toilet pada anak usia toddler di Desa Cibokor, Kecamatan Cibeber, Kabupaten Cianjur. Dalam penelitian ini, terdapat sebanyak 32 anak
BKUBKU Teknik pengambilan sampelnya adalah cluster random sampling. Analisis data menggunakan Chi-square. Hasil analisis menunjukkan bahwa ada hubungan gaya hidupTeknik pengambilan sampelnya adalah cluster random sampling. Analisis data menggunakan Chi-square. Hasil analisis menunjukkan bahwa ada hubungan gaya hidup
UINUIN This study presents an approach to enhancing agarwood yield through fermentation pretreatment using Fusarium sp. for 1 to 4 weeks. Following this, we conductThis study presents an approach to enhancing agarwood yield through fermentation pretreatment using Fusarium sp. for 1 to 4 weeks. Following this, we conduct