UINUIN

Pharmaceutical and Biomedical Sciences Journal (PBSJ)Pharmaceutical and Biomedical Sciences Journal (PBSJ)

Studi deskriptif (n = 39) menyelidiki manajemen diri (DSMQ) dan profil temperamen pada karyawan universitas berisiko pradiabetes. Subskala DSMQ (manajemen glukosa, kontrol diet, aktivitas fisik, penggunaan layanan kesehatan) beserta kategori 75‑g OGTT (IFG/IGT) dinilai dengan definisi standar ADA. Mayoritas memiliki skor DSMQ rendah (79,5%), dengan kontrol diet dan aktivitas fisik sebagai domain terlemah. Overweight/obesitas sangat tinggi (BMI ≥ 23 kg/m²; 85%), dan pemeriksaan berkala jarang dilakukan. BMI berkorelasi dengan pradiabetes (r = 0,436; p = 0,005) dan hipertensi (r = 0,466; p = 0,003). Temperamen dominan berasosiasi dengan glukosa plasma 2 jam pada OGTT (ρ = 0,321; p = 0,045), sedangkan temperamen subdominan tidak signifikan (ρ = 0,285; p = 0,071). Struktur DSMQ (16 butir; item dibalik; sum scale) diperjelas dan istilah IFG/IGT/75‑g OGTT diseragamkan sesuai ADA 2025. Temuan menegaskan perlunya program multikomponen di tempat kerja yang mengintegrasikan edukasi gizi, aktivitas fisik terstruktur, pengelolaan berat badan, dan konseling berbasis temperamen. Keterbatasan meliputi desain deskriptif (n = 39), purposive sampling, potensi confounding, dan sifat non‑kausal dari korelasi. Pada konteks layanan yang rendah, skrining pragmatis dan tindak lanjut rutin disertai strategi perubahan perilaku yang dipersonalisasi dapat membantu mencegah progresi ke diabetes tipe 2.

Intervensi berbasis temperamen, pengendalian berat badan, edukasi gizi, dan aktivitas fisik diperlukan untuk mencegah progresi pradiabetes di tempat kerja.Penguatan pemantauan glukosa dan pemeriksaan berkala perlu diintegrasikan dalam program institusional.IFG/IGT/75‑g OGTT) mendukung implementasi, serta diperlukan riset longitudinal untuk memastikan dampak kausal intervensi.

Pertama, perlu dikaji apakah intervensi berbasis temperamen klasik Ibnu Sina mampu meningkatkan kepatuhan terhadap kontrol diet pada karyawan dengan tipe sanguinis dibandingkan pendekatan umum, mengingat temuan dominasi tipe ini dan kelemahan dalam pengaturan makan. Kedua, penting untuk mengevaluasi efektivitas program aktivitas fisik yang disesuaikan dengan ritme kerja karyawan universitas, khususnya bagi kelompok usia 45–59 tahun yang rentan terhadap progresi pradiabetes namun memiliki kebiasaan fisik sangat rendah. Ketiga, perlu dilakukan penelitian longitudinal untuk mengeksplorasi apakah penurunan BMI melalui edukasi gizi terstruktur di tempat kerja dapat memperlambat transisi dari pradiabetes ke diabetes tipe 2, sekaligus menguji peran mediasi temperamen dominan dalam keberhasilan intervensi. Penelitian-penelitian ini akan melengkapi temuan studi dengan bukti kausal dan personalisasi yang lebih dalam, serta memperkuat strategi pencegahan berbasis konteks institusional.

  1. 0. pdf obj endobj extgstate procset text imageb imagec imagei annots mediabox contents group tabs vb... ijrrjournal.com/IJRR_Vol.10_Issue.10_Oct2023/IJRR15.pdf0 pdf obj endobj extgstate procset text imageb imagec imagei annots mediabox contents group tabs vb ijrrjournal IJRR Vol 10 Issue 10 Oct2023 IJRR15 pdf
Read online
File size549.49 KB
Pages13
DMCAReport

Related /

ads-block-test