UMSUMS

Warta LPMWarta LPM

Bulangan Barat Village has durian assets distributed across nearly the entire village, making it as a potential leading commodity for community economic empowerment. The results of the 2024 PKM asset mapping indicate that while most residents own durian trees, productivity remains low due to limitations in maintenance techniques, fertilization, pest control, and harvesting practices. This program aims to enhance community capacity through an Asset-Based Community Development (ABCD) approach that optimizes local assets. The activities were conducted through two technical assistance sessions involving 15 participants, including training and socialization on the development of local durian commodities, as well as field assistance in Dusun Utara and Dusun Barat. These activities were followed by monitoring and evaluation. The results show that 2 out of 15 participants (13.3%) began applying more appropriate fertilization techniques, including installing fertilizer pipes to reduce flower drop in durian trees. In addition, one participant started diversifying crops by cultivating melon as an alternative commodity to durian. The communitys managerial capacity is demonstrated by initiatives to coordinate the certification process for local durian varieties and by the use of a WhatsApp group consisting of 16 members (1 expert, 3 facilitators, and 12 durian farmers) as a platform for information exchange and coordination in managing the durian commodity. As a follow-up, the program requires strengthened sustainability through periodic and structured ongoing assistance to increase the even adoption of technology. Future community service activities focus on continued support for the development and certification of local durian varieties to improve productivity, crop quality, and sustainably restore the prominence of local durian in Pegantenan District.

Kegiatan ini bertujuan membangun sistem pemberdayaan masyarakat yang berkelanjutan melalui optimalisasi pengelolaan aset desa berbasis hasil pertanian, khususnya durian.Kegiatan pengabdian ini berhasil membangun sistem pemberdayaan masyarakat berbasis optimalisasi aset durian di Desa Bulangan Barat.Secara teknis, dari 15 petani peserta, sebagian telah mulai mengadopsi praktik budidaya yang direkomendasikan, seperti penggunaan pipa pemupukan, pembersihan area perakaran, dan pemangkasan tanaman.Namun, hasil monitoring menunjukkan bahwa tingkat adopsi masih belum merata, di mana sekitar 30% petani telah menerapkan teknik secara aktif, sementara sekitar 70% lainnya masih dalam tahap adaptasi dan memerlukan pendampingan lanjutan.Hasil pengabdian juga menunjukkan bahwa beberapa petani juga telah menyiapkan lahan untuk diversifikasi tanaman selain durian, seperti melon, yang memberikan potensi penghasilan tambahan dalam jangka pendek.Dari aspek manajerial dan kelembagaan, program ini berhasil membentuk media komunikasi berbasis digital melalui grup WhatsApp yang melibatkan 16 anggota (1 ahli, 3 tim pengabdi, dan 12 petani), yang dimanfaatkan sebagai sarana konsultasi, koordinasi, dan berbagi praktik budidaya.Selain itu, telah dilakukan inisiasi proses sertifikasi varietas durian lokal melalui koordinasi dengan DKPP Pamekasan sebagai langkah awal peningkatan nilai ekonomi produk.Secara keseluruhan, program ini menunjukkan bahwa pendekatan pendampingan berbasis komunitas mampu mendorong perubahan perilaku petani dalam menerapkan teknik budidaya durian dan aset desa lainnya, meskipun masih memerlukan penguatan pada aspek keberlanjutan dan peningkatan tingkat adopsi teknologi secara merata.Kegiatan pendukung seperti pelatihan teknis tambahan, penyediaan bibit unggul, serta sarana irigasi dan perlengkapan pertanian lainnya perlu dilaksanakan agar hasilnya maksimal.Pendampingan lanjutan secara periodik dan terstruktur sangat diperlukan untuk memastikan peningkatan produktivitas, kualitas hasil panen, serta penguatan ekonomi masyarakat desa secara berkelanjutan.Kegiatan pengabdian selanjutnya diharapkan bisa terus melakukan pendampingan terhadap perkembangan varietas durian khas desa Bulangan Barat, kecamatan Pegantenan hingga dapat mengembalikan kejayaan varietas durian khas kecamatan Pegantenan yang telah lama memudar.

Untuk meningkatkan dampak program dan memastikan keberlanjutan, berikut adalah tiga saran penelitian lanjutan: Pertama, perlu dilakukan penelitian lebih lanjut tentang efektivitas dan keberlanjutan model pemberdayaan ekonomi berbasis aset desa, khususnya dalam konteks budidaya durian. Penelitian ini dapat mengeksplorasi faktor-faktor yang mempengaruhi adopsi teknologi dan praktik budidaya yang direkomendasikan, serta strategi-strategi yang dapat meningkatkan partisipasi dan komitmen petani. Kedua, penelitian tentang diversifikasi tanaman dan pengembangan alternatif komoditas selain durian dapat menjadi fokus berikutnya. Studi ini dapat menyelidiki potensi dan tantangan dalam budidaya tanaman alternatif, seperti melon, dan bagaimana hal itu dapat meningkatkan pendapatan petani dalam jangka pendek. Ketiga, penelitian tentang peran teknologi digital dalam pemberdayaan ekonomi desa dapat menjadi arah studi yang menarik. Penelitian ini dapat mengeksplorasi bagaimana platform komunikasi seperti WhatsApp dapat digunakan untuk meningkatkan koordinasi, berbagi pengetahuan, dan akses terhadap informasi pertanian terkini, serta bagaimana teknologi dapat mendukung pengembangan dan pemasaran produk durian secara lebih efisien dan efektif.

  1. Evaluation of the Effectiveness of Digital Training Program for Farmers in Increasing the Adoption of... doi.org/10.59261/jaetd.v2i1.11Evaluation of the Effectiveness of Digital Training Program for Farmers in Increasing the Adoption of doi 10 59261 jaetd v2i1 11
Read online
File size4 MB
Pages16
DMCAReport

Related /

ads-block-test