UINUIN

Pharmaceutical and Biomedical Sciences Journal (PBSJ)Pharmaceutical and Biomedical Sciences Journal (PBSJ)

Liver merupakan organ metabolik vital dan kerusakan hati terkait proses inflamasi yang meningkatkan kadar bilirubin total. Pengobatan hiperbilirubinemia masih terbatas pada terapi sinar dan transfusi, tanpa obat farmakologis khusus. Penelitian ini bertujuan menilai efek hepatoprotektif ekstrak etanol *Platycerium bifurcatum* (Cav.) C.Chr pada kadar bilirubin total dan indeks hepatosomatik (HSI) pada tikus putih jantan. Metode eksperimental post-test control group only menggunakan 35 tikus dibagi tujuh kelompok. Ekstrak diberikan oral 14 hari pada dosis 50, 100, dan 200 mg/kg berat badan; kemudian tikus (kecuali kontrol normal) diinduksi etanol absolut 2 mL/200 g BW. Begitu berakhir, darah dan hati diambil, menghitung bilirubin total dan HSI. Analisis satu arah ANOVA dan LSD menunjukkan bahwa ekstrak pada dosis 50 mg/kg dan 100 mg/kg secara signifikan menurunkan bilirubin total (p < 0,05) serta menurunkan HSI dibandingkan kontrol negatif. Hasil menunjukkan ekstrak paku tanduk rusa memiliki efek hepatoprotektif dengan mekanisme antioksidan dan antiinflamasi.

Chr selama 14 hari dapat menurunkan kadar bilirubin total dan nilai indeks hepatosomatik pada tikus putih induksi etanol.Penelitian selanjutnya sebaiknya melibatkan periode pengobatan yang berbeda dan parameter fungsi hati lain seperti SGOT, SGPT, serta asam empedu untuk memperoleh gambaran lengkap efek hepatoprotektif.

1. Menyelidiki efek jangka panjang penggunaan ekstrak *Platycerium bifurcatum* dengan durasi pengobatan 4 minggu, untuk menilai apakah manfaat hepatoprotektif berlanjut atau berkurang seiring waktu. 2. Mengkaji kombinasi ekstrak dengan agen antiinflamasi konvensional (misalnya silymarin) dalam model etanol, sehingga dapat dibandingkan sinergi efek dan menentukan dosis optimal. 3. Membandingkan secara simultan efek ekstrak *Platycerium* pada berbagai parameter fungsi hati—SGOT, SGPT, asam empedu, dan profil lipid—dengan model kerusakan hati induksi lain (misalnya CCl₄), guna mengidentifikasi spektrum proteksi dan mekanisme spesifiknya.

  1. In Vitro Test of Antioxidant Activity of Leilem Leaf Ethanol Extract (Clerodendrum minahassae) Using... doi.org/10.60084/hjas.v2i1.135In Vitro Test of Antioxidant Activity of Leilem Leaf Ethanol Extract Clerodendrum minahassae Using doi 10 60084 hjas v2i1 135
  2. Polyphenol Content and Antioxidant Evaluation of Kawista (Limonia acidissima) Leaf Extract | Borneo Journal... doi.org/10.33084/bjop.v7i4.7466Polyphenol Content and Antioxidant Evaluation of Kawista Limonia acidissima Leaf Extract Borneo Journal doi 10 33084 bjop v7i4 7466
  3. HUBUNGAN USIA, JENIS KELAMIN, DAN KADAR BILIRUBIN DENGAN KOLELITIASIS | Aji | Jurnal Wacana Kesehatan.... jurnal.akperdharmawacana.ac.id/index.php/wacana/article/view/152HUBUNGAN USIA JENIS KELAMIN DAN KADAR BILIRUBIN DENGAN KOLELITIASIS Aji Jurnal Wacana Kesehatan jurnal akperdharmawacana ac index php wacana article view 152
  4. Phytochemistry and Antibacterial Activity of Platycerium coronarium (Tanduk Rasa Fern) Leaf Extracts,... doi.org/10.11648/j.jdmp.20230904.13Phytochemistry and Antibacterial Activity of Platycerium coronarium Tanduk Rasa Fern Leaf Extracts doi 10 11648 j jdmp 20230904 13
Read online
File size359.31 KB
Pages9
DMCAReport

Related /

ads-block-test