POLTEKKES PALEMBANGPOLTEKKES PALEMBANG

Journal of Medical Laboratory and ScienceJournal of Medical Laboratory and Science

Latar Belakang: Bilirubin merupakan produk yang dihasilkan ketika heme dilepaskan dari sel darah merah dipecah oleh heme oksigenase di limpa. Alat yang sering digunakan untuk pemeriksaan bilirubin di laboratorium klinis adalah spektrofotometer dan fotometer. Tujuan: Penelitian ini bertujuan untuk mengetahui efektivitas spektrofotometer dibandingkan dengan fotometer pada pemeriksaan bilirubin dengan sampel serum. Metode: Jenis penelitian ini adalah experimental dengan pendekatan Cross-Sectional menggunakan metode pemeriksaan bilirubin total secara enzimatik menggunakan fotometer dan spektrofotometer, dengan 37 sampel serum mahasiswa keperawatan Universitas Aisyiyah Yogyakarta angkatan 2022. Hasil: Pemeriksaan bilirubin total menggunakan fotometer menghasilkan rata-rata 0,576, sedangkan spektrofotometer 0,578. Perbedaan hasil antara kedua alat tidak signifikan (P-Value > 0,05), menunjukkan kedua alat memiliki kinerja sebanding. Fotometer cukup efektif untuk pemeriksaan rutin karena praktis dan ekonomis, sementara spektrofotometer lebih unggul pada pemeriksaan yang membutuhkan akurasi, presisi, dan sensitivitas lebih tinggi. Kesimpulan: Hasil uji menunjukkan tidak terdapat perbedaan signifikan dengan P-Value > 0,05, yang berarti kedua alat memberikan hasil sebanding.

Hasil penelitian menunjukkan tidak terdapat perbedaan signifikan antara spektrofotometer dan fotometer dalam pemeriksaan kadar bilirubin total pada sampel serum (P-Value > 0,05).Kedua alat memberikan hasil yang sebanding, sehingga keduanya efektif digunakan.Fotometer lebih praktis dan ekonomis untuk pemeriksaan rutin, sementara spektrofotometer lebih unggul dalam hal akurasi, presisi, dan sensitivitas.

Penelitian lanjutan dapat dilakukan dengan membandingkan efektivitas kedua alat pada sampel dengan kadar bilirubin yang sangat tinggi atau rendah untuk melihat apakah terdapat perbedaan signifikan pada kondisi ekstrem. Selain itu, studi lebih lanjut dapat mengeksplorasi pengaruh berbagai jenis reagen dan protokol pemeriksaan terhadap hasil yang diperoleh dari kedua alat, untuk mengoptimalkan akurasi dan presisi pengukuran. Terakhir, penelitian dapat difokuskan pada evaluasi biaya-efektivitas penggunaan spektrofotometer dan fotometer dalam setting laboratorium yang berbeda, mempertimbangkan faktor-faktor seperti volume pemeriksaan, ketersediaan sumber daya, dan kebutuhan klinis, untuk memberikan rekomendasi yang lebih komprehensif mengenai pemilihan alat yang paling sesuai. Penelitian-penelitian ini diharapkan dapat memberikan pemahaman yang lebih mendalam mengenai kinerja kedua alat dan membantu meningkatkan kualitas pemeriksaan bilirubin di laboratorium.

  1. HASIL PEMERIKSAAN BILIRUBIN TOTAL PADA SAMPEL SERUM DAN PLASMA EDTA (Ethylene Diamine Tetraacetic Acid)... doi.org/10.30602/jlk.v5i2.1017HASIL PEMERIKSAAN BILIRUBIN TOTAL PADA SAMPEL SERUM DAN PLASMA EDTA Ethylene Diamine Tetraacetic Acid doi 10 30602 jlk v5i2 1017
Read online
File size131.21 KB
Pages10
DMCAReport

Related /

ads-block-test