STIKES BETHESDASTIKES BETHESDA

Jurnal KesehatanJurnal Kesehatan

Cedera merupakan masalah kesehatan masyarakat yang utama di seluruh dunia dan penyebab utama kematian dan kecacatan pada anak-anak dan remaja di semua kelompok usia, yang mencakup hingga 35% dari semua kematian anak. Salah satu penyebab cedera pada anak diantaranya adalah kasus terjatuh yang dapat menimbulkan luka maupun perdarahan. Anak dapat mengalami cedera yang sengaja atau tidak sengaja saat bermain, melakukan aktivitas di sekolah. Cedera yang dialami anak bersifat ringat hingga berat. Semua kasus cedera harus mendapatkan penanganan yang tepat dan tepat untuk memaksimalkan penyembuhan dan meminimalkan komplikasi seperti infeksi dan kematian. Pengetahuan mengenai penanganan pertama dalam menghadapi berbagai kemungkinan kejadian yang mengancam hidup sangat diperlukan. Penelitian bertujuan menilai tingkat pengetahuan penanganan pertama cedera pada siswa. Jenis penelitian menggunakan deskriptif kuantitatif. Populasi pada penelitian adalah siswa kelas V SDN di Kota Banjarmasin berjumlah 63 responden diambil dengan teknik total sampling. Variabel dalam penelitian ini adalah pengetahuan siswa tentang penanganan pertama cedera. Pengambilan data menggunakan kuesioner dan dianalisis menggunakan distribusi frekuensi. Hasil penelitian didapatkan bahwa responden yang memiliki pengetahuan dalam kategori kurang sebanyak 39 responden (62%), kategori cukup sebanyak 19 responden (30%) dan kategori baik sebanyak 5 responden (8%). Pengetahuan responden dalam penanganan pertama cedera pada anak SD mayoritas berada pada kategori kurang. Pentingnya edukasi dan pemahaman terkait konsep bahaya dan penanganan cedera pada anak sekolah.

Penelitian menunjukkan bahwa mayoritas siswa kelas V SD di Banjarmasin memiliki pengetahuan penanganan pertama cedera yang berada pada kategori kurang, dengan 62% responden berada di kelas tersebut.Kekurangan pengetahuan ini dapat diatasi melalui program edukasi kesehatan yang melibatkan guru, orang tua, dan tenaga kesehatan di lingkungan sekolah.Implementasi pendidikan pertolongan pertama secara terintegrasi di kurikulum sekolah dasar diharapkan meningkatkan kesiapsiagaan siswa dalam menghadapi situasi darurat cedera.

Penelitian lanjutan dapat mengevaluasi efektivitas modul pembelajaran pertolongan pertama berbasis digital yang dikembangkan khusus untuk siswa kelas V SD, dengan mengukur perubahan skor pengetahuan sebelum dan sesudah intervensi. Studi komparatif antara pendekatan pembelajaran interaktif yang melibatkan guru dan tenaga kesehatan dengan pendekatan mandiri melalui aplikasi mobile dapat mengidentifikasi strategi paling efisien dalam meningkatkan kompetensi pertolongan pertama pada anak sekolah dasar. Penelitian longitudinal selama dua tahun dapat meneliti dampak pelatihan pertolongan pertama terhadap frekuensi dan tingkat keparahan cedera di lingkungan sekolah, serta mengamati perubahan perilaku siswa dalam situasi darurat. Analisis faktor sosial‑ekonomi dan peran dukungan orang tua dalam proses pembelajaran pertolongan pertama dapat mengungkap variabel yang mempengaruhi tingkat pengetahuan siswa, sehingga memungkinkan penyesuaian program edukasi yang lebih inklusif. Penelitian tindakan kelas yang melibatkan siswa dalam simulasi penanganan cedera nyata dapat menilai peningkatan keterampilan praktis serta kepercayaan diri mereka dalam memberikan pertolongan pertama di lapangan. Semua penelitian tersebut diharapkan menghasilkan pedoman kebijakan pendidikan kesehatan yang dapat diintegrasikan ke dalam kurikulum nasional, sehingga memperkuat kesiapsiagaan generasi muda dalam menghadapi kecelakaan.

  1. Vol. 12 No. 1 (2020): VOL 12 NO 1 APRIL 2020 | SURYA: Jurnal Media Komunikasi Ilmu Kesehatan. vol surya... doi.org/10.38040/js.v12i1Vol 12 No 1 2020 VOL 12 NO 1 APRIL 2020 SURYA Jurnal Media Komunikasi Ilmu Kesehatan vol surya doi 10 38040 js v12i1
Read online
File size685.89 KB
Pages14
DMCAReport

Related /

ads-block-test