JQWHJQWH

Journal for Quality in Women's HealthJournal for Quality in Women's Health

Anemia pada remaja putri masih cukup tinggi, di Indonesia kejadian anemia gizi besi sebanyak 72,3%, anemia sering menyerang remaja putri disebabkan karena stress, haid, atau terlambat makan. Salah satu pengobatan anemia dapat dilakukan dengan cara non farmakologi yaitu dengan mengkonsumsi kacang hijau.. Penelitian ini yaitu mengetahui pengaruh pemberian sari kacang hijau dalam peningkatan kadar hemoglobin pada siswi anemia di SMPN 3 Bandar Lampung.. Penelitian quasi-eksperimen dengan design one group pretest and posttest. Sampel penelitian berjumlah 30 remaja putri yang menderita anemia. Teknik pengambilan sampel dalam penelitian ini adalah purposive sampling technique. Instrumen penelitian terdiri dari alat ukur digital untuk mengukur kadar hemoglobin dan lembar observasi. Pemberian sari kacang hijau diberikan sebanyak 300 gram pada pagi dan sore selama 14 hari.. Sebelum pemberian sari kacang hijau pada 30 responden mengalami anemia ringan sebanyak 6 responden 20%, anemia sedang 21 responden 70% dan anemia berat 3 responden 10%. Setelah diberikan sari kacang hijau memiliki kategori normal sebanyak 40%, menjadi anemia ringan 50% dan menjadi anemia sedang sebanyak 10%. Dengan menggunakan uji statistik Wilcoxon, ada pengaruh pemberian sari kacang hijau dalam meningkatkan kadar hemoglobin dalam darah remaja putri yaitu (p=0,000).. Sari kacang hijau mampu meningkatkan kadar hemoglobin dalam darah remaja putri yang menderita anemia. Diharapkan remaja putri dengan anemia untuk dapat meningkatkan pengetahuan terkait dengan manfaat sari kacang hijau bagi kesehatan diri.

Berdasarkan hasil penelitian yang telah dilakukan maka kesimpulan yang diperoleh adalah kadar hemoglobin sebelum diberikan sari kacang hijau mayoritas siswi mengalami anemia sedang (70%), sedangkan setelah diberikan sari kacang hijau mayoritas siswi mengalami anemia ringan (50%).Sari kacang hijau mampu meningkatkan kadar hemoglobin dalam darah remaja putri yang menderita anemia.Diharapkan remaja putri dengan anemia untuk dapat meningkatkan pengetahuan terkait dengan manfaat sari kacang hijau bagi kesehatan diri.

Melihat hasil positif dari penelitian ini, ada beberapa arah penelitian lanjutan yang sangat berpotensi untuk dieksplorasi. Pertama, untuk memperkuat bukti ilmiah, akan sangat bermanfaat jika dilakukan penelitian dengan desain yang lebih robust, yaitu dengan menyertakan kelompok kontrol. Penelitian semacam ini dapat membandingkan secara langsung efektivitas pemberian sari kacang hijau dengan kelompok yang tidak menerima intervensi atau menerima intervensi lain seperti suplementasi zat besi standar, sehingga kita bisa melihat perbedaan hasil yang lebih jelas dan meyakinkan. Kedua, studi ini memberikan sari kacang hijau selama 14 hari dengan dosis tertentu. Oleh karena itu, penelitian lanjutan dapat fokus pada pengoptimalan dosis dan durasi pemberian sari kacang hijau. Misalnya, dengan mencoba variasi dosis yang berbeda atau memperpanjang periode intervensi untuk mengetahui regimen mana yang paling efektif dalam meningkatkan dan mempertahankan kadar hemoglobin pada remaja putri, bahkan setelah konsumsi dihentikan, untuk memahami keberlanjutan efeknya dalam jangka panjang. Ketiga, mengingat anemia diketahui dapat mempengaruhi kemampuan belajar dan konsentrasi, akan sangat relevan jika penelitian selanjutnya tidak hanya mengukur kadar hemoglobin, tetapi juga mengevaluasi dampak konsumsi sari kacang hijau terhadap peningkatan fungsi kognitif dan kinerja akademis siswi. Selain itu, memahami faktor-faktor seperti penerimaan, preferensi rasa, dan kepraktisan dalam mengkonsumsi sari kacang hijau, serta analisis biaya-efektivitasnya dibandingkan dengan intervensi lain, akan memberikan wawasan penting untuk pengembangan program pencegahan anemia yang lebih komprehensif dan berkelanjutan di masa depan.

Read online
File size256.84 KB
Pages6
DMCAReport

Related /

ads-block-test