UMBJMUMBJM

Healthy-Mu JournalHealthy-Mu Journal

Depresi pasca melahirkan adalah gangguan kesehatan mental yang signifikan dan sering tidak terdeteksi, meskipun dampaknya serius terhadap ibu dan anak. Penelitian ini bertujuan untuk mengidentifikasi strategi skrining dan manajemen depresi pasca melahirkan melalui tinjauan skoping dengan pendekatan PEO. Artikel diperoleh dari basis data PubMed, ScienceDirect, Dimensions, dan Web of Science, menggunakan kriteria inklusi berupa studi bahasa Inggris primer hingga Mei 2025. Dari 19 artikel yang lolos seleksi PRISMA, ditemukan bahwa alat EPDS paling sering digunakan untuk skrining dan menunjukkan validitas yang tinggi secara lintas budaya. Intervensi seperti CBT online, dukungan pasangan, dan perawatan kolaboratif terbukti efektif dalam menurunkan gejala depresi pasca melahirkan. Namun, implementasi skrining universal masih terhambat oleh stigma, keterbatasan sumber daya, dan resistensi sistemik. Penelitian ini merekomendasikan strategi adaptif dan terintegrasi yang berbasis bukti yang mencakup digitalisasi layanan, keterlibatan masyarakat, serta pelatihan tenaga kesehatan untuk meningkatkan deteksi dan pemulihan depresi pasca melahirkan.

Peninjauan skoping ini mengonfirmasi bahwa deteksi dan manajemen depresi pasca melahirkan memerlukan pendekatan multidimensional adaptif yang sesuai dengan konteks budaya dan sistem layanan kesehatan lokal.Meskipun alat skrining seperti EPDS telah terbukti valid dan sensitif, implementasi skrining masih terhambat oleh stigma sosial, keterbatasan waktu, pelatihan tenaga kesehatan, dan jalur rujukan yang tidak optimal.Studi menunjukkan bahwa pendekatan berbasis perawatan kolaboratif, intervensi digital seperti CBT online, serta dukungan sosial dari pasangan dan komunitas sangat efektif dalam meningkatkan deteksi dan pemulihan depresi pasca melahirkan.Namun, efektivitas intervensi juga bergantung pada penerimaan budaya dan ketersediaan infrastruktur.Kebijakan layanan kesehatan ibu perlu mengembangkan skrining depresi pasca melahirkan sebagai bagian integral dari kunjungan perinatal, dengan menggunakan alat yang telah divalidasi secara lintas budaya dan intervensi digital yang mudah diakses.Pelatihan berkelanjutan bagi tenaga kesehatan primer juga penting agar skrining dan follow-up dapat dilakukan secara efektif.Pendekatan kolaboratif yang melibatkan teknologi, sektor kesehatan, dan masyarakat diharapkan dapat meningkatkan kualitas kesehatan mental ibu dan perkembangan anak secara holistik.

Untuk meningkatkan deteksi dan manajemen depresi pasca melahirkan, diperlukan strategi yang terintegrasi dan adaptif, termasuk digitalisasi layanan kesehatan, pelatihan tenaga kesehatan, dan keterlibatan komunitas. Selain itu, penting untuk mengembangkan alat skrining yang sensitif terhadap ekspresi emosional dan akses layanan kesehatan mental yang dipengaruhi oleh norma-norma budaya. Pendekatan kolaboratif yang melibatkan teknologi, sektor kesehatan, dan masyarakat diharapkan dapat meningkatkan kualitas kesehatan mental ibu dan perkembangan anak secara holistik.

  1. Understanding Postpartum Parents' Experiences via Two Digital Platforms | Proceedings of the ACM... dl.acm.org/doi/10.1145/3579540Understanding Postpartum Parents Experiences via Two Digital Platforms Proceedings of the ACM dl acm doi 10 1145 3579540
Read online
File size458.05 KB
Pages9
DMCAReport

Related /

ads-block-test