UINUIN

Pharmaceutical and Biomedical Sciences Journal (PBSJ)Pharmaceutical and Biomedical Sciences Journal (PBSJ)

Centella asiatica (L.) Urb., atau yang dikenal sebagai pegagan di Indonesia, adalah tanaman yang tumbuh dan menyebar luas di daerah tropis. Tanaman ini memiliki berbagai nama dan bentuk morfologi yang berbeda di berbagai daerah di Indonesia dan negara lain. Perbedaan dalam morfologi dan lokasi tumbuhnya mempengaruhi kandungan senyawa bioaktifnya. Asiaticoside adalah salah satu senyawa yang paling melimpah dalam pegagan. Senyawa lain yang ditemukan dalam pegagan termasuk tannin, vellarin, hydrocotylin, karotenoid, centeloside, garam mineral, dan lainnya (Sutardi, 2016). Asiaticoside adalah glikosida triterpenoid yang diklasifikasikan sebagai turunan alpha-amarin dengan molekul gula (glukosa dan rhamnose). Asiaticoside memiliki kemampuan untuk memperkuat dan meningkatkan perbaikan sel kulit, sehingga banyak digunakan dalam produk topikal. Namun, karena berat molekulnya yang besar, yaitu 911,1233 g/mol, dan adanya lapisan stratum korneum pada kulit, penetrasi asiaticoside dalam aplikasi topikal menjadi tantangan (Li et al., 2020).

Berdasarkan penelitian yang dilakukan, dapat disimpulkan bahwa penggunaan gelatin dan propilenglikol dalam formulasi gel ekstrak Centella asiatica (L.) Urb mempengaruhi karakteristik gel, termasuk sifat organoleptik, pH, homogenitas, spreadability, viskositas, dan rheologi.Gelatin memiliki pengaruh yang lebih signifikan, sehingga menimbulkan perbedaan yang mencolok antara formula yang mengandung gelatin dan yang tidak.Penggunaan gelatin dan propilenglikol juga mempengaruhi penetrasi gel ekstrak Centella asiatica (L.Propilenglikol meningkatkan penetrasi karena perannya sebagai penetrasi enhancer.

Untuk penelitian lanjutan, dapat dilakukan studi lebih lanjut tentang formulasi gel yang menggabungkan berbagai jenis gelling agent dan penetrasi enhancer untuk meningkatkan penetrasi asiaticoside. Selain itu, penelitian dapat dilakukan untuk mengeksplorasi potensi penggunaan formulasi gel ini dalam aplikasi kosmetik atau farmasi, serta menguji efektivitasnya dalam mempercepat penyembuhan luka atau kondisi kulit lainnya. Penelitian juga dapat dilakukan untuk mengoptimalkan formulasi gel agar dapat memberikan pelepasan asiaticoside yang terkontrol dan berkelanjutan, sehingga meningkatkan bioavailabilitas dan efektivitas terapi.

Read online
File size452.18 KB
Pages11
DMCAReport

Related /

ads-block-test