JURNALSTIKESTULUNGAGUNGJURNALSTIKESTULUNGAGUNG
Care JournalCare JournalVertigo adalah gangguan sistem keseimbangan yang menimbulkan sensasi berputar. Lebih dari 2 juta orang per tahun di Indonesia mengunjungi dokter karena vertigo. Terapi non-farmakologis seperti Brandt Daroff Exercise dapat mengurangi gejala vertigo, khususnya keluhan pusing berputar. Penelitian ini bertujuan untuk mengetahui pengaruh terapi Brandt Daroff Exercise terhadap keluhan pusing pada pasien vertigo di Puskesmas Kecamatan Tanggunggunung. Desain penelitian menggunakan one group pretest-posttest dengan pendekatan cross-sectional. Sampel sebanyak 30 responden diperoleh melalui accidental sampling. Data dikumpulkan dengan observasi sebelum dan sesudah terapi menggunakan skala VVAS, lalu dianalisis dengan uji Wilcoxon Sign Rank Test. Hasil menunjukkan sebelum terapi, 33,3% responden mengalami pusing ringan dan 66,7% pusing sedang; setelah terapi, pusing ringan meningkat menjadi 76,7%, pusing sedang turun menjadi 20,0%, dan pusing berat muncul pada 3,3%. Nilai p = 0,001 (< 0,05), sehingga terdapat pengaruh signifikan terapi Brandt Daroff Exercise terhadap penurunan keluhan pusing pada pasien vertigo. Penelitian ini merekomendasikan terapi ini sebagai alternatif yang dapat diterapkan secara mandiri di rumah.
Vertigo adalah gangguan sistem keseimbangan yang menimbulkan sensasi berputar.Lebih dari 2 juta orang per tahun di Indonesia mengunjungi dokter karena vertigo.Terapi non-farmakologis seperti Brandt Daroff Exercise dapat mengurangi gejala vertigo, khususnya keluhan pusing berputar.Penelitian ini bertujuan untuk mengetahui pengaruh terapi Brandt Daroff Exercise terhadap keluhan pusing pada pasien vertigo di Puskesmas Kecamatan Tanggunggunung.Desain penelitian menggunakan one group pretest-posttest dengan pendekatan cross-sectional.Sampel sebanyak 30 responden diperoleh melalui accidental sampling.Data dikumpulkan dengan observasi sebelum dan sesudah terapi menggunakan skala VVAS, lalu dianalisis dengan uji Wilcoxon Sign Rank Test.Hasil menunjukkan sebelum terapi, 33,3% responden mengalami pusing ringan dan 66,7% pusing sedang.setelah terapi, pusing ringan meningkat menjadi 76,7%, pusing sedang turun menjadi 20,0%, dan pusing berat muncul pada 3,3%.Nilai p = 0,001 (< 0,05), sehingga terdapat pengaruh signifikan terapi Brandt Daroff Exercise terhadap penurunan keluhan pusing pada pasien vertigo.Penelitian ini merekomendasikan terapi ini sebagai alternatif yang dapat diterapkan secara mandiri di rumah.Terapi Brandt Daroff Exercise secara signifikan mengurangi keluhan pusing pada pasien vertigo di Puskesmas Kecamatan Tanggunggunung, terbukti dengan peningkatan proporsi pasien yang mengalami pusing ringan dari 33,3% menjadi 76,7% setelah terapi.Penelitian selanjutnya dapat mengeksplorasi seberapa efektif terapi Brandt Daroff Exercise jika diberikan dalam durasi lebih panjang, misalnya selama 4 minggu dibandingkan hanya satu sesi, apakah hal ini dapat mempercepat pemulihan atau mencegah kekambuhan lebih lama.Selain itu, perlu diteliti apakah terapi ini bekerja sama baiknya pada pasien muda dan lansia, karena usia mungkin memengaruhi respons tubuh terhadap gerakan vestibular, sehingga bisa dikembangkan protokol terapi yang disesuaikan berdasarkan kelompok usia.Terakhir, penelitian bisa mengukur dampak jangka panjang dari terapi ini dengan memantau pasien selama 3-6 bulan setelah pengobatan, untuk melihat apakah mereka benar-benar mengalami penurunan frekuensi serangan vertigo dan peningkatan kualitas hidup secara berkelanjutan, bukan hanya perbaikan jangka pendek dalam skala pusing.Hasil uji statistik Wilcoxon Sign Rank Test (p = 0,001) mendukung bahwa terapi Brandt Daroff Exercise memiliki pengaruh nyata terhadap penurunan keluhan pusing, sehingga dapat dijadikan sebagai terapi alternatif non-farmakologis yang efektif dan dapat diterapkan secara mandiri.Vertigo adalah gangguan sistem keseimbangan yang menimbulkan sensasi berputar.Lebih dari 2 juta orang per tahun di Indonesia mengunjungi dokter karena vertigo.Terapi non-farmakologis seperti Brandt Daroff Exercise dapat mengurangi gejala vertigo, khususnya keluhan pusing berputar.Penelitian ini bertujuan untuk mengetahui pengaruh terapi Brandt Daroff Exercise terhadap keluhan pusing pada pasien vertigo di Puskesmas Kecamatan Tanggunggunung.Desain penelitian menggunakan one group pretest-posttest dengan pendekatan cross-sectional.Sampel sebanyak 30 responden diperoleh melalui accidental sampling.Data dikumpulkan dengan observasi sebelum dan sesudah terapi menggunakan skala VVAS, lalu dianalisis dengan uji Wilcoxon Sign Rank Test.Hasil menunjukkan sebelum terapi, 33,3% responden mengalami pusing ringan dan 66,7% pusing sedang.setelah terapi, pusing ringan meningkat menjadi 76,7%, pusing sedang turun menjadi 20,0%, dan pusing berat muncul pada 3,3%.Nilai p = 0,001 (< 0,05), sehingga terdapat pengaruh signifikan terapi Brandt Daroff Exercise terhadap penurunan keluhan pusing pada pasien vertigo.Penelitian ini merekomendasikan terapi ini sebagai alternatif yang dapat diterapkan secara mandiri di rumah.
Penelitian selanjutnya dapat mengeksplorasi seberapa efektif terapi Brandt Daroff Exercise jika diberikan dalam durasi lebih panjang, misalnya selama 4 minggu dibandingkan hanya satu sesi, apakah hal ini dapat mempercepat pemulihan atau mencegah kekambuhan lebih lama. Selain itu, perlu diteliti apakah terapi ini bekerja sama baiknya pada pasien muda dan lansia, karena usia mungkin memengaruhi respons tubuh terhadap gerakan vestibular, sehingga bisa dikembangkan protokol terapi yang disesuaikan berdasarkan kelompok usia. Terakhir, penelitian bisa mengukur dampak jangka panjang dari terapi ini dengan memantau pasien selama 3-6 bulan setelah pengobatan, untuk melihat apakah mereka benar-benar mengalami penurunan frekuensi serangan vertigo dan peningkatan kualitas hidup secara berkelanjutan, bukan hanya perbaikan jangka pendek dalam skala pusing.
| File size | 220.36 KB |
| Pages | 6 |
| DMCA | Report |
Related /
ACTAMEDINDONESACTAMEDINDONES Wanita tersebut dirawat dengan imun supresan plasmaferesis dan dukungan hemodialisis untuk gagal ginjalnya. Laporan kasus ini menunjukkan bahwa infeksiWanita tersebut dirawat dengan imun supresan plasmaferesis dan dukungan hemodialisis untuk gagal ginjalnya. Laporan kasus ini menunjukkan bahwa infeksi
UDBUDB 99, dan F1-score 0. 96. Kinerja ini secara konsisten melampaui model Decision Tree (akurasi 0. 85, F1-score 0. 85). Analisis feature importance mengidentifikasi99, dan F1-score 0. 96. Kinerja ini secara konsisten melampaui model Decision Tree (akurasi 0. 85, F1-score 0. 85). Analisis feature importance mengidentifikasi
UBUB Pasien dipulangkan tanpa komplikasi, tetapi bayi meninggal setelah delapan hari perawatan intensif akibat HMD II yang menyebabkan gagal napas. Kesimpulan:Pasien dipulangkan tanpa komplikasi, tetapi bayi meninggal setelah delapan hari perawatan intensif akibat HMD II yang menyebabkan gagal napas. Kesimpulan:
UBUB 17,2% vs. 37,7%; p = 0,015). Tidak melakukan revascularisasi berkorelasi dengan mortalitas dan tingkat rawat inap yang lebih tinggi pada pasien STEMI.17,2% vs. 37,7%; p = 0,015). Tidak melakukan revascularisasi berkorelasi dengan mortalitas dan tingkat rawat inap yang lebih tinggi pada pasien STEMI.
MARANATHAMARANATHA Penangkapan radioaktivitas pada jantung oleh 9mTc-PYP lebih baik dari 99mTc- MDP berdasarkan penilaian kuantitatif maupun semikuantitatif (penilaian visual).Penangkapan radioaktivitas pada jantung oleh 9mTc-PYP lebih baik dari 99mTc- MDP berdasarkan penilaian kuantitatif maupun semikuantitatif (penilaian visual).
CERICCERIC Hasil uji Fisher exact dan regresi logistik berganda menunjukkan adanya perbedaan kejadian luka tekan pada klien yang dirawat menggunakan VCO dengan pijatHasil uji Fisher exact dan regresi logistik berganda menunjukkan adanya perbedaan kejadian luka tekan pada klien yang dirawat menggunakan VCO dengan pijat
CERICCERIC Hasil penelitian ini diharapkan menjadi dasar program promosi dan preventif bagi lanjut usia. Pengalaman lanjut usia dalam memperoleh dukungan keluargaHasil penelitian ini diharapkan menjadi dasar program promosi dan preventif bagi lanjut usia. Pengalaman lanjut usia dalam memperoleh dukungan keluarga
LAPANLAPAN Rotor dipasang pada menara setinggi 18 m. Dengan menggunakan Modifikasi dari Gerak Lurus Berubah Beraturan dan Momentum Putar, hasil analisa menunjukkanRotor dipasang pada menara setinggi 18 m. Dengan menggunakan Modifikasi dari Gerak Lurus Berubah Beraturan dan Momentum Putar, hasil analisa menunjukkan
Useful /
KAMPUNGJURNALKAMPUNGJURNAL Kurikulum berbasis cinta menempatkan relasi antara pendidik dan peserta didik sebagai inti dari proses pendidikan, sehingga pembelajaran melampaui transmisiKurikulum berbasis cinta menempatkan relasi antara pendidik dan peserta didik sebagai inti dari proses pendidikan, sehingga pembelajaran melampaui transmisi
KAMPUNGJURNALKAMPUNGJURNAL Melalui pelatihan berkelanjutan, penguatan fasilitas sekolah, kolaborasi antar guru, dan dukungan kebijakan manajerial, implementasi Kurikulum MerdekaMelalui pelatihan berkelanjutan, penguatan fasilitas sekolah, kolaborasi antar guru, dan dukungan kebijakan manajerial, implementasi Kurikulum Merdeka
MARANATHAMARANATHA Celah bibir dengan atau tanpa celah langit-langit merupakan kondisi cacat lahir ketika bibir dengan atau disertai dengan mulut bayi tidak terbentuk secaraCelah bibir dengan atau tanpa celah langit-langit merupakan kondisi cacat lahir ketika bibir dengan atau disertai dengan mulut bayi tidak terbentuk secara
MANDALANURSAMANDALANURSA Dua jenis pupuk yang dihasilkan dari proses pengolahan sampah dengan BSF adalah Pupuk Maggot Cair (PMC) dan Pupuk Padat Organik (PPO). Teknologi BSF efisienDua jenis pupuk yang dihasilkan dari proses pengolahan sampah dengan BSF adalah Pupuk Maggot Cair (PMC) dan Pupuk Padat Organik (PPO). Teknologi BSF efisien