UMMATUMMAT
Technology, Health, and Agriculture Nexus: Conference SeriesTechnology, Health, and Agriculture Nexus: Conference SeriesGagal jantung adalah salah satu penyebab utama dalam kematian yang membutuhkan deteksi dini agar penanganannya bisa dilakukan lebih cepat. Penelitian ini membandingkan performa algoritma Decision Tree dan Random Forest dalam memprediksi gagal jantung menggunakan dataset dari Kaggle. Dalam tahapan penelitian meliputi pengumpulan data, pra-pemrosesan, klasifikasi, serta evaluasi menggunakan metrik akurasi, precision, recall, dan F1-score. Hasil penelitian menunjukkan bahwa Random Forest memiliki akurasi lebih tinggi (77%) dibandingkan Decision Tree (73%), sehingga lebih unggul dalam mengenali pola secara keseluruhan. Namun, Decision Tree lebih unggul dalam mendeteksi pasien yang benar-benar mengalami gagal jantung, dengan precision 76% dan recall 52%, dibandingkan Random Forest yang hanya mencapai precision 50% dan recall 29%. Meskipun Random Forest lebih akurat secara umum, Decision Tree lebih baik dalam mengenali pasien yang berisiko tinggi. Hasil penelitian ini menunjukkan bahwa penerapan algoritma machine learning dapat membantu tenaga medis mengidentifikasi pasien berisiko lebih awal, sehingga dapat mengambil tindakan lebih cepat dan membantu menekan angka kematian akibat gagal jantung.
Penelitian ini membandingkan kinerja algoritma Decision Tree dan Random Forest dalam memprediksi gagal jantung menggunakan dataset Kaggle.Hasil menunjukkan Random Forest memiliki akurasi 77% yang lebih tinggi daripada Decision Tree 73%, namun Decision Tree lebih unggul dalam memdeteksi pasien berisiko tinggi.Secara keseluruhan, model Random Forest lebih stabil dan dapat membantu tenaga medis mengidentifikasi pasien secepatnya untuk menurunkan angka kematian.
Berinovasi dengan menambahkan penjelasan interpretabilitas menggunakan teknik SHAP agar tenaga medis dapat memahami faktor apa yang memengaruhi prediksi gagal jantung. Selanjutnya, perlu memverifikasi model pada data multisumber dan populasi yang lebih luas untuk menilai kemampuan generalisasi model secara klinis. Terakhir, lakukan perbandingan dengan algoritma ensemble terbaru seperti XGBoost atau CatBoost, serta pertimbangkan integrasi data non-clinical seperti pencitraan medis, guna meningkatkan akurasi identifikasi risiko yang lebih tinggi, yaitu. Dengan demikian, perbaikan secara berkelanjutan dapat menghasilkan model yang lebih handal dan relevan bagi praktek kesehatan.
| File size | 603.28 KB |
| Pages | 10 |
| Short Link | https://juris.id/p-2gL |
| Lookup Links | Google ScholarGoogle Scholar, Semantic ScholarSemantic Scholar, CORE.ac.ukCORE.ac.uk, WorldcatWorldcat, ZenodoZenodo, Research GateResearch Gate, Academia.eduAcademia.edu, OpenAlexOpenAlex, Hollis HarvardHollis Harvard |
| DMCA | Report |
Related /
ACTAMEDINDONESACTAMEDINDONES Protein C-reaktif (CRP), Galectin-3 (Gal-3), dan mieloperoxidase (MPO) merupakan biomarker inflamasi yang terkait dengan risiko kardiovaskular. Studi olehProtein C-reaktif (CRP), Galectin-3 (Gal-3), dan mieloperoxidase (MPO) merupakan biomarker inflamasi yang terkait dengan risiko kardiovaskular. Studi oleh
ACTAMEDINDONESACTAMEDINDONES Seorang wanita usia 59 tahun dengan hipotiroidisme dermatitis kontak akut berkembang menjadi selulitis dengan infeksi bakteri superimposed dan cedera ginjalSeorang wanita usia 59 tahun dengan hipotiroidisme dermatitis kontak akut berkembang menjadi selulitis dengan infeksi bakteri superimposed dan cedera ginjal
UDBUDB Dengan menggunakan kerangka kerja Cross-Industry Standard Process for Data Mining (CRISP-DM), sebuah dataset yang terdiri dari 488 rekam medis pasien ibuDengan menggunakan kerangka kerja Cross-Industry Standard Process for Data Mining (CRISP-DM), sebuah dataset yang terdiri dari 488 rekam medis pasien ibu
UBUB Pasien dipulangkan tanpa komplikasi, tetapi bayi meninggal setelah delapan hari perawatan intensif akibat HMD II yang menyebabkan gagal napas. Kesimpulan:Pasien dipulangkan tanpa komplikasi, tetapi bayi meninggal setelah delapan hari perawatan intensif akibat HMD II yang menyebabkan gagal napas. Kesimpulan:
UBUB Hasil: Pada periode tindak lanjut enam bulan, rawat inap lebih tinggi pada kelompok tanpa PCI (9,2% vs. 12,1% vs. 34,8%; p = 0,009). Infark miokard berulangHasil: Pada periode tindak lanjut enam bulan, rawat inap lebih tinggi pada kelompok tanpa PCI (9,2% vs. 12,1% vs. 34,8%; p = 0,009). Infark miokard berulang
MARANATHAMARANATHA Studi ini merupakan pengalaman pertama dalam mendeteksi amiloidosis jantung menggunakan pencitraan sidik jantung. Penggunaan bone seeking agents dapatStudi ini merupakan pengalaman pertama dalam mendeteksi amiloidosis jantung menggunakan pencitraan sidik jantung. Penggunaan bone seeking agents dapat
INABJINABJ Selain hubungan yang merugikan ini, banyak penelitian yang membuktikan suatu paradoks obesitas dimana subyek dengan kelebihan berat badan atau obesitasSelain hubungan yang merugikan ini, banyak penelitian yang membuktikan suatu paradoks obesitas dimana subyek dengan kelebihan berat badan atau obesitas
LAPANLAPAN Data karakteristik dinamik struktur suatu roket, seperti besarnya “eigenvalues dan “eigenvectors (mode shapes), penting sekali diketahui untuk keamananData karakteristik dinamik struktur suatu roket, seperti besarnya “eigenvalues dan “eigenvectors (mode shapes), penting sekali diketahui untuk keamanan
Useful /
POLMEDPOLMED Pada penelitian ini, biji durian (Durio zibethinus) – sebuah limbah buah yang melimpah di Indonesia (lebih dari 1,14 juta ton buah durian diproduksiPada penelitian ini, biji durian (Durio zibethinus) – sebuah limbah buah yang melimpah di Indonesia (lebih dari 1,14 juta ton buah durian diproduksi
STAK PESATSTAK PESAT Penulisan laporan menggunakan metode deskriptif kualitatif, dengan referensi dari sumber terpercaya. Edukasi kesehatan dan pemeriksaan rutin sangat pentingPenulisan laporan menggunakan metode deskriptif kualitatif, dengan referensi dari sumber terpercaya. Edukasi kesehatan dan pemeriksaan rutin sangat penting
STIKESEUBSTIKESEUB Teknik pengambilan sampel menggunakan sampling jenuh. Instrumen penelitian berupa kuesioner yang terdiri atas 25 pertanyaan tentang pengetahuan. PengolahanTeknik pengambilan sampel menggunakan sampling jenuh. Instrumen penelitian berupa kuesioner yang terdiri atas 25 pertanyaan tentang pengetahuan. Pengolahan
MARANATHAMARANATHA Presbikusis lebih banyak ditemukan pada perempuan, kelompok usia ≥65 tahun, dengan keluhan utama tinnitus dengan derajat gangguan dengar derajat sedang.Presbikusis lebih banyak ditemukan pada perempuan, kelompok usia ≥65 tahun, dengan keluhan utama tinnitus dengan derajat gangguan dengar derajat sedang.