HAMJAHDIHAHAMJAHDIHA
REFORM : Jurnal Pendidikan, Sosial, dan BudayaREFORM : Jurnal Pendidikan, Sosial, dan BudayaHadirnya kurikulum merdeka belajar (KMB) merupakan suatu jawaban atas persoalan yang terjadi dalam pendidikan di Indonesia. Perkembangan ilmu pengetahuan dan teknologi yang begitu cepat menuntut berbagai macam kompetensi dan juga karakter untuk menghadapi situasi yang terus berubah dan personal kehidupan yang semakin kompleks. Ilmu Pengetahuan Sosial merupakan salah satu bagian dari kurikulum pendidikan nasional yang ditetapkan dalam bentuk mata pelajaran di sekolah formal. IPS memiliki kerangka kurikulum yang seharusnya bisa menjawab berbagai tantangan kehidupan masyarakat sehingga kurikulum IPS di sekolah harus diterapkan secara fleksibel sesuai dengan kebutuhan perkembangan zaman. Dalam Kurikulum Merdeka Belajar, mata pelajaran IPS mengalami beberapa perubahan baik pada nama mata pelajaran, struktur, dan pendekatan pembelajaran. Mata pelajaran IPS di SD bukan lagi menjadi mata pelajaran tersendiri akan tetapi digabung dengan mata pelajaran IPA sehingga berubah menjadi mata pelajaran IPAS yang mulai diberlakukan pada Fase B di kelas IV. Sedangkan di SMP, mata pelajaran IPS tidak mengalami perubahan. Dalam mata pelajaran IPS, struktur kurikulum terdiri dari pembelajaran intrakurikuler dan penguatan profil pelajar pancasila yang mencakup enam kompetensi yang harus dicapai oleh siswa yaitu 1) beriman, bertakwa kepada Tuhan Yang Maha Esa, dan berakhlak mulia, 2) mandiri, 3) bergotong-royong, 4) berkebinekaan global, 5) bernalar kritis, dan 6) kreatif. Kompetensi-kompetensi ini sangat relevan dengan kebutuhan dalam menghadapi tantangan era Ri 4.0 dan society 5.0. Dengan demikian, kurikukulum IPS dalam kurikulum Merdeka belajar telah menyiapkan kompetensi-kompetensi siswa untuk menghadapi tantangan-tantangan di era RI 4.0 dan society 5.0.
Kurikulum mata pelajaran IPS SD dan SMP dalam Kurikulum Merdeka Belajar mengalami beberapa perubahan baik pada mata pelajaran, struktur, dan pendekatan pembelajaran.Mata pelajaran IPS di SD bukan lagi menjadi mata pelajaran tersendiri akan tetapi digabung dengan mata pelajaran IPA sehingga berubah menjadi mata pelajaran IPAS yang mulai diberlakukan pada Fase B di kelas IV.Sedangkan di SMP, mata pelajaran IPS tidak mengalami perubahan.Dalam mata pelajaran IPS, struktur kurikulum terdiri dari pembelajaran intrakurikuler dan penguatan profil pelajar pancasila yang mencakup enam kompetensi yang harus dicapai oleh siswa yaitu 1) beriman, bertakwa kepada Tuhan Yang Maha Esa, dan berakhlak mulia, 2) mandiri, 3) bergotong-royong, 4) berkebinekaan global, 5) bernalar kritis, dan 6) kreatif.Kompetensi-kompetensi ini sangat relevan dengan kebutuhan dalam menghadapi tantangan era Ri 4.Dengan demikian, kurikukulum IPS dalam kurikulum Merdeka belajar telah menyiapkan kompetensi-kompetensi siswa untuk menghadapi tantangan-tantangan di era RI 4.
Berdasarkan latar belakang, metode, hasil, keterbatasan, dan juga bagian saran penelitian lanjutan, berikut adalah saran penelitian lanjutan yang baru: Pertama, perlu adanya penelitian lebih lanjut mengenai efektivitas penggabungan mata pelajaran IPA dan IPS (IPAS) di SD dalam hal pengembangan kompetensi siswa, khususnya kompetensi afektif dan psikomotorik yang mungkin terabaikan. Kedua, penelitian dapat dilakukan untuk mengidentifikasi strategi pembelajaran IPS yang paling efektif dalam menumbuhkan literasi digital siswa SMP, mengingat pentingnya kemampuan ini dalam menghadapi era Society 5.0. Ketiga, penelitian kualitatif dapat dilakukan untuk memahami bagaimana guru IPS mengimplementasikan kurikulum merdeka belajar dalam konteks kelas mereka, termasuk tantangan dan solusi yang mereka hadapi dalam mempersiapkan siswa menghadapi tantangan era digital. Dengan menggabungkan ketiga saran ini, diharapkan dapat memberikan gambaran komprehensif mengenai implementasi kurikulum IPS dalam kurikulum merdeka belajar dan memberikan rekomendasi praktis untuk meningkatkan kualitas pembelajaran IPS di sekolah dasar dan menengah, sehingga siswa tidak hanya memiliki pengetahuan yang luas, tetapi juga keterampilan berpikir kritis, kreatif, dan kolaboratif yang dibutuhkan untuk sukses di era Society 5.0.
| File size | 322.75 KB |
| Pages | 12 |
| DMCA | Report |
Related /
UNJUNJ Motivasi dan aktivitas unplugged berbasis STEAM dapat secara signifikan meningkatkan kemampuan berpikir komputasional pada anak usia dini melalui pengakuanMotivasi dan aktivitas unplugged berbasis STEAM dapat secara signifikan meningkatkan kemampuan berpikir komputasional pada anak usia dini melalui pengakuan
UNJUNJ 005), dan keterampilan memecahkan masalah (p = 0. 001). Media gamifikasi juga meningkatkan motivasi belajar dan kolaborasi sosial positif. Kesimpulannya,005), dan keterampilan memecahkan masalah (p = 0. 001). Media gamifikasi juga meningkatkan motivasi belajar dan kolaborasi sosial positif. Kesimpulannya,
ABULYATAMAABULYATAMA Berdasarkan hasil penelitian, dapat disimpulkan bahwa strategi pembelajaran al-Quran yang digunakan oleh guru dalam meningkatkan kemampuan membaca al-QuranBerdasarkan hasil penelitian, dapat disimpulkan bahwa strategi pembelajaran al-Quran yang digunakan oleh guru dalam meningkatkan kemampuan membaca al-Quran
HAMJAHDIHAHAMJAHDIHA Keberhasilan tercapai melalui penerapan tahapan TPS yang jelas dan pengelolaan waktu berpadu. Penelitian ini menyimpulkan bahwa penerapan TPS dapat meningkatkanKeberhasilan tercapai melalui penerapan tahapan TPS yang jelas dan pengelolaan waktu berpadu. Penelitian ini menyimpulkan bahwa penerapan TPS dapat meningkatkan
PKN STANPKN STAN Program pengabdian kepada masyarakat ini bertujuan meningkatkan kapasitas pengelola BUMDes melalui pelatihan dan pendampingan komprehensif. Metode yangProgram pengabdian kepada masyarakat ini bertujuan meningkatkan kapasitas pengelola BUMDes melalui pelatihan dan pendampingan komprehensif. Metode yang
STIT MADANISTIT MADANI Hal ini dapat dilihat dari hasil belajar peserta didik pada siklus I ada 61,5% dari 16 peserta didik mencapai KKM dari hasil belajarnya, sedangkan 38,5%Hal ini dapat dilihat dari hasil belajar peserta didik pada siklus I ada 61,5% dari 16 peserta didik mencapai KKM dari hasil belajarnya, sedangkan 38,5%
PKN STANPKN STAN Kesimpulan dari kegiatan pengabdian masyarakat ini adalah program kerja yang terlaksana cukup berhasil memberikan ilmu pengetahuan kepada masyarakat terkaitKesimpulan dari kegiatan pengabdian masyarakat ini adalah program kerja yang terlaksana cukup berhasil memberikan ilmu pengetahuan kepada masyarakat terkait
UMBUMB Penelitian ini menyimpulkan bahwa pelaksanaan puasa sunnah di Pondok Pesantren Al Hasanah didasarkan pada sunnah Rasul, mendekatkan diri kepada Allah,Penelitian ini menyimpulkan bahwa pelaksanaan puasa sunnah di Pondok Pesantren Al Hasanah didasarkan pada sunnah Rasul, mendekatkan diri kepada Allah,
Useful /
UNJUNJ Penelitian ini merekomendasikan penerapan metode inquiry berbasis eksperimen sebagai pendekatan inovatif dalam pendidikan dini untuk meningkatkan keterampilanPenelitian ini merekomendasikan penerapan metode inquiry berbasis eksperimen sebagai pendekatan inovatif dalam pendidikan dini untuk meningkatkan keterampilan
ABULYATAMAABULYATAMA Analisis cost‑effectiveness menunjukkan adanya perbedaan signifikan pencapaian antara siswa kelas percepatan dan siswa reguler. Oleh karena itu, IndonesiaAnalisis cost‑effectiveness menunjukkan adanya perbedaan signifikan pencapaian antara siswa kelas percepatan dan siswa reguler. Oleh karena itu, Indonesia
ABULYATAMAABULYATAMA Efektivitas pembelajaran ini dapat didasarkan pada (1) Ketuntasan belajar, (2) Kemampuan guru dalam mengelola pembelajaran, (3) Aktifitas siswa, (4) ResponEfektivitas pembelajaran ini dapat didasarkan pada (1) Ketuntasan belajar, (2) Kemampuan guru dalam mengelola pembelajaran, (3) Aktifitas siswa, (4) Respon
ABULYATAMAABULYATAMA Penelitian ini menggunakan studi kasus dengan analisis deskriptif. Sampel penelitian ini adalah siswa kelas X MIPA-1 di SMAN 1 Mesjid Raya. Untuk mengumpulkanPenelitian ini menggunakan studi kasus dengan analisis deskriptif. Sampel penelitian ini adalah siswa kelas X MIPA-1 di SMAN 1 Mesjid Raya. Untuk mengumpulkan