IC MESIC MES

Jurnal ICMESJurnal ICMES

Revolusi Islam Iran 1979 merupakan salah satu revolusi paling kompleks dan menantang dalam sejarah modern, karena tidak hanya menggulingkan monarki Pahlavi tetapi juga mendirikan sistem republik Islam yang menggabungkan nilai-nilai agama dan politik. Artikel ini bertolak dari pertanyaan: sejauh mana Revolusi Islam Iran dapat dijelaskan melalui teori revolusi sosial dan/atau revolusi agama? Untuk menjawabnya, penelitian ini membandingkan dua perspektif teoritis: teori Revolusi Sosial Theda Skocpol yang menekankan faktor-faktor struktural dan kelembagaan, serta pandangan Imam Ali Khamenei tentang revolusi agama yang berakar pada nilai-nilai Al Quran dan spiritualitas. Dengan pendekatan kualitatif dan metode deskriptif-komparatif, penelitian ini menemukan bahwa Revolusi Islam Iran tidak dapat sepenuhnya dipahami hanya dari aspek struktural atau spiritual semata, melainkan merupakan sintesis unik antara perubahan material dan transformasi ideologis, sehingga menghadirkan model revolusi baru yang melampaui dikotomi konvensional Barat antara agama dan sosial.

Revolusi Islam Iran menunjukkan bahwa tidak ada satu model tunggal yang dapat sepenuhnya menjelaskan dinamika revolusi dalam masyarakat Muslim kontemporer.Teori struktural Theda Skocpol relevan dalam menjelaskan keruntuhan institusi negara Pahlavi, namun terbatas dalam menangkap dimensi ideologis dan spiritual.Perspektif Imam Khamenei menunjukkan bahwa Revolusi Islam bukan hanya respon terhadap krisis struktural, tetapi juga gerakan profetik yang mentransformasikan masyarakat berdasarkan nilai-nilai wahyu.Dengan demikian, studi ini menyarankan perlunya pendekatan multidisipliner dalam memahami revolusi, yang mengintegrasikan analisis struktural dengan agensi dan makna religius.

Berdasarkan analisis terhadap latar belakang, metode, hasil, dan keterbatasan penelitian ini, beberapa saran penelitian lanjutan dapat diajukan. Pertama, penelitian lebih lanjut dapat dilakukan untuk mengeksplorasi secara mendalam bagaimana konsep revolusi Qurani Imam Khamenei memengaruhi kebijakan luar negeri Iran dan hubungannya dengan negara-negara lain di kawasan. Kedua, studi komparatif dapat dilakukan antara Revolusi Islam Iran dengan gerakan-gerakan revolusioner berbasis agama lainnya di dunia, seperti gerakan Hizbullah di Lebanon atau gerakan Hamas di Palestina, untuk mengidentifikasi persamaan dan perbedaan dalam ideologi, strategi, dan dampaknya. Ketiga, penelitian kualitatif yang mendalam, seperti wawancara dengan tokoh-tokoh kunci dan analisis dokumen-dokumen sejarah, dapat dilakukan untuk memahami bagaimana pengalaman revolusi memengaruhi identitas dan kesadaran kolektif masyarakat Iran, serta bagaimana hal ini memengaruhi dinamika politik dan sosial di negara tersebut. Penelitian-penelitian ini diharapkan dapat memberikan pemahaman yang lebih komprehensif tentang kompleksitas Revolusi Islam Iran dan relevansinya bagi studi revolusi dan politik Islam secara global.

  1. Islam and government: an analytical review on Khumayni’s Kashf al-Asrār and Wilāyat al-Fāqih... ijims.iainsalatiga.ac.id/index.php/ijims/article/view/1807Islam and government an analytical review on KhumayniAos Kashf al AsrAr and WilAyat al FAqih ijims iainsalatiga ac index php ijims article view 1807
  2. Velayatul Faqih and the Resurgence of Islamic Movements Worldwide | Ampera: A Research Journal on Politics... doi.org/10.19109/ampera.v5i01.22868Velayatul Faqih and the Resurgence of Islamic Movements Worldwide Ampera A Research Journal on Politics doi 10 19109 ampera v5i01 22868
  3. Journal | Universitas Nahdlatul Ulama Surabaya. journal universitas nahdlatul ulama surabaya plugins... journal2.unusa.ac.id/index.php/JIC/article/view/5483Journal Universitas Nahdlatul Ulama Surabaya journal universitas nahdlatul ulama surabaya plugins journal2 unusa ac index php JIC article view 5483
Read online
File size3.99 MB
Pages14
DMCAReport

Related /

ads-block-test