UNISSULAUNISSULA

International Conference on Education, Technology, and Social SciencesInternational Conference on Education, Technology, and Social Sciences

This study aims to identify the location and factors that cause science misconceptions experienced by students. By using a qualitative approach. The data collection techniques used were observation, interviews and documentation. This study involved 20 fifth grade students at UPT SD Negeri 16 Gresik in the 2024/2025 school year who had learned photosynthesis material, digestive system, force and motion. The results showed that there were 30% of participants experiencing misconceptions in photosynthesis material, 16.5% of students experienced misconceptions in digestive system material and in force and motion material, 11% of students experienced misconceptions. The factors that cause misconceptions experienced by students are caused by internal and external factors. Internal factors such as students lack of thinking ability, low motivation of students during learning, students lack of understanding of the material and lack of confidence. External factors such as methods used during learning and limited learning resources. Based on this research it is recommended that teachers emphasize things that are demonstrations, concrete examples and discussions on photosynthesis material, digestive system, force and motion so that students can think more critically and actively in class learning activities. Teachers can also provide different learning models and prepare interactive learning media. Schools must provide habituation to reading books in the library. In addition, research related to science misconceptions in other materials is highly expected to be carried out, because to identify misconceptions, develop effective learning strategies and increase teacher awareness. This shows that, although students have learned these materials in class, misconceptions still occur.

Berdasarkan hasil penelitian dan pembahasan, dapat disimpulkan sebagai berikut.1) Kesalahpahaman masih dialami oleh siswa meskipun telah mempelajari materi fotosintesis sebesar 30%, materi sistem pencernaan sebesar 16,5% dan materi gaya dan gerak sebesar 11%.Hal ini disebabkan karena kurangnya pengetahuan akan konsep-konsep yang telah diajarkan.Penyebabnya adalah kurangnya minat baca, kurangnya motivasi dalam membaca, tidak adanya program literasi yang diterapkan oleh sekolah dan tidak adanya perpustakaan di sekolah.Serta kurangnya keaktifan siswa selama kegiatan belajar mengajar.2) Faktor yang menyebabkan kesalahpahaman adalah faktor internal dan eksternal.Pada faktor internal, siswa mengalami kesalahpahaman karena kurangnya minat baca pada siswa, kurangnya pemahaman siswa akan materi yang diajarkan, motivasi siswa selama belajar dan kurangnya kepercayaan diri siswa.Faktor eksternal adalah metode pembelajaran selama pembelajaran yang kurang menarik, fasilitas perpustakaan yang kurang memadai dan sumber belajar yang terbatas bagi siswa.

Berdasarkan judul, abstrak, dan kesimpulan, dapat disimpulkan bahwa penelitian selanjutnya dapat difokuskan pada pengembangan model pembelajaran yang lebih interaktif dan menarik untuk mengurangi terjadinya kesalahpahaman pada siswa. Selain itu, perlu dilakukan penelitian lebih lanjut untuk mengidentifikasi faktor-faktor lain yang mempengaruhi terjadinya kesalahpahaman, seperti pengaruh lingkungan keluarga dan sosial terhadap pemahaman konsep sains siswa. Lebih lanjut, penelitian dapat dilakukan untuk mengembangkan instrumen penilaian yang lebih akurat dalam mengidentifikasi kesalahpahaman siswa, sehingga dapat memberikan umpan balik yang lebih tepat kepada guru untuk meningkatkan kualitas pembelajaran. Terakhir, penelitian dapat dilakukan untuk menguji efektivitas berbagai strategi intervensi dalam mengatasi kesalahpahaman siswa, sehingga dapat memberikan rekomendasi praktis bagi guru dalam meningkatkan pemahaman konsep sains siswa. Dengan demikian, diharapkan dapat meningkatkan kualitas pendidikan sains di sekolah dasar dan menghasilkan generasi yang memiliki pemahaman sains yang kuat dan kritis.

  1. Analisis Miskonsepsi Materi Sistem Pencernaan Manusia Menggunakan Certainty of Response Index di Sekolah... jbasic.org/index.php/basicedu/article/view/3244Analisis Miskonsepsi Materi Sistem Pencernaan Manusia Menggunakan Certainty of Response Index di Sekolah jbasic index php basicedu article view 3244
  2. Analisis Miskonsepsi pada Materi Fotosintesis dengan Menggunakan Peta Konsep pada Siswa Sekolah Dasar... doi.org/10.31004/basicedu.v6i3.2611Analisis Miskonsepsi pada Materi Fotosintesis dengan Menggunakan Peta Konsep pada Siswa Sekolah Dasar doi 10 31004 basicedu v6i3 2611
  3. KEMAMPUAN PROFESIONAL GURU BIDANG STUDI PENDIDIKAN AGAMA ISLAM DALAM MENINGKATKAN PRESTASI BELAJAR SISWA... jurnal.ar-raniry.ac.id/index.php/didaktika/article/view/590KEMAMPUAN PROFESIONAL GURU BIDANG STUDI PENDIDIKAN AGAMA ISLAM DALAM MENINGKATKAN PRESTASI BELAJAR SISWA jurnal ar raniry ac index php didaktika article view 590
Read online
File size356.75 KB
Pages14
DMCAReport

Related /

ads-block-test