JOURNAL IASSSFJOURNAL IASSSF
Journal of Earth KingdomJournal of Earth KingdomArtikel ini menjelaskan konsep saling memiliki dalam masyarakat Batak Toba yang terlihat melalui tradisi mangain (mengangkat anak). Tradisi ini umum dilakukan oleh masyarakat Batak Toba yang melakukan pernikahan campur dengan etnis non-Batak. Secara historis, fungsi utama mangain berkaitan dengan pengangkatan anak, namun kini berkembang menjadi bentuk penguatan kekerabatan dalam bingkai Dalihan Na Tolu. Tradisi ini tidak membuat orang yang diangkat lupa terhadap orang tua kandungnya. Mangain menjadi contoh tradisi yang dapat memperkuat persatuan di Indonesia yang majemuk, karena kekerabatan tidak hanya dilihat dari ikatan biologis. Hasil penelitian menunjukkan bahwa tradisi mangain mencerminkan cinta antaretnis, baik dari pihak Batak maupun non-Batak, yang diekspresikan melalui konsep saling memiliki. Penelitian ini menggunakan data arsip, tulisan akademik dari berbagai bidang, serta wawancara mendalam dengan informan yang terlibat langsung dalam proses mangain.
Tradisi mangain berperan dalam menyatukan bangsa Indonesia yang beragam dengan membuka ruang bagi non-Batak untuk menjadi bagian dari komunitas Batak tanpa melepaskan ikatan dengan keluarga kandungnya.Tradisi ini mencerminkan solidaritas dan saling memiliki (mutuality of being) antara keluarga Batak dan keluarga non-Batak yang terlibat dalam proses tersebut.Mangain menjadi solusi bagi pernikahan campur sekaligus memperkuat nilai-nilai kekerabatan dalam bingkai Dalihan Na Tolu di era modern.
Pertama, perlu diteliti bagaimana generasi muda hasil mangain memaknai identitas ganda mereka sebagai orang Batak dan etnis asal, serta bagaimana mereka menavigasi konflik budaya dalam kehidupan sehari-hari. Kedua, penting untuk mengkaji dampak agama, khususnya Kristen, dalam proses adaptasi dan penerimaan calon anggota baru melalui mangain, serta bagaimana ajaran agama membentuk sikap toleransi antarkelompok. Ketiga, perlu dilakukan studi komparatif tentang tradisi serupa di suku-suku lain di Indonesia untuk melihat apakah ada mekanisme adat lain yang juga berfungsi sebagai jembatan persatuan antaretnis seperti halnya mangain, dan bagaimana potensi tradisi-tradisi tersebut bisa dikembangkan sebagai bagian dari kebijakan multikulturalisme nasional. Penelitian-penelitian ini dapat memperdalam pemahaman tentang dinamika integrasi sosial di tengah keragaman dan membuka jalan bagi pemertahanan nilai-nilai budaya yang inklusif. Selain itu, hasilnya bisa menjadi dasar untuk menyusun program edukasi budaya yang mendorong saling pengertian antaretnis sejak dini. Dengan memahami proses identitas, peran agama, dan potensi adat lain, kita bisa merancang strategi sosial yang lebih efektif dalam membangun kesatuan nasional. Studi tentang mangain tidak boleh berhenti pada aspek hukum atau prosedur adat, tetapi harus menjangkau dimensi psikososial dan relasional yang lebih dalam. Generasi muda hasil mangain bisa menjadi subjek kunci dalam menilai keberlangsungan tradisi ini di masa depan. Mereka juga bisa menjadi jembatan antargenerasi dan antarbudaya dalam konteks perkotaan yang semakin beragam. Oleh karena itu, penelitian lanjutan harus melibatkan perspektif mereka secara langsung. Temuan dari tiga arah studi tersebut dapat saling melengkapi dan membentuk kerangka pemahaman holistik tentang bagaimana tradisi lokal bisa menjadi solusi atas tantangan sosial modern.
| File size | 302.95 KB |
| Pages | 10 |
| DMCA | Report |
Related /
OJS STEIALAMAROJS STEIALAMAR Pendekatan kualitatif digunakan untuk memperoleh gambaran mendalam mengenai persepsi pelaku industri, regulator, dan akademisi terkait pengaruh kebijakanPendekatan kualitatif digunakan untuk memperoleh gambaran mendalam mengenai persepsi pelaku industri, regulator, dan akademisi terkait pengaruh kebijakan
UMPRUMPR Hasil tinjauan menunjukkan bahwa meskipun regulasi telah diperketat, tantangan besar masih ditemukan pada tingginya angka permohonan dispensasi nikah diHasil tinjauan menunjukkan bahwa meskipun regulasi telah diperketat, tantangan besar masih ditemukan pada tingginya angka permohonan dispensasi nikah di
MALAHAYATIMALAHAYATI Tuberkulosis (TBC) adalah penyakit infeksi Mycobacterium tuberculosis pada paru yang masih menjadi masalah kesehatan di Indonesia dengan angka kasus danTuberkulosis (TBC) adalah penyakit infeksi Mycobacterium tuberculosis pada paru yang masih menjadi masalah kesehatan di Indonesia dengan angka kasus dan
UNESAUNESA 0 atau era digital memberikan tantangan baru yang berpotensi mengikis nilai-nilai budaya bangsa. Oleh karena itu, diperlukan adanya sebuah pembelajaran0 atau era digital memberikan tantangan baru yang berpotensi mengikis nilai-nilai budaya bangsa. Oleh karena itu, diperlukan adanya sebuah pembelajaran
UNESAUNESA Sikap keuangan yang dimiliki oleh mahasiswa yang menjadi bagian dalam penelitian ini juga menunjukkan hasil kategori yang tinggi dengan persentase sebesarSikap keuangan yang dimiliki oleh mahasiswa yang menjadi bagian dalam penelitian ini juga menunjukkan hasil kategori yang tinggi dengan persentase sebesar
ABISATYAABISATYA Pendidikan Agama Islam dan Pancasila memainkan peran krusial sebagai fondasi nilai kebangsaan dan moral generasi muda Indonesia dalam menghadapi tantanganPendidikan Agama Islam dan Pancasila memainkan peran krusial sebagai fondasi nilai kebangsaan dan moral generasi muda Indonesia dalam menghadapi tantangan
LPPMDIANHUSADALPPMDIANHUSADA Perubahan sikap juga teridentifikasi, seperti meningkatnya kesadaran mengganti pembalut setiap 4–6 jam dan penerapan teknik membasuh yang benar. DariPerubahan sikap juga teridentifikasi, seperti meningkatnya kesadaran mengganti pembalut setiap 4–6 jam dan penerapan teknik membasuh yang benar. Dari
UNIMUSUNIMUS Pemberdayaan terkait deteksi dini kehamilan beresiko tidak lepas dari peran puskesmas dalam melaksanakan Program Perencanaan Persalinan dan PencegahanPemberdayaan terkait deteksi dini kehamilan beresiko tidak lepas dari peran puskesmas dalam melaksanakan Program Perencanaan Persalinan dan Pencegahan
Useful /
MALAHAYATIMALAHAYATI 05. Kesimpulan dari penelitian ini adalah Untuk penelitian ini terdapat 7 variabel yang semua yang signifikan nilai P-value 0, < nilai α 0,05. Penelitian05. Kesimpulan dari penelitian ini adalah Untuk penelitian ini terdapat 7 variabel yang semua yang signifikan nilai P-value 0, < nilai α 0,05. Penelitian
MALAHAYATIMALAHAYATI Penyebaran scabies di pesantren dipengaruhi oleh faktor perilaku seperti personal hygiene yang buruk, serta faktor lingkungan seperti sanitasi yang rendahPenyebaran scabies di pesantren dipengaruhi oleh faktor perilaku seperti personal hygiene yang buruk, serta faktor lingkungan seperti sanitasi yang rendah
UNIMUSUNIMUS Pengetahuan yang meningkat turut mendorong peningkatan dukungan suami terhadap penggunaan KB pasca salin oleh istri. Dengan keterlibatan suami, diharapkanPengetahuan yang meningkat turut mendorong peningkatan dukungan suami terhadap penggunaan KB pasca salin oleh istri. Dengan keterlibatan suami, diharapkan
UNIMUSUNIMUS Pelaksanaan kegiatan pengabdian masyarakat dengan memberikan edukasi kepada para santri putri tentang pentingnya stretching untuk pencegahan berat badanPelaksanaan kegiatan pengabdian masyarakat dengan memberikan edukasi kepada para santri putri tentang pentingnya stretching untuk pencegahan berat badan