UNIMUNIM

PRIVE: Jurnal Riset Akuntansi dan KeuanganPRIVE: Jurnal Riset Akuntansi dan Keuangan

Bank pada umumnya dalam menjalankan operasionalnya untuk memperoleh hasil usaha selalu dihadapkan pada sebuah risiko. Salah satu risiko yang dialami sebuah bank adalah besarnya rasio kredit bermasalah atau yang disebut Non Performing Loan (NPL). Berdasarkan ketentuan Bank Indonesia, bank memiliki potensi yang membahayakan jika bank tersebut memiliki tingkat rasio NPL lebih dari 5%. Penelitian ini bertujuan untuk menganalisis pengaruh Inflasi, CAR, NIM, dan BOPO terhadap NPL pada bank umum di Indonesia periode tahun 2016–2017. Penelitian ini dilakukan dengan menggunakan metode kuantitatif. Data yang digunakan berupa laporan keuangan 20 bank umum pada periode 2016–2017 yang diperoleh dari situs resmi Bursa Efek Indonesia (IDX). Analisis data dilakukan menggunakan regresi linier berganda. Hasil analisis secara parsial menunjukkan bahwa Inflasi (signifikansi 0,300) dan NIM (signifikansi 0,190) tidak berpengaruh signifikan terhadap NPL, sementara CAR (signifikansi 0,007) berpengaruh tetapi tidak signifikan, dan BOPO (signifikansi 0,035) berpengaruh signifikan terhadap NPL. Secara simultan, Inflasi, CAR, NIM, dan BOPO berpengaruh signifikan terhadap NPL sebesar 53,1%.

Variabel Inflasi dan Net Interest Margin (NIM) tidak berpengaruh signifikan secara parsial terhadap Non Performing Loan (NPL), sedangkan Biaya Operasional terhadap Pendapatan Operasional (BOPO) berpengaruh signifikan.Secara simultan, seluruh variabel bebas yaitu Inflasi, CAR, NIM, dan BOPO berpengaruh signifikan terhadap NPL dengan kontribusi sebesar 53,1%.Variabel Capital Adequacy Ratio (CAR) menunjukkan pengaruh tetapi tidak signifikan terhadap NPL.

Pertama, perlu dilakukan penelitian lanjutan untuk mengevaluasi pengaruh suku bunga dan rasio Loan to Deposit Ratio (LDR) terhadap NPL, mengingat kedua variabel tersebut dikeluarkan dalam analisis faktor karena nilai korelasi yang rendah, sehingga penting untuk mengetahui peran langsungnya dalam memengaruhi kredit bermasalah. Kedua, disarankan untuk mengkaji pengaruh kondisi makroekonomi lainnya seperti nilai tukar dan pertumbuhan ekonomi terhadap NPL dalam periode yang lebih panjang, guna memperoleh gambaran yang lebih komprehensif mengenai faktor eksternal yang memengaruhi kinerja kredit perbankan. Ketiga, perlu dikembangkan penelitian yang memasukkan aspek kualitas manajemen dan tata kelola perusahaan sebagai variabel independen, karena faktor internal seperti efisiensi operasional dan kebijakan penyaluran kredit juga berpotensi besar memengaruhi tingkat NPL, yang belum dijelaskan secara utuh dalam penelitian ini.

Read online
File size129.38 KB
Pages14
DMCAReport

Related /

ads-block-test