JQWHJQWH

Journal for Quality in Women's HealthJournal for Quality in Women's Health

Dismenore merupakan suatu gejala yang timbul akibat adanya kelainan dalam rongga panggul dan mengganggu aktivitas perempuan, bahkan sering kali berdampak pada remaja usia sekolah karena menyebabkan terganggunya aktivitas sehari-hari. Penelitian ini bertujuan untuk mengetahui efektifitas akupresur terhadap peningkatan intensitas nyeri dismenore pada remaja putri. Desain penelitian yang digunakan adalah Quasi experiment design dengan rancangan non equivalent control group yaitu rancangan penelitian yang digunakan untuk membandingkan hasil intervesi program kesehatan dengan kelompok kontrol yang serupa tetapi tidak perlu kelompok yang benar-benar sama dengan jumlah sampel 40 responden. Data dianalisa menggunakan uji Paired Sample T-test dan Independen Sample T-test dengan menggunakan SPSS. Melalui uji Paired Sample T-test pada penelitian ini didapat p value=0 ,000. jika p value α < 0,05, maka ada pengaruh akupresur terhadap intensitas nyeri dismenore pada remaja putri. Terapi akupresur efektif untuk menurunkan nyeri dismenore pada remaja putri. Dalam hal ini remaja bisa menerapkan terapi akupresur untuk mengurangi nyeri dismenore di rumah.

Intensitas nyeri dismenore sebelum diberikan terapi akupresur didapatkan rata-rata 5,10 dengan nyeri yang dirasakan paling ringan pada skala 2 (nyeri ringan), nyeri yang dirasakan paling berat pada skala 9 (nyeri berat).Intensitas nyeri dismenore sesudah diberikan terapi akupresur didapatkan rata-rata 1,55 dengan nyeri yang dirasakan paling ringan berada pada skala 0 (tidak ada nyeri), nyeri yang dirasakan paling berat pada skala 4 (nyeri sedang).Ada pengaruh akupresur terhadap penurunan nyeri dismenore pada remaja putri di wilayah RW.03 Kelurahan Margahayu Utara Kecamatan Babakan Ciparay Kota Bandung.

Untuk pengembangan penelitian lebih lanjut mengenai penanganan nyeri dismenore, ada beberapa arah menarik yang bisa dieksplorasi. Pertama, akan sangat bermanfaat jika ada penelitian yang membandingkan secara langsung efektivitas akupresur dengan berbagai metode non-farmakologi lain yang umum digunakan, seperti kompres hangat, relaksasi pernapasan, atau bahkan intervensi nutrisi. Studi komparatif semacam ini dapat membantu remaja dan praktisi kesehatan membuat pilihan penanganan yang paling tepat berdasarkan bukti ilmiah yang kuat, serta menyelidiki apakah ada efek sinergis ketika akupresur digabungkan dengan terapi lain. Kedua, penting untuk memahami dampak jangka panjang dari penerapan akupresur secara mandiri oleh remaja putri. Penelitian lanjutan bisa meneliti seberapa sering akupresur harus dilakukan untuk mempertahankan efek penurunan nyeri, serta apakah ada perubahan dalam intensitas nyeri atau kualitas hidup mereka dalam periode beberapa bulan atau bahkan tahun. Aspek ini akan sangat relevan untuk mengintegrasikan akupresur sebagai bagian dari manajemen diri rutin. Ketiga, perluasan cakupan penelitian ke berbagai demografi dan kondisi medis dismenore juga krusial. Apakah akupresur sama efektifnya untuk remaja di perkotaan dan pedesaan, atau pada mereka dengan tingkat nyeri yang sangat berat dibandingkan nyeri ringan? Mempelajari respons akupresur pada kelompok yang lebih beragam akan memperkaya pemahaman kita tentang generalisasi manfaatnya, dan bahkan dapat mengarah pada pengembangan panduan akupresur yang lebih spesifik dan personal sesuai dengan kebutuhan individu.

Read online
File size342.89 KB
Pages10
DMCAReport

Related /

ads-block-test