YMPNYMPN

Journal of Language, Literature, Social and Cultural StudiesJournal of Language, Literature, Social and Cultural Studies

Keberadaan seni tradisional saat ini tidak hanya berfungsi sebagai identitas budaya suatu daerah tetapi juga sebagai kekuatan dinamis yang memengaruhi kehidupan dan nilai-nilai masyarakat setempat. Tradisi yang berakar di suatu daerah muncul melalui perjalanan sejarah dan budaya yang panjang, yang pada akhirnya menjadi sistem kepercayaan dan praktik kebiasaan. Perspektif bersama dan mitologi lokal yang menjadi dasar tradisi ini sering kali mencerminkan kreativitas dan kejeniusan lokal masyarakat. Salah satu tradisi yang dihidupkan kembali adalah Mebuug-Buugan di Desa Adat Kedonganan, Kecamatan Kuta, Kabupaten Badung, Bali, yang direkonstruksi pada tahun 2014 setelah tidak ada selama hampir 60 tahun. Tujuan dari penelitian ini adalah untuk mengeksplorasi makna filosofis dan sosial yang terkandung dalam tradisi Mebuug-Buugan, dan untuk menilai bagaimana tradisi ini mewujudkan prinsip-prinsip kearifan lokal, terutama dalam kaitannya dengan Tri Hita Karana, filosofi hidup harmonis masyarakat Bali. Menggunakan metode deskriptif kualitatif, penelitian ini bergantung pada data yang dikumpulkan melalui observasi, wawancara, dan studi dokumen yang terkait dengan implementasi, simbol, dan partisipasi masyarakat dalam tradisi tersebut. Analisis mengungkapkan bahwa Mebuug-Buugan, sebuah ritual berbasis lumpur yang dilakukan di kawasan hutan bakau setelah perayaan Nyepi, bukan sekadar permainan tradisional tetapi tindakan simbolis penyucian diri, harmoni lingkungan, dan kohesi sosial. Rekonstruksi ritual ini telah memperkuat identitas budaya masyarakat, merevitalisasi kesadaran lingkungan, dan membangun kembali harmoni sosial yang berakar pada nilai-nilai leluhur. Kesimpulannya, Mebuug-Buugan adalah ekspresi budaya yang berharga yang mencerminkan makna spiritual dan ekologis yang mendalam. Revitalisasinya menegaskan ketahanan tradisi Bali di era modern dan menyoroti pentingnya melestarikan kearifan lokal melalui tindakan kolektif masyarakat.

Tradisi Mebuug-Buugan di Kedonganan adalah praktik budaya yang kaya yang merangkum keterkaitan mendalam antara spiritualitas, kohesi masyarakat, dan pengelolaan lingkungan.Melalui ritualnya yang menyenangkan namun simbolis, tradisi ini menekankan pentingnya menjaga hubungan harmonis antara manusia, alam, dan ilahi, yang mencerminkan nilai-nilai inti dalam filosofi Bali.Studi tentang Mebuug-Buugan mengungkapkan bagaimana tradisi dapat berfungsi sebagai wahana untuk pembaharuan spiritual, solidaritas sosial, dan pelestarian lingkungan, sambil juga beradaptasi dengan dinamika masyarakat modern yang berubah.

Untuk penelitian selanjutnya, penting untuk mengeksplorasi bagaimana tradisi Mebuug-Buugan dapat diintegrasikan ke dalam kurikulum pendidikan lokal untuk meningkatkan kesadaran budaya dan lingkungan di kalangan generasi muda. Penelitian juga dapat difokuskan pada potensi pengembangan ekowisata berbasis komunitas yang berkelanjutan, yang menghormati nilai-nilai tradisional sambil memberikan manfaat ekonomi bagi masyarakat Kedonganan. Selain itu, studi komparatif dengan tradisi serupa di daerah lain dapat dilakukan untuk mengidentifikasi praktik terbaik dalam pelestarian budaya dan pengelolaan lingkungan yang dapat diterapkan secara lebih luas.

  1. Tradisi Mebuug-Buugan Desa Adat Kedonganan pada Era Globalisasi | Socio-political Communication and Policy... ijespgjournal.org/index.php/shkr/article/view/125Tradisi Mebuug Buugan Desa Adat Kedonganan pada Era Globalisasi Socio political Communication and Policy ijespgjournal index php shkr article view 125
  2. Vol. 2 No. 2 (2024): July 2024 | Journal of Language, Literature, Social and Cultural Studies. vol july... ympn.co.id/index.php/JLLSCS/issue/view/15Vol 2 No 2 2024 July 2024 Journal of Language Literature Social and Cultural Studies vol july ympn index php JLLSCS issue view 15
  3. Designing Bali tourism model through the implementation of tri hita karana and sad kertih values | International... doi.org/10.21744/ijllc.v5n1.461Designing Bali tourism model through the implementation of tri hita karana and sad kertih values International doi 10 21744 ijllc v5n1 461
  1. #identitas budaya#identitas budaya
  2. #budaya tri hita#budaya tri hita
Read online
File size288.88 KB
Pages17
Short Linkhttps://juris.id/p-29w
Lookup LinksGoogle ScholarGoogle Scholar, Semantic ScholarSemantic Scholar, CORE.ac.ukCORE.ac.uk, WorldcatWorldcat, ZenodoZenodo, Research GateResearch Gate, Academia.eduAcademia.edu, OpenAlexOpenAlex, Hollis HarvardHollis Harvard
DMCAReport

Related /

ads-block-test