UYPUYP

JURNAL HERITAGEJURNAL HERITAGE

Rendahnya literasi masyarakat mengenai stunting menyebabkan kesalahpahaman bahwa stunting hanya berkaitan dengan fisik anak yang pendek, melainkan perkembangan kognitif dan produktivitas anak di masa depan. Penelitian ini bertujuan untuk menganalisis peran Cyber Public Relations (Cyber PR) dalam mendukung Puskesmas Gembong. Penelitian ini menggunakan teori disonansi kognitif untuk menjelaskan bagaimana informasi baru yang disampaikan melalui media digital dapat memicu perubahan perilaku masyarakat. Metode yang digunakan adalah kualitatif dengan pendekatan studi pustaka dan analisis isi (content analysis), wawancara dan dokumentasi lapangan selama periode 19–25 April 2025. Hasil penelitian menunjukkan adanya peningkatkan kesadaran kolektif masyarakat terhadap stunting dan pentingnya gizi seimbang.

Penelitian ini menunjukkan bahwa informasi baru yang bertentangan dengan keyakinan lama dapat memicu disonansi kognitif, yang selanjutnya mendorong perubahan perilaku melalui peran Cyber Public Relations dalam penyuluhan stunting.Pendekatan komunikasi gabungan antara media digital dan tatap muka terbukti efektif memperluas jangkauan pesan, meningkatkan kesadaran, serta mengurangi resistensi masyarakat, khususnya ibu-ibu, terhadap program pencegahan stunting.Dokumentasi aktivitas pemberian vitamin dan biskuit bergizi menegaskan kontribusi Cyber PR dalam memperkuat kepercayaan masyarakat dan meningkatkan status gizi anak di Desa Gembong.

Penelitian selanjutnya dapat menyelidiki bagaimana penggunaan platform media sosial tertentu, seperti TikTok atau Instagram, memengaruhi tingkat disonansi kognitif dan adopsi perilaku gizi pada ibu muda di desa‑desa dengan akses internet terbatas, sehingga dapat mengidentifikasi format konten paling efektif. Selain itu, studi longitudinal yang melacak perubahan pengetahuan, sikap, dan status gizi anak selama setidaknya dua tahun setelah intervensi Cyber PR akan memberikan gambaran tentang keberlanjutan efek edukasi dan faktor‑faktor yang memperkuat atau melemahkan dampaknya. Terakhir, penelitian komparatif antara pendekatan Cyber PR yang melibatkan kolaborasi lintas‑sektor (pemerintah, LSM, dan swasta) dengan pendekatan satu‑pihak dapat menilai kontribusi sinergi dalam memperluas jangkauan, meningkatkan partisipasi masyarakat, dan menurunkan prevalensi stunting secara lebih signifikan.

  1. Penyuluhan Kesehatan Berpengaruh Terhadap Pengetahuan Keluarga Tentang Stunting | Jurnal Pengabdian Kesehatan... jurnal.htp.ac.id/index.php/jpkk/article/view/966Penyuluhan Kesehatan Berpengaruh Terhadap Pengetahuan Keluarga Tentang Stunting Jurnal Pengabdian Kesehatan jurnal htp ac index php jpkk article view 966
  2. Faktor-Faktor yang Berhubungan dengan Kejadian Stunting pada Balita di Indonesia | Open Access Jakarta... doi.org/10.53801/oajjhs.v1i3.23Faktor Faktor yang Berhubungan dengan Kejadian Stunting pada Balita di Indonesia Open Access Jakarta doi 10 53801 oajjhs v1i3 23
  3. Penyuluhan Pencegahan Stunting dan Pendampingan Parenting bagi Masyarakat Desa Ketro | Jurnal Abdidas.... abdidas.org/index.php/abdidas/article/view/470Penyuluhan Pencegahan Stunting dan Pendampingan Parenting bagi Masyarakat Desa Ketro Jurnal Abdidas abdidas index php abdidas article view 470
  4. Pemetaan mobilitas penduduk di kawasan pinggiran Kota Bandung | Somantri | Majalah Geografi Indonesia.... doi.org/10.22146/mgi.70636Pemetaan mobilitas penduduk di kawasan pinggiran Kota Bandung Somantri Majalah Geografi Indonesia doi 10 22146 mgi 70636
Read online
File size375.22 KB
Pages14
DMCAReport

Related /

ads-block-test