UYPUYP

JURNAL HERITAGEJURNAL HERITAGE

Keberagaman budaya Indonesia merupakan modal sosial yang penting untuk memperkuat karakter generasi muda yang inklusif, toleran, dan nasionalis. Penelitian ini bertujuan untuk mengevaluasi implementasi Modul Nusantara dalam Program Pertukaran Mahasiswa Merdeka (PMM) 4 di Institut Desain dan Bisnis Bali (IDB Bali). Penelitian ini menggunakan pendekatan kualitatif eksploratif dengan teknik pengumpulan data berupa wawancara mendalam, observasi partisipatif, dan analisis dokumentasi. Teori multikulturalisme dan interaksi simbolik digunakan sebagai kerangka utama, didukung oleh teori kognitif komunikasi, dan kompetensi komunikasi antarbudaya. Hasil penelitian menunjukkan bahwa kegiatan Modul Nusantara yang terdiri dari aktivitas kebinekaan, refleksi, dan kontribusi sosial, berhasil mengenalkan nilai-nilai budaya lokal Bali, khususnya filosofi Tri Hita Karana. Mahasiswa mengenal budaya secara konseptual dan mengalami proses internalisasi nilai melalui interaksi langsung dan pengalaman kolektif.

Program Pertukaran Mahasiswa Merdeka (PMM) 4 melalui Modul Nusantara di IDB Bali berhasil menjadi platform pembelajaran multikultural yang efektif, memperkenalkan nilai-nilai budaya Bali melalui aktivitas berbasis pengalaman.Pendekatan yang menggabungkan teori Multikulturalisme, Interaksi Simbolik, dan Kognitif Sosial membantu mahasiswa membangun karakter toleran, inklusif, dan nasionalis.Keberhasilan program ini menunjukkan pentingnya pendidikan berbasis budaya lokal dalam menghadapi tantangan global sekaligus melestarikan warisan budaya.

Penelitian lanjutan dapat mengkaji dampak jangka panjang Modul Nusantara terhadap kompetensi komunikasi antarbudaya mahasiswa. Selain itu, perlu dilakukan perbandingan implementasi modul ini di berbagai universitas Indonesia untuk mengidentifikasi faktor adaptabilitas dan praktik terbaik. Riset juga dapat mengeksplorasi penggunaan platform digital untuk meningkatkan aksesibilitas dan interaktivitas Modul Nusantara, terutama bagi peserta yang tidak dapat hadir secara langsung. Studi ini juga dapat mengembangkan indikator evaluasi yang lebih komprehensif untuk mengukur keberhasilan program dalam memperkuat identitas nasional dan kesadaran budaya lokal. Selain itu, penelitian tentang peran mentor atau fasilitator dalam memfasilitasi proses internalisasi nilai budaya dapat menjadi arah baru. Terakhir, perlu diteliti bagaimana modul ini dapat diintegrasikan dengan kurikulum nasional untuk memperkuat pendidikan multikultural secara sistematis.

  1. Teori Kognitif Sosial Albert Bandura (Studi Kritis Dalam Menjawab Problem Pembelajaran di Mi) | Auladuna:... ejournal.uas.ac.id/index.php/auladuna/article/view/235Teori Kognitif Sosial Albert Bandura Studi Kritis Dalam Menjawab Problem Pembelajaran di Mi Auladuna ejournal uas ac index php auladuna article view 235
  2. IDENTIFIKASI SIGNIFIKANSI BUDAYA (CULTURAL SIGNIFICANCE) PADA PERMUKIMAN TEPIAN SUNGAI MUSI DI KOTA PALEMBANG... doi.org/10.37253/jad.v3i2.7297IDENTIFIKASI SIGNIFIKANSI BUDAYA CULTURAL SIGNIFICANCE PADA PERMUKIMAN TEPIAN SUNGAI MUSI DI KOTA PALEMBANG doi 10 37253 jad v3i2 7297
Read online
File size1.07 MB
Pages10
DMCAReport

Related /

ads-block-test