APPISIAPPISI

Tamasya : Jurnal Pariwisata IndonesiaTamasya : Jurnal Pariwisata Indonesia

Permintaan masyarakat terhadap produk pangan sehat, rendah gluten dan tinggi serat mendorong inovasi pada industri bakery. Penelitian ini bertujuan untuk membandingkan tekstur dan cita rasa brownies berbasis tepung mocaf (Modified Cassava Flour) dan tepung gandum hitam dengan metode pengolahan kukus dan panggang, serta menentukian formulasi yang memiliki mutu organoleptik terbaik. Tepung mocaf dipilih karena bebas gluten, indeks glikemik rendah dan berbahan baku lokal, sedangkan tepung gandum hitam kaya serat, pigmen antosianin dan antioksidan dan bermanfaat bagi kesehatan. Penelitian ini menggunakan rancangan eksperimen dengan tiga variasi proporsi mocaf:gandum hitam (75:25, 50:50, 25:75) dan dua metode pengolahan. Uji organoleptik hedonik dilakukan oleh 36 panelis terhadap aroma, rasa, tekstur dan penerimaan keseluruhan dengan skala likert 1-7. Hasil menunjukkan metode pengolahan dan proporsi tepung berpengaruh signifikan terhadap mutu organoleptik. Brownies kukus memiliki tekstur yang lebih lembut, sedangkan panggang menghasilkan aroma dan rasa lebih kuat. Rasio 50:50 mencapai keseimbangan terbaik di semua metrik sensorik.

Tepung mocaf bebas gluten, rendah protein, tinggi serat, indeks glikemil rendah (50-60) dan pati resisten menghasilkan brownies dengan tekstur lebih lembut jika dikukus, tetapi mudah hancur jika dipanggang.Tepung rye tinggi serat sebanyak (12-15%), protein, mineral, dan senyawa bioaktif menghasilkan brownies dengan tekstur padat dan rasa unik, sedikit pahit, pemanggangan menghasilkan struktur lebih padat, pengukusan menghasilkan tekstur lebih lembap.Pemanggangan menghasilkan aroma dan tekstur yang lebih disukai daripada pengukusan dengan persenan sebanyak 44,4%.Pengukusan menghasilkan tekstur yang lebih lembut dan lembap dipanggang dengan persenan 41,7%.rye) lebih disukai pada brownies kukus karena menghasilkan tekstur yang lebih lembut dengan persenan 38,9%, rasa yang lebih ringan dan aroma 44,4%.rye) lebih disukai dalam brownies panggang karena menghasilkan tekstur yang padat dengan persenan 41,7% dan aroma yang kuat dengan persenan 41,7%.

Berdasarkan hasil penelitian, disarankan untuk mengembangkan lebih lanjut resep brownies kukus dengan perbandingan 75:25 dan brownies panggang dengan perbandingan 25:75, yang menunjukkan potensi besar untuk dipasarkan. Untuk mengoptimalkan rasa, penelitian lebih lanjut dapat dilakukan dengan memodifikasi resep, termasuk pemilihan pemanis atau komponen penting lainnya, untuk menyeimbangkan kepahitan dalam tepung gandum hitam. Selain itu, penelitian lanjutan juga dapat mencakup analisis fisik dan kimia yang lebih luas, seperti pengukuran tingkat serat, kandungan protein, dan tekstur, untuk mendukung temuan tes organoleptik. Untuk meningkatkan daya rekat adonan, terutama saat menggunakan tepung mocaf dalam persentase besar, disarankan untuk melakukan penelitian dengan menambahkan berbagai bahan pengikat alami. Penelitian mendatang juga dapat mengkaji dampak metode pengolahan lain, seperti pengukusan bertekanan atau pemanggangan pada suhu yang berbeda, untuk memaksimalkan tekstur dan rasa brownies.

  1. Characteristics of Distinct Dietary Patterns in Rural Bangladesh: Nutrient Adequacy and Vulnerability... mdpi.com/2072-6643/13/6/2049Characteristics of Distinct Dietary Patterns in Rural Bangladesh Nutrient Adequacy and Vulnerability mdpi 2072 6643 13 6 2049
  2. Global, Regional, and National Estimates of Nutritional Deficiency Burden among Reproductive Women from... mdpi.com/2072-6643/14/4/832Global Regional and National Estimates of Nutritional Deficiency Burden among Reproductive Women from mdpi 2072 6643 14 4 832
  3. Studi Perbandingan Tekstur dan Cita Rasa Brownies Kukus dan Panggang Berbasis Tepung Mocaf dan Tepung... doi.org/10.62383/tamasya.v2i3.661Studi Perbandingan Tekstur dan Cita Rasa Brownies Kukus dan Panggang Berbasis Tepung Mocaf dan Tepung doi 10 62383 tamasya v2i3 661
Read online
File size306.37 KB
Pages8
DMCAReport

Related /

ads-block-test