UNIMUDASORONGUNIMUDASORONG

FRASA: Jurnal Keilmuan, Bahasa, Sastra, dan PengajarannyaFRASA: Jurnal Keilmuan, Bahasa, Sastra, dan Pengajarannya

Penelitian ini menganalisis unsur-unsur etno-stilistika dalam kumpulan puisi Bantalku Ombak Selimutku Angin karya Zawawi Imron. Kajian ini berfokus pada bagaimana ciri khas kebahasaan, budaya, dan nilai-nilai lokal masyarakat Madura terungkap melalui gaya bahasa, diksi, dan citraan puisi. Metode yang digunakan adalah analisis deskriptif kualitatif dengan pendekatan etno-stilistika untuk mengidentifikasi kekhasan linguistik dan kearifan lokal dalam teks puisi. Hasil penelitian menunjukkan bahwa Zawawi Imron memanfaatkan metafora, simbol alam, dan kosakata khas Madura untuk menyampaikan identitas kultural, spiritualitas, serta hubungan harmonis manusia dengan alam. Penelitian ini juga mengungkap bagaimana stilistika puisi tersebut merefleksikan nilai-nilai filosofis dan sosioreligius masyarakat pesisir Madura. Temuan ini memperkaya pemahaman tentang sastra etnis dan peran puisi sebagai medium pelestarian budaya.

Melalui pendekatan etno-stilistika, puisi-puisi Zawawi Imron dalam kumpulan Bantalku Ombak Selimutku Angin tidak hanya menonjolkan keindahan bahasa, tetapi juga berperan sebagai medium ekspresi dan penguatan identitas budaya Madura.Gaya bahasanya yang kaya metafora maritim, diksi lokal, serta penggabungan tradisi lisan Madura dengan struktur puisi modern, merefleksikan nilai-nilai seperti ketangguhan dan kearifan hidup.Dengan demikian, karya-karya ini menjadi dokumen kultural penting yang merekam nilai, kepercayaan, dan pandangan hidup masyarakat Madura, menunjukkan bahwa estetika bahasanya terintegrasi erat dengan konteks budayanya.

Mengingat kekayaan temuan etno-stilistika dalam satu kumpulan puisi ini, penelitian lanjutan dapat memperluas cakupan dengan mengkaji seluruh korpus karya Zawawi Imron lainnya. Sebuah studi komparatif dapat dilakukan untuk menganalisis bagaimana penggunaan metafora, simbolisme maritim, dan diksi khas Madura berkembang atau berubah seiring waktu dalam keseluruhan puisinya, sehingga kita dapat memahami evolusi pemikirannya mengenai identitas kultural dan spiritualitas masyarakat pesisir. Selain itu, penting juga untuk mengeksplorasi bagaimana puisi-puisi ini diterima dan dimaknai oleh masyarakat Madura secara langsung, terutama dari kalangan komunitas pesisir yang nilai-nilainya menjadi fokus utama. Pertanyaan penelitian seperti: Bagaimana masyarakat lokal menginterpretasikan pesan-pesan filosofis dan nilai-nilai budaya yang terkandung dalam puisi-puisi tersebut dalam kehidupan sehari-hari mereka? dapat memberikan wawasan mendalam tentang peran sastra sebagai agen pelestarian dan transmisi budaya secara aktif. Terakhir, untuk konteks yang lebih luas, akan menarik untuk melakukan studi etno-stilistika lintas budaya dengan membandingkan puisi maritim Madura dengan karya sastra pesisir dari daerah lain di Indonesia atau Asia Tenggara. Penelitian ini berpotensi mengungkapkan persamaan dan perbedaan dalam merepresentasikan hubungan manusia dengan laut, kearifan lokal, dan tantangan hidup di lingkungan maritim yang kaya akan simbolisme, serta sejauh mana identitas budaya tertentu memengaruhi ekspresi artistik dalam sastra.

Read online
File size244.42 KB
Pages5
DMCAReport

Related /

ads-block-test