PPS IBRAHIMYPPS IBRAHIMY
Jurnal Pendidikan Islam IndonesiaJurnal Pendidikan Islam IndonesiaPenelitian pengembangan ini bertujuan untuk: (1) menghasilkan instrumen penilaian Higher Order Thinking Skills (HOTS) mata pelajaran PAI kelas X SMK Ibrahimy 2 Sukorejo Situbondo dan (2) mengetahui kelayakan instrumen penilaian HOTS tersebut berdasarkan hasil uji coba siswa. Penelitian ini menggunakan model pengembangan 4D. Berdasarkan analisis buku paket PAI dan pembuatan soal oleh guru, diketahui bahwa soal-soal yang ada belum mampu mengukur kemampuan berpikir tingkat tinggi (HOT). Kemampuan siswa masih relatif rendah ditunjukkan dari soal-soal yang masih level 1, 2, dan 3, sedangkan soal HOT berada pada ranah kognitif C4, C5, dan C6.
Penelitian ini berhasil mengembangkan instrumen penilaian Higher Order Thinking Skills (HOTS) untuk mata pelajaran PAI yang relevan dengan teori-teori yang ada.Instrumen yang dihasilkan layak digunakan berdasarkan penilaian ahli, dengan skor rata-rata menunjukkan kelayakan yang baik.Pengembangan instrumen ini diharapkan dapat membantu guru dalam meningkatkan kemampuan berpikir tingkat tinggi siswa PAI di SMK.
Berdasarkan hasil penelitian, terdapat beberapa saran penelitian lanjutan yang dapat dilakukan. Pertama, perlu dilakukan penelitian lebih lanjut mengenai efektivitas penggunaan instrumen HOTS yang telah dikembangkan dalam meningkatkan kemampuan berpikir kritis dan kreatif siswa PAI. Kedua, penelitian dapat difokuskan pada pengembangan instrumen penilaian HOTS untuk materi PAI yang lebih variatif dan kontekstual, misalnya dengan memanfaatkan teknologi atau media pembelajaran yang interaktif. Ketiga, disarankan untuk meneliti perbedaan efektivitas instrumen HOTS dengan metode penilaian tradisional pada hasil belajar dan motivasi belajar siswa PAI. Penelitian ini diharapkan dapat memberikan kontribusi signifikan dalam peningkatan kualitas pendidikan agama Islam, terutama dalam pengembangan kemampuan berpikir tingkat tinggi peserta didik, yang tidak hanya menguasai materi secara hafalan, namun mampu mengaplikasikan, menganalisis, mengevaluasi, dan menciptakan solusi atas permasalahan yang dihadapi, sehingga mampu mengamalkan nilai-nilai agama dalam kehidupan sehari-hari secara utuh dan kontekstual.
| File size | 190.14 KB |
| Pages | 8 |
| DMCA | Report |
Related /
STITMUBASTITMUBA Makalah ini membahas implementasi Model Pembelajaran Focus Explore Reflect and Apply (FERA) untuk Meningkatkan Kemampuan Berpikir Kritis Siswa pada MataMakalah ini membahas implementasi Model Pembelajaran Focus Explore Reflect and Apply (FERA) untuk Meningkatkan Kemampuan Berpikir Kritis Siswa pada Mata
STAI AL-HIDAYAHSTAI AL-HIDAYAH Guru yang kompeten dan cerdas akan mampu melaksanakan amanat dalam mengajar siswa secara profesional dan bertanggung jawab. Kompetensi pedagogik merupakanGuru yang kompeten dan cerdas akan mampu melaksanakan amanat dalam mengajar siswa secara profesional dan bertanggung jawab. Kompetensi pedagogik merupakan
ALMARHALAHALMARHALAH Dengan menggunakan media digital seperti e-learning, aplikasi pembelajaran, media sosial, dan AI (Artificial Intelligence), pembelajaran menjadi lebihDengan menggunakan media digital seperti e-learning, aplikasi pembelajaran, media sosial, dan AI (Artificial Intelligence), pembelajaran menjadi lebih
JURNALP4IJURNALP4I Selain itu, nilai rata-rata hasil belajar juga mengalami kenaikan yang konsisten setiap pertemuan, dari 43% menjadi 81%. Dengan demikian, model PIJAR terbuktiSelain itu, nilai rata-rata hasil belajar juga mengalami kenaikan yang konsisten setiap pertemuan, dari 43% menjadi 81%. Dengan demikian, model PIJAR terbukti
PTIQPTIQ Implementasi nilai-nilai moderasi beragama dalam pembelajaran Pendidikan Agama Islam (PAI) di SMAN 2 Sape menunjukkan efektivitas yang cukup signifikanImplementasi nilai-nilai moderasi beragama dalam pembelajaran Pendidikan Agama Islam (PAI) di SMAN 2 Sape menunjukkan efektivitas yang cukup signifikan
STIEPARISTIEPARI Teknik pengumpulan data dalam penelitian ini adalah dengan menggunakan angket atau kuisioner. Informan dalam penelitian ini adalah siswa kelas XI MIPATeknik pengumpulan data dalam penelitian ini adalah dengan menggunakan angket atau kuisioner. Informan dalam penelitian ini adalah siswa kelas XI MIPA
IPM2KPEIPM2KPE Penelitian ini bertujuan untuk mengetahui penerapan metode The Learning Cell pada mata pelajaran PAI materi menceritakan kisah Nabi dapat meningkatkanPenelitian ini bertujuan untuk mengetahui penerapan metode The Learning Cell pada mata pelajaran PAI materi menceritakan kisah Nabi dapat meningkatkan
EKASAKTIEKASAKTI Penelitian ini dimotivasi oleh fakta bahwa pembelajaran IPA pada kelas enam masih menjadi kendala. Salah satu penyebabnya adalah penerapan metode pembelajaranPenelitian ini dimotivasi oleh fakta bahwa pembelajaran IPA pada kelas enam masih menjadi kendala. Salah satu penyebabnya adalah penerapan metode pembelajaran
Useful /
STITMUBASTITMUBA Metode Giving Questions and Getting Answer terbukti efektif dalam meningkatkan keaktifan siswa kelas XI di MA Al-Mukhlisin Kampao. Penerapan metode iniMetode Giving Questions and Getting Answer terbukti efektif dalam meningkatkan keaktifan siswa kelas XI di MA Al-Mukhlisin Kampao. Penerapan metode ini
HAMZANWADIHAMZANWADI Subjek penelitian delapan siswa autis tingkat SMP di SLB Bina Autis Mandiri, Indonesia. Data dikumpulkan melalui lembar aktivitas siswa, observasi, wawancara,Subjek penelitian delapan siswa autis tingkat SMP di SLB Bina Autis Mandiri, Indonesia. Data dikumpulkan melalui lembar aktivitas siswa, observasi, wawancara,
PPS IBRAHIMYPPS IBRAHIMY Implementasi istiqomah terwujud dalam perawatan yang konsisten, meliputi pemupukan, pengairan, dan pengobatan. Motivasi petani utama adalah tingginya nilaiImplementasi istiqomah terwujud dalam perawatan yang konsisten, meliputi pemupukan, pengairan, dan pengobatan. Motivasi petani utama adalah tingginya nilai
PPS IBRAHIMYPPS IBRAHIMY Pada era reformasi, keterbukaan, dan globalisasi, untuk mempertahankan kualitas lulusan pesantren, sangatlah penting agar kepemimpinan pesantren diprioritaskanPada era reformasi, keterbukaan, dan globalisasi, untuk mempertahankan kualitas lulusan pesantren, sangatlah penting agar kepemimpinan pesantren diprioritaskan