UNRAMUNRAM
PROGRES PENDIDIKANPROGRES PENDIDIKANAsesmen adalah proses pemberian atau penentuan nilai pada suatu objek tertentu berdasarkan kriteria tertentu (Sudjana, 2006). Menurut Merrens dan Lehmans dalam Purwanto (2006), asesmen adalah proses perencanaan, perolehan, dan penyelesaian informasi yang sangat diperlukan untuk membuat keputusan alternatif. Winkel (2009:535) berpendapat bahwa asesmen adalah penentuan tingkat kualitas prestasi belajar siswa berdasarkan norma, tolok ukur, atau kriteria tertentu. Tujuan penelitian ini adalah 1) mendeskripsikan langkah-langkah pelaksanaan tes kemampuan siswa dalam menyelesaikan soal matematika tipe TIMSS dan PISA di sekolah menengah pertama, 2) mendeskripsikan hasil analisis kemampuan siswa dalam menyelesaikan soal matematika tipe TIMSS dan PISA, dan 3) mendeskripsikan faktor pendukung dan penghambat siswa dalam menyelesaikan soal matematika tipe TIMSS dan PISA. Penelitian ini dilaksanakan di SMP Negeri 1 Sidomulyo dengan siswa kelas IXC sebagai sumber data. Teknik penelitian yang digunakan adalah observasi, wawancara, dan tes. Hasil penelitian menunjukkan bahwa 1) langkah-langkah pelaksanaan tes kemampuan siswa dalam menyelesaikan soal matematika tipe TIMSS dan PISA di SMP Negeri 1 Sidomulyo dapat diketahui melalui tahapan persiapan, pengumpulan data, analisis, dan kemampuan siswa dalam mengerjakan soal, serta analisis kemampuan berdasarkan kategori literasi dan tingkatan yang telah ditetapkan; 2) hasil analisis kemampuan siswa dalam menyelesaikan soal matematika tipe PISA meliputi kelompok kemampuan penguasaan konten matematika, kemampuan penguasaan proses matematika, dan kemampuan penguasaan konteks matematika untuk menyelesaikan soal tipe TIMSS dan PISA; 3) faktor pendukung meliputi kesiapan siswa, kemampuan siswa, pendekatan PMRI, dan materi yang diajarkan, sedangkan faktor penghambat meliputi variasi soal, pelaksanaan tes, dan materi yang dipilih.
Studi ini mengulas asesmen siswa SMP menggunakan domain TIMSS yang selaras dengan kurikulum matematika (geometri, data, probabilitas, aljabar) dan dimensi kognitif (mengetahui, menerapkan, menalar), serta perannya dalam mengukur kemampuan siswa menyelesaikan masalah kompleks.Tingkat kemahiran matematika PISA sangat penting untuk mengevaluasi sistem pendidikan suatu negara, mengukur kemampuan siswa menerapkan konsep matematika dalam situasi nyata, dan mendorong revisi kurikulum.Hasil penelitian menunjukkan bahwa siswa cenderung berada pada level 1 dan 2 dalam PISA, menyoroti pentingnya asesmen yang tidak hanya menguji jawaban tetapi juga proses berpikir dan kemampuan justifikasi siswa.
Penelitian lanjutan dapat berfokus pada eksplorasi mendalam efektivitas pendekatan PMRI (Pendidikan Matematika Realistik Indonesia) dalam meningkatkan literasi matematika siswa SMP, khususnya untuk soal tipe TIMSS dan PISA yang menuntut penalaran dan penerapan konsep. Pertanyaan penelitian dapat diarahkan pada sejauh mana implementasi PMRI secara konsisten dapat menggeser mayoritas siswa dari level PISA rendah (1-2) menuju level yang lebih tinggi, dengan membandingkan hasil antara kelompok intervensi dan kontrol. Selain itu, mengingat temuan faktor penghambat seperti variasi soal yang kompleks dan kejenuhan siswa akibat tes berulang, penting untuk meneliti desain asesmen matematika tipe TIMSS dan PISA yang lebih optimal. Studi ini bisa mengkaji format soal yang inovatif dan relevan dengan konteks siswa namun tetap menantang, serta mencari pola frekuensi dan durasi tes yang tidak menimbulkan kelelahan, melainkan memfasilitasi peningkatan pemahaman. Terakhir, untuk mengatasi profil kemampuan PISA siswa yang masih rendah, perlu dipertimbangkan penelitian longitudinal. Penelitian tersebut dapat menelusuri dampak jangka panjang dari program intervensi pembelajaran matematika yang terstruktur, seperti integrasi kurikulum dengan standar PISA/TIMSS atau pengembangan profesional guru yang berkelanjutan, terhadap peningkatan kemampuan literasi matematika siswa secara signifikan selama beberapa tahun ajaran. Ini akan memberikan wawasan komprehensif mengenai strategi terbaik untuk mengangkat kualitas pendidikan matematika di Indonesia.
| File size | 372.28 KB |
| Pages | 9 |
| DMCA | Report |
Related /
UNIMEDUNIMED Subjek penelitian terdiri dari dua kelas XI, yakni kelas eksperimen yang menerapkan model PjBL berbasis ekonomi dan kelas kontrol dengan metode konvensional.Subjek penelitian terdiri dari dua kelas XI, yakni kelas eksperimen yang menerapkan model PjBL berbasis ekonomi dan kelas kontrol dengan metode konvensional.
UNIMEDUNIMED Hasil penelitian ini adalah: (1) Pada tes awal, hanya 1 siswa (2,2%) yang mencapai penguasaan kelas dan skor rata-rata kemampuan siswa berada pada kategoriHasil penelitian ini adalah: (1) Pada tes awal, hanya 1 siswa (2,2%) yang mencapai penguasaan kelas dan skor rata-rata kemampuan siswa berada pada kategori
UNIMEDUNIMED Penelitian ini mengkaji peningkatan kemampuan spasial dan proses jawaban siswa dalam menyelesaikan masalah spasial sebagai pengaruh implementasi pendekatanPenelitian ini mengkaji peningkatan kemampuan spasial dan proses jawaban siswa dalam menyelesaikan masalah spasial sebagai pengaruh implementasi pendekatan
UNIMEDUNIMED Tahap selanjutnya yakni LKPD diujicobakan pada tahap kepraktisan terhadap kepraktisan guru. Berdasarkan hasil uji coba kelompok kecil (small group) yangTahap selanjutnya yakni LKPD diujicobakan pada tahap kepraktisan terhadap kepraktisan guru. Berdasarkan hasil uji coba kelompok kecil (small group) yang
UNIMEDUNIMED Penelitian ini menyimpulkan bahwa kecerdasan spasial memiliki pengaruh positif yang signifikan terhadap prestasi belajar matematika siswa kelas XI di MANPenelitian ini menyimpulkan bahwa kecerdasan spasial memiliki pengaruh positif yang signifikan terhadap prestasi belajar matematika siswa kelas XI di MAN
UNIMEDUNIMED Keselarasan antara tari rodat dengan materi matematika sebagai pengembangan media ajar yang dikaitkan dengan budaya lokal, sehingga peserta didik bisaKeselarasan antara tari rodat dengan materi matematika sebagai pengembangan media ajar yang dikaitkan dengan budaya lokal, sehingga peserta didik bisa
UNIMEDUNIMED Penelitian ini bertujuan untuk menganalisis kendala-kendala yang dihadapi guru dalam menyusun soal penalaran matematis pada materi geometri di kelas 4.Penelitian ini bertujuan untuk menganalisis kendala-kendala yang dihadapi guru dalam menyusun soal penalaran matematis pada materi geometri di kelas 4.
UNIMEDUNIMED Kesulitan ini utamanya terjadi pada tahap memahami konteks soal dan menerjemahkannya ke dalam model matematika. Pembahasan hasil penelitian menunjukkanKesulitan ini utamanya terjadi pada tahap memahami konteks soal dan menerjemahkannya ke dalam model matematika. Pembahasan hasil penelitian menunjukkan
Useful /
UNSRIUNSRI Secara kualitatif, responden menekankan pentingnya passion, lingkungan kerja yang mendukung kesehatan mental, dan fleksibilitas waktu. Temuan ini menunjukkanSecara kualitatif, responden menekankan pentingnya passion, lingkungan kerja yang mendukung kesehatan mental, dan fleksibilitas waktu. Temuan ini menunjukkan
UNSRIUNSRI Tokoh utama Made, seorang dalang muda pewaris tradisi leluhur menghadapi dilema antara mempertahankan nilai-nilai adat dan menerima pengaruh budaya luarTokoh utama Made, seorang dalang muda pewaris tradisi leluhur menghadapi dilema antara mempertahankan nilai-nilai adat dan menerima pengaruh budaya luar
UNRAMUNRAM Skor rata-rata pada baseline-2 menunjukkan peningkatan yang signifikan dibandingkan dengan baseline-1 sebelum intervensi. Hasil ini menunjukkan bahwa mediaSkor rata-rata pada baseline-2 menunjukkan peningkatan yang signifikan dibandingkan dengan baseline-1 sebelum intervensi. Hasil ini menunjukkan bahwa media
UNRAMUNRAM Mereka juga diharapkan mengelola kepribadian mereka secara bertanggung jawab sambil mematuhi semua aturan, norma, disiplin, dan standar etika. Dengan demikian,Mereka juga diharapkan mengelola kepribadian mereka secara bertanggung jawab sambil mematuhi semua aturan, norma, disiplin, dan standar etika. Dengan demikian,