UNISSULAUNISSULA

Jurnal Pendidikan Sultan AgungJurnal Pendidikan Sultan Agung

Konsep pendidikan jarak jauh dengan menggunakan teknologi data serta komunikasi sejalan dengan pertumbuhan e- learning di Indonesia yang telah diadopsi oleh institusi pembelajaran. Artikel bertujuan untuk mendeskripsikan implementasi blended learning pada mata pelajaran pendidikan jasmani, olahraga dan kesehatan di era pandemi berdasarkan minat belajar siswa SMA Negeri 6 Semarang. Penelitian ini berjenis diskriptif kualitatif. Data dikumpulkan melalui observasi dan angket dengan pilihan jawaban diperbolehkan lebih dari satu opsi. Populasi penelitian ini adalah siswa SMA 6 Semarang dan sampel penelitian menggunakan random sampling sebanyak 99 siswa. Hasil penelitian ini menunjukkan protokol kesehatan diterapkan dengan baik pada proses belajar tatap muka sedangkan persentase kemudahan penggunaan platform digital dalam proses belajar berdasarkan minat belajar siswa SMA Negeri 6 Semarang adalah WhatsApp sebesar 73,3%, Google Meet sebesar 62,6%, platform Smansix e‑learning sebesar 38,4%, YouTube sebesar 25,3%, dan Zoom sebesar 12,1%. Penelitian ini menampilkan implikasi sederhana acuan kegiatan dan pelaksanaan blended learning pada pembelajaran Pendidikan Jasmani, Olahraga, dan Kesehatan pada era pandemi.

Kunci penerapan blended learning adalah menggabungkan pembelajaran langsung (PTM terbatas) dan daring secara sinkron, dengan guru mengkombinasikan platform yang dikuasai siswa dan pengajar.Implementasi blended learning pada PJOK di SMA Negeri 6 Semarang berjalan sesuai protokol kesehatan dengan baik.Platform digital yang paling diminati siswa adalah WhatsApp Group (73,3%), diikuti Google Meet (62,6%), Smansix e‑learning (38,4%), YouTube (25,3%), dan Zoom (12,1%).

Penelitian selanjutnya dapat mengkaji bagaimana integrasi aplikasi mobile berbasis gamifikasi ke dalam model blended learning PJOK memengaruhi motivasi belajar dan penguasaan keterampilan motorik siswa, dengan menggunakan desain eksperimen kuasi‑eksperimental. Selanjutnya, perlu dilakukan perbandingan efektivitas komponen sinkronus versus asinkronus dalam blended learning PJOK terhadap hasil belajar pada siswa dari latar belakang sosial‑ekonomi yang beragam, sehingga dapat mengidentifikasi strategi pembelajaran yang paling inklusif. Akhirnya, studi lintas wilayah yang mengevaluasi skalabilitas model blended learning PJOK pada sekolah menengah atas di daerah berbeda dapat menelaah kesiapan guru, ketersediaan infrastruktur, dan tingkat keterlibatan siswa, guna menghasilkan pedoman implementasi yang dapat digeneralisasikan secara nasional.

  1. PEMBELAJARAN PENDIDIKAN OLAHRAGA BERBASIS BLENDED LEARNING UNTUK SEKOLAH MENENGAH ATAS | Jurnal Kejaora... ejournal.unibabwi.ac.id/index.php/kejaora/article/view/1222PEMBELAJARAN PENDIDIKAN OLAHRAGA BERBASIS BLENDED LEARNING UNTUK SEKOLAH MENENGAH ATAS Jurnal Kejaora ejournal unibabwi ac index php kejaora article view 1222
  2. Pengembangan multimedia pembelajaran matematika sebagai upaya mendukung proses pembelajaran blended learning... journal.uny.ac.id/index.php/jitp/article/view/35028Pengembangan multimedia pembelajaran matematika sebagai upaya mendukung proses pembelajaran blended learning journal uny ac index php jitp article view 35028
  3. Pemilihan Platform Media Pembelajaran Online Pada Masa New Normal | Hakim | Justek : Jurnal Sains dan... journal.ummat.ac.id/index.php/justek/article/view/3516Pemilihan Platform Media Pembelajaran Online Pada Masa New Normal Hakim Justek Jurnal Sains dan journal ummat ac index php justek article view 3516
  4. Efektivitas blended learning dalam inovasi pendidikan era industri 4.0 pada mata kuliah teori tes klasik... journal.uny.ac.id/index.php/jitp/article/view/27259Efektivitas blended learning dalam inovasi pendidikan era industri 4 0 pada mata kuliah teori tes klasik journal uny ac index php jitp article view 27259
Read online
File size1.11 MB
Pages14
DMCAReport

Related /

ads-block-test