PPS IBRAHIMYPPS IBRAHIMY

Jurnal Pendidikan Islam IndonesiaJurnal Pendidikan Islam Indonesia

Pendidikan pondok pesantren merupakan komunitas asrama yang terbentuk di bawah kepemimpinan seorang kiai, dibantu oleh satu atau beberapa ustadz (guru) yang tinggal di sekitar area santri, dengan masjid atau surau sebagai pusat pendidikan dan ibadah, ruang belajar sebagai sarana kegiatan belajar mengajar, serta pondok sebagai tempat tinggal santri. Kegiatan pendidikan diatur sesuai dengan peraturan pesantren dan berdasarkan prinsip agama. Pada era reformasi, keterbukaan, dan globalisasi, untuk mempertahankan kualitas lulusan pesantren, sangatlah penting agar kepemimpinan pesantren diprioritaskan pada profesionalisme sehingga implementasi pendidikan pesantren yang mengarah pada jaminan kualitas lulusan selalu terjaga, dan diharapkan pesantren terus dapat menghasilkan generasi yang mampu eksis dalam berbagai kehidupan masyarakat.

Pesantren perlu dikelola secara profesional sebagai lembaga pendidikan untuk menjaga kualitas lulusannya yang hingga kini berkontribusi baik dalam masyarakat.Perubahan ini harus diawali dengan transformasi pola kepemimpinan dari yang tradisional ke pola yang lebih mengedepankan profesionalisme, meskipun bukan berarti mengganti pemimpinnya.Tuntutan perkembangan zaman mengharuskan pesantren melakukan perubahan, termasuk dalam sistem kepemimpinannya, berdasarkan pertimbangan keagamaan dan sosial komunitas pesantren.

Saran penelitian lanjutan dapat dikembangkan ke beberapa arah yang menjawab dinamika pesantren kontemporer. Pertama, bagaimana model kepemimpinan profesional kiai yang efektif dapat diimplementasikan tanpa mengikis nilai-nilai tradisional dan kharisma personal yang menjadi ciri khas relasi kiai-santri? Penelitian ini dapat mengeksplorasi integrasi prinsip manajemen modern dengan nilai-nilai kepesantrenan. Kedua, studi dapat difokuskan pada pengembangan kurikulum hibrida yang secara seimbang memperkuat kompetensi keagamaan (tafaqquh fi al-din) dan keterampilan sains-teknologi yang relevan dengan kebutuhan pasar kerja, guna menjawab keraguan masyarakat mengenai kemampuan kerja lulusan pesantren. Ketiga, penelitian lebih lanjut dapat menyelidiki mekanisme kelembagaan dan sistem pengkaderan kepemimpinan pesantren untuk memastikan keberlangsungan dan regenerasi yang mulus, serta mengukur sejauh mana faktor kelenturan organisasi dan jaringan sosial pesantren mempengaruhi kapasitas inovasi dan adaptasinya di tengah arus perubahan sosial yang cepat.

Read online
File size229.86 KB
Pages20
DMCAReport

Related /

ads-block-test