UNJUNJ

Jurnal Sains GeografiJurnal Sains Geografi

Tren peningkatan partisipasi sekolah jenjang SLTA (SMA/SMK/MA) di Kabupaten Wonosobo berdampak pada meningkatnya kebutuhan fasilitas pendidikan, khususnya ruang belajar. Penelitian ini bertujuan menganalisis ketersediaan, proyeksi jumlah peserta didik, dan mengidentifikasi tambahan kebutuhan ruang belajar tahun 2029. Pendekatan yang digunakan kuantitatif-deskriptif. Hasil analisis menunjukkan terdapat 70 unit SLTA dengan daya layan beragam. Pada 2029, peserta didik diproyeksikan mencapai 36.448 jiwa, dengan distribusi mengikuti sebaran fasilitas tersedia. Kebutuhan ruang belajar meningkat seiring pertumbuhan peserta didik. Saat ini terdapat kekurangan dan kelebihan ruang belajar masing-masing 82 unit, dengan kekurangan dominan pada SLTA negeri. Tambahan kebutuhan ruang belajar 2029 diperkirakan sebanyak 156 unit, untuk pemerataan akses, jangkauan, dan mengurangi sentralitas, diperlukan pendirian SLTA negeri di Kecamatan Garung, Kejajar, dan Leksono.

Penelitian ini menyimpulkan bahwa ketersediaan fasilitas pendidikan SLTA di Kabupaten Wonosobo masih terbatas dan tidak merata.Proyeksi peserta didik tahun 2029 menunjukkan peningkatan kebutuhan ruang belajar, terutama di wilayah dengan pertumbuhan penduduk tinggi.Oleh karena itu, diperlukan upaya pemerataan layanan pendidikan melalui pembangunan SLTA negeri di Kecamatan Garung, Kejajar, dan Leksono untuk meningkatkan akses dan mengurangi kesenjangan.

Berdasarkan hasil penelitian, beberapa saran penelitian lanjutan dapat diajukan. Pertama, perlu dilakukan studi mendalam mengenai faktor-faktor non-geografis yang memengaruhi pilihan sekolah peserta didik, seperti kualitas guru, fasilitas pendukung, dan reputasi sekolah, untuk memberikan rekomendasi yang lebih komprehensif dalam perencanaan pemerataan fasilitas. Kedua, penelitian lebih lanjut dapat difokuskan pada analisis efisiensi pemanfaatan ruang belajar yang ada, termasuk potensi penggunaan ruang fleksibel atau model pembelajaran blended learning untuk mengoptimalkan daya tampung sekolah. Ketiga, penting untuk mengkaji dampak sosial dan ekonomi dari pembangunan SLTA baru di wilayah yang kurang terlayani, termasuk potensi peningkatan mobilitas penduduk, pertumbuhan ekonomi lokal, dan perubahan struktur sosial masyarakat. Penelitian ini dapat menggunakan metode campuran, menggabungkan data kuantitatif dari survei dan data sekunder dengan data kualitatif dari wawancara mendalam dan observasi partisipatif, untuk mendapatkan pemahaman yang lebih holistik dan kontekstual mengenai isu-isu tersebut. Dengan demikian, hasil penelitian dapat memberikan kontribusi yang signifikan bagi perumusan kebijakan pendidikan yang lebih efektif dan berkelanjutan di Kabupaten Wonosobo.

  1. Availability of Senior High School Education Facilities and Estimated Number of Students for Projected... journal.unj.ac.id/unj/index.php/jsg/article/view/59177Availability of Senior High School Education Facilities and Estimated Number of Students for Projected journal unj ac unj index php jsg article view 59177
  2. EVALUASI KECUKUPAN SPASIAL DAN PROYEKSI KEBUTUHAN SARANA PENDIDIKAN SEKOLAH MENENGAH PERTAMA | Seminar... prosiding.stis.ac.id/index.php/semnasoffstat/article/view/218EVALUASI KECUKUPAN SPASIAL DAN PROYEKSI KEBUTUHAN SARANA PENDIDIKAN SEKOLAH MENENGAH PERTAMA Seminar prosiding stis ac index php semnasoffstat article view 218
  1. #pemanfaatan ruang#pemanfaatan ruang
  2. #peserta didik#peserta didik
Read online
File size1.48 MB
Pages16
Short Linkhttps://juris.id/p-3rS
Lookup LinksGoogle ScholarGoogle Scholar, Semantic ScholarSemantic Scholar, CORE.ac.ukCORE.ac.uk, WorldcatWorldcat, ZenodoZenodo, Research GateResearch Gate, Academia.eduAcademia.edu, OpenAlexOpenAlex, Hollis HarvardHollis Harvard
DMCAReport

Related /

ads-block-test