UNIAUNIA

Maharot : Journal of Islamic EducationMaharot : Journal of Islamic Education

Artikel ini dimaksudkan untuk menjelaskan konsep pendidikan qalbu menurut Imam Ghazali. Metode kualitatif dengan berbasis library reseach digunakan untuk tujuan di atas dengan menempatkan teks sebagai sumber penelitian. Data yang diperoleh kemudian diolah dengan metode kualitatif, selanjutnya diinterpretasikan dengan metode deskriptif analitis. Berikut adalah rumusan hasilnya: puncak kesempurnaan manusia ialah seimbangnya peran akal dan hati dalam membina ruh manusia. Jadi sasaran inti dari pendidikan adalah kesempurnaan akhlaq manusia dengan cara membina ruhnya. Jadi pendidikan dikatakan sukses membidik sasaran sekiranya mampu mencetak manusia yang berakhlaq al-karimah. Akal dan qalb kedua merupakan potensi inner potensial yang berperan dalam ranah humanistik, baik yang berupa daya kognisi, persepsi, dan lainnya dalam upaya membentuk tatanan akhlaq yang baik.

Segala perbuatan yang manusia lakukan melibatkan adanya kerja hati dan akal sehat, karena sesungguhnya hati juga bisa melihat/ merasakan/ memahami benar atau tidaknya perbuatan yang dilakukan, sedangkan akal yang bekerja untuk mengimplementasikan perbuatan yang hendak dilakukan manusia.Oleh karena itu, Imam al-Ghazali mengintegrasikan antara akal dan hati untuk memperoleh kebahagiaan dunia dan akhirat.

Berdasarkan pemikiran al-Ghazali tentang pentingnya keseimbangan antara akal dan qalbu dalam pendidikan, penelitian lanjutan dapat difokuskan pada pengembangan model pendidikan yang secara konkret mengintegrasikan kedua aspek tersebut dalam kurikulum dan metode pembelajaran. Selain itu, perlu dilakukan studi mendalam mengenai bagaimana pendidikan qalbu dapat diimplementasikan dalam konteks pendidikan modern, khususnya dalam menghadapi tantangan degradasi moral dan spiritual di kalangan generasi muda. Penelitian lebih lanjut juga dapat mengkaji efektivitas berbagai metode yang dapat digunakan untuk membina ruh manusia, seperti melalui praktik ibadah, dzikir, atau refleksi diri, serta bagaimana metode-metode tersebut dapat diintegrasikan ke dalam proses pendidikan formal. Dengan demikian, diharapkan dapat dihasilkan model pendidikan yang holistik dan mampu menghasilkan generasi yang tidak hanya cerdas secara intelektual, tetapi juga memiliki akhlak yang mulia dan spiritualitas yang kuat.

  1. The Concept of Qalbu Education According to Imam Ghazali | Ulum | Maharot : Journal of Islamic Education.... doi.org/10.28944/maharot.v7i2.1405The Concept of Qalbu Education According to Imam Ghazali Ulum Maharot Journal of Islamic Education doi 10 28944 maharot v7i2 1405
  2. QALBU DALAM KAJIAN PSIKOLOGI ISLAM | Vivik Shofiah | Al-Fikra : Jurnal Ilmiah Keislaman. qalbu kajian... doi.org/10.24014/af.v18i1.7154QALBU DALAM KAJIAN PSIKOLOGI ISLAM Vivik Shofiah Al Fikra Jurnal Ilmiah Keislaman qalbu kajian doi 10 24014 af v18i1 7154
  1. #pendidikan qalbu#pendidikan qalbu
Read online
File size436.4 KB
Pages8
Short Linkhttps://juris.id/p-1IE
Lookup LinksGoogle ScholarGoogle Scholar, Semantic ScholarSemantic Scholar, CORE.ac.ukCORE.ac.uk, WorldcatWorldcat, ZenodoZenodo, Research GateResearch Gate, Academia.eduAcademia.edu, OpenAlexOpenAlex, Hollis HarvardHollis Harvard
DMCAReport

Related /

ads-block-test