STTMIGASSTTMIGAS

PETROGAS: Journal of Energy and TechnologyPETROGAS: Journal of Energy and Technology

Penelitian ini mengkaji pengaruh temperatur terhadap properties pada lumpur kcl polymer. Studi ini berfokus terhadap menjaga kestabilan nilai dari properties lumpur terpengaruh temperatur. Pada penelitian ini terdapat 5 variasi sampel. Pada sampel A dalam keadaan room temperature, sampel B1 terpengaruh 150°F, sampel B2 terpengaruh 200°F, sampel B3 terpengaruh 250°F, dan sampel C terpengaruh 250°F dan penambahan beberapa komposisi additif. Pada sampel B nilai properties mengalami penurunan kualitas terutama pada sampel B3. Sampel B3 keluar batas spesifikasi yang dibutuhkan seperti nilai plastic viscosity, yield point, gel strength dan API filtrate. Hal ini dikarenakan faktor temperatur tinggi yang mempengaruhi pada lumpur pemboran. Pada sampel C beberapa konsentrasi additive pada material ditambahkan komposisinya agar kualitas lumpur tetap terjaga. Hasil yang di dapat, nilai dari properties lumpur terkontrol dan mendapatkan nilai yang sesuai dengan spesifikasi yang dibutuhkan dengan nilai plastic viscosity 14 lbs/100ft2, yield point 32 lbs/100ft2, gel strength 10 9 lbs/100ft2, gel strength 10 12 lbs/100ft2 dan API filtrate 5.2 cc/30min. Nilai properties lumpur harus tetap dijaga agar tidak terjadi hole problem pada formasi pada saat pemboran berlangsung.

Hasil penelitian menunjukkan bahwa kenaikan temperatur dari 150°F hingga 250°F menyebabkan penurunan plastic viscosity dari 11 cps menjadi 8 cps, yield point dari 16 lbs/100 ft² menjadi 12 lbs/100 ft², serta penurunan gel strength 10 dari 5 menjadi 2 lbs/100 ft² dan gel strength 10 dari 7 menjadi 4 lbs/100 ft².Sementara itu, filtration loss meningkat dari 5.6 ml/30 min, ketebalan mud cake dari 0.064 mm, dan pH menurun dari 9.engan demikian, penambahan aditif terbukti efektif menjaga kestabilan rheologi dan filtrasi lumpur pemboran pada temperatur tinggi, sehingga memenuhi spesifikasi operasional yang dibutuhkan.

Penelitian lanjutan dapat mempelajari pengaruh bahan aditif alternatif (misalnya bahan alami seperti kitosan) terhadap stabilitas properties lumpur pada temperatur ekstrem. Selain itu, perlu diuji penggunaan campuran polymer lain (seperti PHPA atau PAM) untuk menemukan formulasi yang lebih optimal dalam menangkal degradasi akibat panas. Studi juga disarankan untuk membandingkan efektivitas berbagai metode modifikasi lumpur, seperti pencucian atau ekstraksi partikel, dalam mengatasi penurunan kualitas lumpur di kondisi suhu tinggi.

Read online
File size859.85 KB
Pages10
DMCAReport

Related /

ads-block-test