UMRAHUMRAH
SELATSELATPenelitian ini memfokuskan pada pelaksanaan kedaulatan rakyat dalam UUD NRI Tahun 1945 dan pelaksanaannya dalam hubungan kerja Dewan Perwakilan Rakyat Daerah (DPRD) dengan Badan Pemeriksa Keuangan (BPK). Problem penelitian yang diangkat adalah bagaimana kedaulatan rakyat memengaruhi hubungan antara DPRD dengan BPK dan apa sajakah hubungan antara kedua lembaga tersebut yang dipengaruhi kedaulatan rakyat. Untuk mengungkap problem penelitian, digunakan penelitian hukum normatif yang mengutamakan data sekunder dengan dua pendekatan, yaitu pendekatan undang-undang dan pendekatan konseptual. Hasil penelitian menunjukkan bahwa kedaulatan rakyat dalam undang-undang dasar diwujudkan melalui salah satu prinsipnya yakni akuntabilitas. Akuntabilitas merupakan perwujudan kedaulatan rakyat sebagai bentuk pertanggungjawaban rakyat selaku pemberi mandat. Prinsip ini juga mendasari hubungan antara DPRD dengan BPK yang secara mandiri memiliki kewenangan dalam rangka pelaksanaan akuntabilitas. Hubungan antar kedua lembaga merupakan, pertama, pelaksanaan akuntabilitas dalam dimensi horizontal (check and balances), yaitu pemeriksaan BPK kepada DPRD sebagai unsur pemerintahan daerah, penyerahan laporan hasil pemeriksaan oleh BPK kepada DPRD, Bentuk Tindak Lanjut Hasil Pemeriksaan, dan keterlibatan DPRD dalam perencanaan pemeriksaan. Kedua, akuntabilitas dalam dimensi vertikal berupa pertanggungajawaban kepada rakyat.
Perubahan UUD 1945 menjadi UUD NRI Tahun 1945 mereposisi kedaulatan rakyat.Sebelum perubahan, kedaulatan rakyat berada di tangan rakyat namun dilaksanakan sepenuhnya oleh MPR.Sementara setelah perubahan kedaulatan tetap berada di tangan rakyat namun kini dilaksanakan menurut undang-undang dasar.Alhasil, seluruh ketentuan dalam undang-undang dasar mencerminkan penjelmaan kedaulatan rakyat.Dalam pelaksanaannya, kedaulatan rakyat diwujudkan melalui salah satu prinsipnya yakni akuntabilitas.Prinsip akuntabilitas merupakan perwujudan kedaulatan rakyat sebagai bentuk pertanggungjawaban kepada rakyat selaku pemberi mandat.Prinsip ini pula yang mendasari hubungan antara DPRD dengan BPK yang secara mandiri memiliki kewenangan dalam rangka pelaksanaan akuntabilitas.DPRD selaku lembaga pengawasan pengelolaan keuangan daerah dan BPK sebagai pemeriksa pengelolaan dan tanggung jawab keuangan daerah.Pelaksanaan kewenangan tersebut ternyata menimbulkan hubungan antar kedua lembaga.Hubungan antar kedua lembaga merupakan, pertama, pelaksanaan akuntabilitas dalam rangka check and balances antar lembaga negara sebagai akuntabilitas dalam dimensi horizontal.Hubungan tersebut secara garis besar mencakup, pemeriksaan oleh BPK terhadap pengelolaan dan tanggung jawab keuangan daerah yang dilaksanakan oleh DPRD sebagai salah satu unsur pemerintahan daerah.penyerahan laporan hasil pemeriksaan pengelolaan dan tanggung jawab keuangan daerah oleh pemerintahan daerah kepada DPRD.Bentuk Tindak Lanjut Hasil Pemeriksaan berupa tindakan DPRD melakukan pembahasan hasil pemeriksaan kepada BPK, meminta penjelasan kepada BPK terkait hasil pemeriksaan, dan/atau dapat meminta BPK untuk melakukan pemeriksaan lanjutan.Kedua, akuntabilitas dalam dimensi vertikal berupa pertanggungajawaban kepada rakyat.
Berdasarkan hasil penelitian, terdapat beberapa saran penelitian lanjutan yang dapat dikembangkan. Pertama, perlu dilakukan penelitian lebih lanjut mengenai implementasi prinsip akuntabilitas dalam hubungan antara DPRD dan BPK, khususnya dalam konteks pemeriksaan pengelolaan dan tanggung jawab keuangan daerah. Kedua, penelitian dapat dilakukan untuk menganalisis dampak dari hubungan kerja antara kedua lembaga ini terhadap efektivitas dan transparansi pengelolaan keuangan daerah. Ketiga, penelitian juga dapat dilakukan untuk mengeksplorasi peran dan tanggung jawab masing-masing lembaga dalam rangka mewujudkan prinsip akuntabilitas sebagai perwujudan kedaulatan rakyat dalam sistem pemerintahan daerah.
| File size | 1.14 MB |
| Pages | 29 |
| DMCA | Report |
Related /
STIAMISTIAMI Hambatan yang ditemukan kebijakan Penganggaran Berbasis Kinerja pada DIPA Satuan Kerja Kantor Pusat Direktorat Jenderal Perbendaharaan adalah. dinamikaHambatan yang ditemukan kebijakan Penganggaran Berbasis Kinerja pada DIPA Satuan Kerja Kantor Pusat Direktorat Jenderal Perbendaharaan adalah. dinamika
STIAMISTIAMI serta Politik anggaran sering membuat pengawasan tidak objektif atau selektif. dan Solusi untuk mengatasinya adalah dengan Membangun dashboard pengawasanserta Politik anggaran sering membuat pengawasan tidak objektif atau selektif. dan Solusi untuk mengatasinya adalah dengan Membangun dashboard pengawasan
STAIN TDMSTAIN TDM Metode penelitian yang digunakan adalah kualitatif dengan pendekatan empiris, melalui wawancara mendalam dengan petugas lapas dan analisis data dari dokumenMetode penelitian yang digunakan adalah kualitatif dengan pendekatan empiris, melalui wawancara mendalam dengan petugas lapas dan analisis data dari dokumen
STAIN TDMSTAIN TDM Metode yang digunakan adalah pendekatan normatif-empiris dengan teknik deskriptif kualitatif, melalui wawancara dan dokumentasi. Temuan penelitian menunjukkanMetode yang digunakan adalah pendekatan normatif-empiris dengan teknik deskriptif kualitatif, melalui wawancara dan dokumentasi. Temuan penelitian menunjukkan
STAIN TDMSTAIN TDM Solusi ideal untuk kekerasan dalam rumah tangga adalah melalui sinergi antara Sarak Opat dan hukum positif, sehingga keadilan dapat tercapai, perlindunganSolusi ideal untuk kekerasan dalam rumah tangga adalah melalui sinergi antara Sarak Opat dan hukum positif, sehingga keadilan dapat tercapai, perlindungan
UINSIUINSI Artikel ini juga membahas kekhawatiran hak asasi manusia kontemporer yang mengelilingi hukuman hudud, dengan menekankan proses hukum yang adil, jaminanArtikel ini juga membahas kekhawatiran hak asasi manusia kontemporer yang mengelilingi hukuman hudud, dengan menekankan proses hukum yang adil, jaminan
IAIN KEDIRIIAIN KEDIRI Penelitian menggunakan pendekatan evaluatif dengan desain deskriptif kualitatif berbasis penilaian rubrik terukur, yang dikerangkai oleh Model EvaluasiPenelitian menggunakan pendekatan evaluatif dengan desain deskriptif kualitatif berbasis penilaian rubrik terukur, yang dikerangkai oleh Model Evaluasi
FEBI INAISFEBI INAIS Dalam penelitian ini peneliti menggunakan pendekatan kualitatif dengan jenis penelitian deskriptif kualitatif. Berdasarkan penelitian ini didapatkan bahwaDalam penelitian ini peneliti menggunakan pendekatan kualitatif dengan jenis penelitian deskriptif kualitatif. Berdasarkan penelitian ini didapatkan bahwa
Useful /
UINSIUINSI Dengan demikian, penggunaan media loose parts dalam pembelajaran berpengaruh positif terhadap kreativitas anak usia 5–6 tahun dalam konteks penelitianDengan demikian, penggunaan media loose parts dalam pembelajaran berpengaruh positif terhadap kreativitas anak usia 5–6 tahun dalam konteks penelitian
UNIVERSITASMULIAUNIVERSITASMULIA Model Beyond Center and Circle Time (BCCT) adalah pendekatan pembelajaran berbasis bermain yang bertujuan mengembangkan aspek kognitif, sosial, emosional,Model Beyond Center and Circle Time (BCCT) adalah pendekatan pembelajaran berbasis bermain yang bertujuan mengembangkan aspek kognitif, sosial, emosional,
UNIVERSITASMULIAUNIVERSITASMULIA Metode ini akan diaplikasikan melalui media ICT yang mampu memotivasi peserta didik untuk dapat mengembangkan kemampuan berfikir dan menyelesaikan masalah.Metode ini akan diaplikasikan melalui media ICT yang mampu memotivasi peserta didik untuk dapat mengembangkan kemampuan berfikir dan menyelesaikan masalah.
UMYUMY Model ini mencapai konvergensi yang lebih cepat dan nilai keadaan tetap yang lebih tinggi dibandingkan dengan model non-IoT, menunjukkan stabilitas dinamikaModel ini mencapai konvergensi yang lebih cepat dan nilai keadaan tetap yang lebih tinggi dibandingkan dengan model non-IoT, menunjukkan stabilitas dinamika