IKHACIKHAC

Andragogi: Jurnal Pendidikan dan PembelajaranAndragogi: Jurnal Pendidikan dan Pembelajaran

Program pembelajaran tahfidz memerlukan manajemen yang ketat serta sistematis. Hal tersebut guna mencapai tujuan yang telah ditetapkan. Manajemen pembelajaran tahfidz juga dapat digunakan untuk meningkatkan kompetensi literasi peserta didik. Dengan adanya program tahfidz peserta didik akan belajar untuk membaca serta menghafal yang tentu akan mempengaruhi pembelajaran peserta didik. Penelitian ini bertujuan untuk menjelaskan serta menganalisis bagaimana manajemen program pembelajaran tahfidz di Sekolah Dasar Islam Nahdlatul Ulama Sekaran. Kemudian juga untuk menemukan apa saja faktor pendukung serta penghambat pelaksanaan program tersebut. Metode yang digunakan untuk meneliti hal tersebut adalah dengan metode kualitatif dengan pendekatan studi kasus. Pengumpulan data yang digunakan adaah dengan cara observasi, wawancara serta dokumentasi. Analisis data yang dilakukan adalah dengan menggunakan model Miles and Hubberman berupa pengumpulan data, reduksi data, paparan data serta penarikan kesimpulan. Hasil penelitian menunjukkan 1) manajemen program pembelajaran tahfidz meliputi: a) perencanaan untuk menetapkan tujuan, b) pelaksanaan dengan memilih orang yang tepat untuk melaksanakan serta c) evaluasi guna memecahkan masalah yang muncul. 2) Hambatan yang ditemui adalah a) kedisiplinan siswa dalam menghafal, b) stabilitas kemampuan siswa serta rasio guru yang tidak seimbang. Sedangkan hal-hal yang mendukung adalah a) manajemen yang baik, b) kemauan yang tinggi serta dukungan dari orang tua agar program tersebut dapat berjalan dengan maksimal.

Program tahfidz di SD Islam NU Sekaran berfokus pada penghafalan Juz 30 dan dikelola melalui tiga tahap.Pada tahap perencanaan, kepala sekolah bersama guru menentukan tujuan, materi, dan memilih guru tahfidz.pada pelaksanaan, materi dibagi menurut tingkat kelas dan menggunakan metode murajaah bersama media Juz amma.serta pada tahap evaluasi dilakukan penilaian rutin mingguan, bulanan, dan semester untuk memantau tingkat penghafalan siswa.

Penelitian lanjutan dapat mengeksplorasi (1) bagaimana penerapan teknologi digital, seperti aplikasi mobile belajar Al‑Quran, memengaruhi efektivitas program tahfidz dan kompetensi literasi siswa; (2) hubungan antara pola keterlibatan orang tua—misalnya frekuensi murajaah di rumah dan partisipasi dalam kegiatan keagamaan—dengan tingkat keberhasilan menghafal siswa, sehingga dapat mengidentifikasi strategi keterlibatan yang paling berdampak; serta (3) pengembangan kurikulum pelatihan guru tahfidz yang menekankan kompetensi pedagogik dan keagamaan, kemudian menguji dampaknya terhadap kualitas penghafalan dan motivasi belajar siswa. Ketiga arah studi ini diharapkan dapat memperkuat fondasi manajemen program tahfidz, meningkatkan kualitas pengajaran, serta memberikan bukti empiris bagi kebijakan pendidikan Islam di tingkat dasar.

  1. [2404.16789] Continual Learning of Large Language Models: A Comprehensive Survey. continual learning... arxiv.org/abs/2404.167892404 16789 Continual Learning of Large Language Models A Comprehensive Survey continual learning arxiv abs 2404 16789
  2. Optimizing the Management of the Tahfidz Learning Program at NU Islamic Elementary School: Instilling... pasca.jurnalikhac.ac.id/index.php/adrg/article/view/1304Optimizing the Management of the Tahfidz Learning Program at NU Islamic Elementary School Instilling pasca jurnalikhac ac index php adrg article view 1304
Read online
File size221.72 KB
Pages13
DMCAReport

Related /

ads-block-test