IISTRIISTR

International Journal of Learning Reformation in Elementary EducationInternational Journal of Learning Reformation in Elementary Education

Mahasiswa kurang sadar akan proses belajar mereka, yang berdampak pada rendahnya keterampilan metacognitive mereka. Oleh karena itu, guru perlu memfasilitasi pengembangan kemampuan metacognitive siswa, misalnya dengan memanfaatkan modul berbasis metacognition untuk memberikan pengalaman pendidikan sains yang mandiri dan menarik. Penelitian ini bertujuan untuk mengembangkan modul sains yang didasarkan pada prinsip metacognition, untuk memfasilitasi pengalaman belajar mandiri dan menyenangkan bagi siswa sekolah dasar. Modul dikembangkan menggunakan prosedur penelitian dan pengembangan. Analisis kebutuhan dilakukan untuk menentukan kebutuhan akan modul berbasis metacognition, karakteristik siswa, dan tantangan belajar. Data analisis kebutuhan dikumpulkan melalui wawancara dan observasi. Modul dinilai oleh ahli dan diuji efektivitasnya melalui eksperimen one-group pretest-posttest. Instrumen validasi ahli dan inventarisasi kesadaran metacognition (MAI) dikembangkan dan divalidasi. Skor validitas ahli ditentukan menggunakan teknik Delphi. Data kualitatif tentang penilaian ahli dianalisis secara deskriptif, sedangkan data kuantitatif tentang penilaian ahli dianalisis menggunakan koefisien Aiken-V. Data metacognition dianalisis menggunakan uji t sampel berpasangan. Skor validasi ahli yang tinggi menunjukkan bahwa modul valid. Hasil uji efektivitas menggunakan uji t menunjukkan perbedaan yang signifikan dalam keterampilan metacognitive peserta studi sebelum dan sesudah belajar (sig = 0,000 atau sig < 0,05). Temuan penelitian ini menunjukkan bahwa modul yang terintegrasi dengan metacognition dapat mendukung pengembangan keterampilan metacognitive siswa sekolah dasar. Guru sebagai fasilitator memainkan peran penting dalam memberikan instruksi dan membantu siswa di kelas.

Penelitian ini berhasil mengembangkan modul berbasis metacognition mengikuti prosedur ADDIE.Skor validasi ahli menggunakan Koefisien Aiken V menunjukkan skor validitas yang tinggi.Efektivitas modul terhadap kesadaran metacognitive siswa ditentukan melalui studi eksperimental.Hasil penelitian menunjukkan perbedaan dalam kesadaran metacognitive siswa sebelum dan sesudah belajar menggunakan modul.Penelitian ini berkontribusi pada pengembangan keterampilan metacognitive siswa secara bersamaan dengan menggunakan modul berbasis metacognition.Modul berbasis metacognition dapat secara signifikan meningkatkan keterampilan metacognitive siswa dengan mengintegrasikan strategi dan aktivitas yang mendorong refleksi diri, pemantauan diri, dan regulasi diri.Modul ini secara eksplisit mengajarkan strategi metacognition, memberikan siswa kesempatan untuk melakukan refleksi diri, mendorong siswa untuk menetapkan tujuan belajar, menscaffolding proses belajar, mendorong penilaian diri, mendorong diskusi dan kolaborasi kelas, serta memberikan umpan balik yang tepat waktu.

Berdasarkan latar belakang, metode, hasil, dan keterbatasan penelitian ini, berikut adalah tiga saran penelitian lanjutan:. . 1. Mengembangkan modul berbasis metacognition yang lebih komprehensif dan terintegrasi dengan kurikulum sekolah dasar, yang mencakup berbagai topik sains dan strategi metacognitive yang berbeda. Modul ini dapat dirancang untuk memberikan pengalaman belajar yang lebih menyeluruh dan membantu siswa mengembangkan keterampilan metacognitive secara lebih mendalam.. . 2. Melakukan penelitian lebih lanjut untuk mengeksplorasi efektivitas modul berbasis metacognition dalam meningkatkan keterampilan metacognitive siswa dengan berbagai karakteristik dan latar belakang. Penelitian ini dapat dilakukan dengan melibatkan siswa dari berbagai sekolah dan tingkat kemampuan, serta menganalisis perbedaan hasil antara siswa yang menggunakan modul dengan siswa yang tidak.. . 3. Menganalisis dampak jangka panjang penggunaan modul berbasis metacognition terhadap perkembangan akademik siswa. Penelitian ini dapat dilakukan dengan mengikuti perkembangan siswa yang menggunakan modul selama beberapa tahun, dan menilai apakah modul tersebut memiliki pengaruh positif yang berkelanjutan terhadap prestasi akademik, keterampilan metacognitive, dan minat siswa dalam belajar sains.

  1. Primary Science Teachers’ Perspectives about Metacognition in Science Teaching. primary science... eu-jer.com/primary-science-teachers-perspectives-about-metacognition-in-science-teachingPrimary Science TeachersyAAAo Perspectives about Metacognition in Science Teaching primary science eu jer primary science teachers perspectives about metacognition in science teaching
Read online
File size564.91 KB
Pages15
DMCAReport

Related /

ads-block-test