UMTUMT

Globish: An English-Indonesian Journal for English, Education, and CultureGlobish: An English-Indonesian Journal for English, Education, and Culture

Pengajaran keterampilan mendengarkan dan berbicara terintegrasi telah menjadi bagian penting dari kurikulum. Hal ini membantu pembelajar untuk berkomunikasi secara efektif dan menjadi lebih percaya diri dalam belajar. Oleh karena itu, penting bagi guru untuk menggunakan metode yang tepat saat mengajar keterampilan ini. Tujuan penelitian ini adalah untuk menggambarkan metode guru dalam mengajar keterampilan mendengarkan dan berbicara terintegrasi di Jurusan Bahasa Inggris dan mengetahui persepsi siswa terhadapnya. Penelitian ini menggunakan metode kualitatif. Metode pengumpulan data yang digunakan adalah observasi, wawancara, dan dokumentasi. Subjek penelitian adalah satu guru dan empat mahasiswa semester empat di Jurusan Bahasa Inggris Universitas PGRI Yogyakarta. Temuan menunjukkan bahwa guru menggunakan metode post-method untuk mengajar keterampilan mendengarkan dan berbicara terintegrasi. Metode ini menunjukkan fleksibilitas yang lebih tinggi dan dapat mengakomodasi kebutuhan siswa. Persepsi siswa terhadap metode guru positif karena siswa merasa senang, prosesnya menarik, dan metode post-method cocok untuk belajar dengan mudah.

Berdasarkan data yang disajikan dan pembahasan sebelumnya, dapat disimpulkan bahwa metode post-method diterapkan oleh guru dalam mengajar keterampilan mendengarkan dan berbicara terintegrasi untuk beberapa alasan.Tidak ada satu teori pembelajaran dan metode pengajaran yang dapat membantu mereka menghadapi tantangan pengajaran sehari-hari.Mereka menggunakan kemampuan intuitif dan pengetahuan pengalaman mereka sendiri untuk memutuskan apa yang berhasil dan apa yang tidak.Guru berpendapat bahwa metode ini membuatnya lebih fleksibel dalam mengajar kelas dan dapat mengakomodasi kebutuhan siswa.Dia menekankan agar siswa banyak berbicara daripada mendengarkan.Metode post-method diterapkan melalui tingkat aplikasi dan kreasi.Penilaian dinamis digunakan untuk menilai kemajuan siswa secara progresif menggunakan keterampilan berpikir tingkat tinggi.Guru lebih menyukai integrasi mendengarkan dan berbicara daripada memisahkannya.

Berdasarkan latar belakang, metode, hasil, dan keterbatasan penelitian, berikut adalah tiga saran penelitian lanjutan: Pertama, perlu dilakukan penelitian lebih lanjut untuk mengeksplorasi efektivitas metode post-method dalam mengajar keterampilan mendengarkan dan berbicara terintegrasi, serta bagaimana metode ini dapat disesuaikan dengan kebutuhan siswa yang berbeda. Kedua, penelitian dapat dilakukan untuk membandingkan metode post-method dengan metode pengajaran lainnya, seperti metode berbasis tugas atau pendekatan komunikatif, untuk menentukan manfaat dan kekurangan masing-masing metode. Ketiga, penelitian dapat fokus pada pengembangan strategi pengajaran yang dapat meningkatkan keterampilan berpikir tingkat tinggi siswa dalam konteks mendengarkan dan berbicara, serta bagaimana strategi ini dapat diterapkan dalam kelas secara efektif.

  1. STUDENT’S PRONUNCIATION ERROR IN SPEAKING PERFORMANCE | Globish: An English-Indonesian... jurnal.umt.ac.id/index.php/globish/en/article/view/6451STUDENTyCES PRONUNCIATION ERROR IN SPEAKING PERFORMANCE Globish An English Indonesian jurnal umt ac index php globish en article view 6451
  2. Login | Globish: An English-Indonesian Journal for English, Education, and Culture. globish english indonesian... doi.org/10.31000/globish.v7i2Login Globish An English Indonesian Journal for English Education and Culture globish english indonesian doi 10 31000 globish v7i2
Read online
File size840.68 KB
Pages15
DMCAReport

Related /

ads-block-test