IMRECSJOURNALIMRECSJOURNAL

Bulletin of Social Studies and Community DevelopmentBulletin of Social Studies and Community Development

Kesiapan kerja lulusan sekolah menengah kejuruan (SMK) merupakan indikator kinerja utama dalam manajemen pendidikan vokasi. Tingkat pengangguran pemuda yang tinggi di antara lulusan SMK menuntut tata kelola pendidikan berbasis hasil. Penelitian ini menyelidiki bagaimana kualitas pengalaman praktik lapangan (PKL) dan motivasi masuk kerja memprediksi kesiapan kerja siswa, dengan efektivitas diri sebagai mediator psikologis, dan merumuskan implikasi manajerial berbasis bukti untuk manajer sekolah. Desain penelitian kuantitatif penjelasan diterapkan pada sampel 346 siswa kelas XII dari 17 sekolah di kota industri Kota Dumai, Provinsi Riau, Indonesia (N = 2.555), yang dipilih melalui sampel acak proporsional. Untuk memastikan acak tanpa bias, responden siswa individu dalam setiap kelas dipilih dengan undian. Data dikumpulkan menggunakan kuesioner 54 item yang divalidasi dan dianalisis menggunakan PLS-SEM di SmartPLS 4. Penilaian normalitas melalui skewness dan kurtosis mengonfirmasi bahwa data tidak menyimpang secara ekstrem dari normalitas. Model pengukuran reflektif menunjukkan validitas konvergen yang memuaskan (AVE = 0,374-0,543), keandalan (CR = 0,893-0,934), dan validitas diskriminan (HTMT < 0,85). Evaluasi model struktural menunjukkan kesesuaian yang dapat diterima (SRMR = 0,076) dan menjelaskan 34,0% variasi dalam kesiapan kerja (R² = 0,340). Pengujian hipotesis melalui bootstrapping subsample 5.000 mengonfirmasi semua tujuh hipotesis didukung: kualitas PKL (β = 0,284, p < 0,001) dan motivasi (β = 0,226, p < 0,001) memprediksi langsung kesiapan kerja; keduanya juga memprediksi efektivitas diri (β = 0,307, p < 0,001 dan β = 0,297, p < 0,001). Efektivitas diri adalah prediktor langsung terkuat kesiapan kerja (β = 0,332, p < 0,001) dan secara signifikan memediasi kedua jalur (PKL VAF = 26,4%; Motivasi VAF = 30,4% berdasarkan kriteria VAF Hair et al. (2019). Tiga agenda manajerial diusulkan untuk administrator SMK: mengoptimalkan manajemen kualitas PKL, mengembangkan iklim motivasi sekolah, dan mengintegrasikan program peningkatan efektivitas diri yang terstruktur untuk memfasilitasi transisi profesional sekolah-ke-kerja yang sukses.

Studi ini secara empiris memvalidasi model mediasi ganda, menunjukkan bahwa efektivitas diri siswa secara bersamaan dan sebagian memediasi efek dari pengalaman praktik lapangan (PKL) dan motivasi masuk kerja terhadap kesiapan kerja siswa sekolah menengah kejuruan di Kota Dumai, Provinsi Riau.Efektivitas diri muncul sebagai prediktor langsung terkuat kesiapan kerja dan mediator kritis.Model tiga teori terintegrasi (Kolb, McClelland, dan Bandura) menunjukkan kesesuaian yang dapat diterima dan memverifikasi relevansi prediktifnya.Namun, batasan utama studi ini adalah lingkup geografis dan strukturalnya.Karena data dikumpulkan hanya dari Kota Dumai, pusat industri dan pelabuhan utama di Provinsi Riau, generalisasi temuan ini terbatas pada siswa vokasi di daerah dengan karakteristik industri dan manufaktur yang serupa.Implikasi kebijakan untuk pendidikan vokasi menuntut tata kelola administratif yang strategis, berorientasi hasil, dan manajemen akuntabilitas.Kepala sekolah harus mengalokasikan sumber daya institusional untuk mengamankan kemitraan industri berkualitas, menumbuhkan iklim motivasi proaktif, dan menerapkan program peningkatan efektivitas diri yang terstruktur.Intervensi struktural ini, seperti tugas praktik bertingkat dan umpan balik guru yang terstruktur, meningkatkan pengembangan modal manusia siswa (Becker, 1994.Penelitian masa depan harus menyelidiki jalur ini secara longitudinal untuk melacak siswa dari kelulusan ke awal karier, menguji peran moderasi kualitas kepemimpinan sekolah, dan menghubungkan skor kesiapan kerja dengan waktu menunggu pekerjaan aktual melalui studi pelacakan.

Berdasarkan temuan struktural di atas, tiga agenda utama untuk administrator sekolah menengah kejuruan (SMK) dirumuskan: (1) Mengoptimalkan Manajemen Kualitas PKL: mengembangkan sistem pemetaan industri terstruktur untuk menjamin kesesuaian penempatan, menyelenggarakan lokakarya bersama untuk mentor industri dan pengawas sekolah untuk menyelaraskan praktik bimbingan dan umpan balik, menerapkan buku harian digital untuk melacak tugas siswa secara harian, dan merancang MoU berbasis hasil dengan mitra industri yang menentukan pencapaian kompetensi yang dapat diukur. (2) Mengelola Iklim Motivasi Sekolah dan Perencanaan Karir: mendirikan sistem bimbingan karir aktif yang melibatkan mitra industri lokal, mengorganisir kunjungan industri dan kuliah tamu industri untuk meningkatkan persepsi siswa tentang peluang kerja, mengundang alumni sukses sebagai model sebaya untuk menumbuhkan kebutuhan prestasi (n-Ach), dan memberikan pengakuan formal atau sertifikasi kompetensi untuk inisiatif karir proaktif dan proyek kewirausahaan independen. (3) Mengintegrasikan Program Peningkatan Efektivitas Diri yang Terstruktur: menyesuaikan Rencana Pelaksanaan Pembelajaran (RPP) untuk memasukkan tugas-tugas progresif dalam praktik workshop produktif, melatih guru sekolah untuk memberikan umpan balik verbal konstruktif secara teratur, menyediakan bimbingan karir, wawancara rekrutmen simulasi, dan presentasi portofolio siswa dengan evaluasi profesional, serta melakukan penilaian efektivitas diri secara teratur sebagai bagian dari kerangka jaminan kualitas sekolah.

  1. Transforming the Internship Learning Model in Higher Education to Face the World of Work 5.0 | Suranto... doi.org/10.26803/ijlter.24.10.40Transforming the Internship Learning Model in Higher Education to Face the World of Work 5 0 Suranto doi 10 26803 ijlter 24 10 40
  2. The mediation of self-efficacy in the effect of entrepreneurship education on the entrepreneurship intention... doi.org/10.18488/61.v12i4.3914The mediation of self efficacy in the effect of entrepreneurship education on the entrepreneurship intention doi 10 18488 61 v12i4 3914
  3. Big five personality traits and employability: The mediating role of internship attitudes among chinese... doi.org/10.1371/journal.pone.0329103Big five personality traits and employability The mediating role of internship attitudes among chinese doi 10 1371 journal pone 0329103
  4. The relationship between student self-efficacy and learning engagement at Chinese vocational colleges... doi.org/10.32744/pse.2023.6.9The relationship between student self efficacy and learning engagement at Chinese vocational colleges doi 10 32744 pse 2023 6 9
Read online
File size2.06 MB
Pages14
DMCAReport

Related /

ads-block-test