DRIYARKARADRIYARKARA
DISKURSUS - JURNAL FILSAFAT DAN TEOLOGI STF DRIYARKARADISKURSUS - JURNAL FILSAFAT DAN TEOLOGI STF DRIYARKARAArtikel ini mempersoalkan konsep “berpikir (thinking) dalam filsafat Hannah Arendt, khususnya ketegangan antara aktivitas berpikir sebagai dialog batin (two-in-one) dengan kondisi material yang memungkinkannya. Berangkat dari fenomena tuna pikir, penelitian ini mengajukan tesis bahwa absennya aktivitas berpikir pada subjek prekariat bukanlah kegagalan moral, melainkan konsekuensi struktural dari ekonomi politik waktu. Dengan menggunakan kerangka materialis yang mengacu pada konsep alienasi Marx dan nirsadar politik Jameson, artikel ini melakukan kritik fenomenologis atas tiga karya sastra: Orang-Orang Proyek (Ahmad Tohari), The Remains of the Day (Kazuo Ishiguro), dan The Trial (Franz Kafka). Analisis menunjukkan bahwa konsumsi total atas tubuh (Tohari), komodifikasi diri (Ishiguro), dan kolonisasi waktu (Kafka) secara struktural menghalangi “penarikan diri (withdrawal) yang disyaratkan Arendt. Artikel ini menyimpulkan dengan mengajukan konsep “Banalitas Keniscayaan (The Banality of Necessity)—sebuah kondisi di mana imperatif bertahan hidup mematikan refleksi kritis—sebagai koreksi materialis terhadap etika Arendt.
Tuna pikir merupakan fenomena struktural, bukan kegagalan moral individu, yang timbul dari penolakan sistematis terhadap sumber daya material dan temporal yang esensial untuk dialog internal Sokratik.Kondisi prekariat, yang ditandai oleh kelelahan fisik, komodifikasi diri, dan kecemasan temporal, secara kolektif merusak kapasitas untuk berpikir kritis dengan menghilangkan ruang penarikan diri dan interaksi batin.Konsep Banalitas Keniscayaan ini menyoroti bagaimana imperatif bertahan hidup mendominasi, membungkam refleksi kritis dan menyerahkan otonomi, sehingga menunjukkan bahwa kebebasan intelektual tidak dapat terwujud tanpa kebebasan material.
Penelitian ini telah membuka pemahaman penting tentang bagaimana kondisi material dan waktu memengaruhi kemampuan seseorang untuk berpikir kritis, yang disebut sebagai tuna pikir. Untuk memperdalam temuan ini, ada beberapa arah penelitian lanjutan yang menarik. Pertama, akan sangat berharga jika ada studi empiris yang secara langsung menguji bagaimana pekerja di sektor-sektor rentan, seperti ekonomi gig atau pekerjaan dengan upah rendah, mengalami tuna pikir dalam kehidupan nyata mereka. Penelitian ini bisa meneliti dampak langsung dari tekanan ekonomi dan kurangnya waktu luang terhadap kemampuan mereka untuk mengambil keputusan yang kompleks, melakukan refleksi etis, atau bahkan hanya sekadar berhenti dan berpikir. Data dari lapangan akan sangat membantu dalam memvalidasi konsep Banalitas Keniscayaan yang diajukan dalam artikel ini. Kedua, mengingat pentingnya kebebasan material bagi kebebasan intelektual, penelitian selanjutnya bisa fokus pada pengembangan dan evaluasi model kebijakan sosial. Misalnya, bagaimana penerapan upah layak, jaminan sosial yang kuat, atau inisiatif pengurangan jam kerja dapat secara konkret menciptakan surplus waktu dan ruang mental yang diperlukan bagi masyarakat untuk terlibat dalam pemikiran kritis. Studi ini dapat menganalisis studi kasus dari berbagai negara atau wilayah untuk melihat dampak kebijakan tersebut terhadap kualitas pemikiran dan partisipasi publik. Ketiga, seiring dengan perkembangan teknologi dan digitalisasi kehidupan, penting juga untuk menyelidiki bagaimana arsitektur digital—seperti media sosial, aplikasi kerja yang selalu terhubung, atau ekonomi perhatian—berkontribusi pada fenomena tuna pikir. Bagaimana platform-platform ini membentuk cara kita menghabiskan waktu, berinteraksi dengan diri sendiri, dan memengaruhi kemampuan kita untuk menarik diri dari hiruk-pikuk informasi? Apakah kolonisasi waktu yang dibahas dalam artikel ini semakin diperparah oleh tuntutan digital yang tak henti-hentinya? Menjelajahi pertanyaan-pertanyaan ini akan memberikan wawasan baru tentang tantangan terhadap pemikiran kritis di era modern.
- Training the Philosopher King: Ancient Models of Political Action in Hannah Arendt and Michel Foucault... brill.com/view/journals/jph/18/3/article-p365_6.xmlTraining the Philosopher King Ancient Models of Political Action in Hannah Arendt and Michel Foucault brill view journals jph 18 3 article p365 6 xml
- Bringing the Economy Back In: Hannah Arendt, Karl Marx, and the Politics of Capitalism | The Journal... doi.org/10.1086/684596Bringing the Economy Back In Hannah Arendt Karl Marx and the Politics of Capitalism The Journal doi 10 1086 684596
- Re-reading worldliness: Hannah Arendt and the question of matter - Angela Last, 2017. re reading worldliness... doi.org/10.1177/0263775816662471Re reading worldliness Hannah Arendt and the question of matter Angela Last 2017 re reading worldliness doi 10 1177 0263775816662471
| File size | 427.72 KB |
| Pages | 26 |
| DMCA | Report |
Related /
LPPPIPUBLISHINGLPPPIPUBLISHING Dengan reinterpretasi kontekstual, pilihan child‑free dapat diakomodasi dalam etika Islam tanpa mengorbankan nilai fundamental. Fenomena child‑freeDengan reinterpretasi kontekstual, pilihan child‑free dapat diakomodasi dalam etika Islam tanpa mengorbankan nilai fundamental. Fenomena child‑free
NUPROBOLINGGONUPROBOLINGGO Kajian ini menegaskan bahwa konsep pendidik dalam perspektif Syekh Burhanuddin Az-Zarnuji merupakan kerangka pendidikan Islam yang komprehensif, mencakupKajian ini menegaskan bahwa konsep pendidik dalam perspektif Syekh Burhanuddin Az-Zarnuji merupakan kerangka pendidikan Islam yang komprehensif, mencakup
INSANPRIMAMUINSANPRIMAMU Oleh tokoh pendidikan Islam dan karenanya perlu mengkaji pemikiran para merevitalisasi pemikiran mereka ke konteks zaman kekinian. Ada banyak tokoh pendidikanOleh tokoh pendidikan Islam dan karenanya perlu mengkaji pemikiran para merevitalisasi pemikiran mereka ke konteks zaman kekinian. Ada banyak tokoh pendidikan
UINSALATIGAUINSALATIGA Pendekatan-pendekatan ini tidak hanya meningkatkan kemampuan akademik, tetapi juga menanamkan nilai-nilai moral penting seperti rasa ingin tahu, kesabaran,Pendekatan-pendekatan ini tidak hanya meningkatkan kemampuan akademik, tetapi juga menanamkan nilai-nilai moral penting seperti rasa ingin tahu, kesabaran,
JOURNAL UIM MAKASSARJOURNAL UIM MAKASSAR Dan masih banyak ayat al-Quran yang berbicara mengenai musibah. Dengan memahami makna musibah dapat membantu dalam proses pembelajaran al-Quran dan Hadis.Dan masih banyak ayat al-Quran yang berbicara mengenai musibah. Dengan memahami makna musibah dapat membantu dalam proses pembelajaran al-Quran dan Hadis.
ASY SYUKRIYYAHASY SYUKRIYYAH Kritik terhadap konsep ini menyoroti ketidakmampuannya mengakomodasi keberagaman. Meskipun demikian, konsep ini penting dalam memahami sejarah dan tantanganKritik terhadap konsep ini menyoroti ketidakmampuannya mengakomodasi keberagaman. Meskipun demikian, konsep ini penting dalam memahami sejarah dan tantangan
UACUAC Oleh karena itu, rasa hormat dalam semua dimensinya harus memandu proses belajar mengajar. Pentingnya rasa hormat dibahas dalam penelitian ini sebagaiOleh karena itu, rasa hormat dalam semua dimensinya harus memandu proses belajar mengajar. Pentingnya rasa hormat dibahas dalam penelitian ini sebagai
PPSDPPPSDP Peran supervisi pendidikan tidak dapat diabaikan dalam meningkatkan kualitas pendidikan, dan supervisor (kepala sekolah) harus memiliki keahlian dan keseriusanPeran supervisi pendidikan tidak dapat diabaikan dalam meningkatkan kualitas pendidikan, dan supervisor (kepala sekolah) harus memiliki keahlian dan keseriusan
Useful /
DRIYARKARADRIYARKARA Paulus tampaknya hanya meminjam konsep Pneuma Stoikisme (mengingat konteks budaya) untuk menggolkan agenda teologisnya yaitu keselamatan atas dasar imanPaulus tampaknya hanya meminjam konsep Pneuma Stoikisme (mengingat konteks budaya) untuk menggolkan agenda teologisnya yaitu keselamatan atas dasar iman
SALNESIASALNESIA halal. go.id/, melengkapi data pendaftaran fasilitasi melalui LPH Halal Center UTM, serta registrasi akun Sihalal. Target yang tercapai adalah meningkatnyahalal. go.id/, melengkapi data pendaftaran fasilitasi melalui LPH Halal Center UTM, serta registrasi akun Sihalal. Target yang tercapai adalah meningkatnya
UINSALATIGAUINSALATIGA Nilai-nilai ini harus ditanamkan sejak dini, terutama di tengah perpecahan sosial, konflik, dan lemahnya solidaritas siswa. Pendidikan agama Islam, terutamaNilai-nilai ini harus ditanamkan sejak dini, terutama di tengah perpecahan sosial, konflik, dan lemahnya solidaritas siswa. Pendidikan agama Islam, terutama
SALNESIASALNESIA Sasaran dari pengabdian masyarakat ini adalah para siswi di SMA Negeri 13 Makassar yang akan diberi pelatihan tentang penatalaksanaan dismenorea. PengabdianSasaran dari pengabdian masyarakat ini adalah para siswi di SMA Negeri 13 Makassar yang akan diberi pelatihan tentang penatalaksanaan dismenorea. Pengabdian