DRIYARKARADRIYARKARA
DISKURSUS - JURNAL FILSAFAT DAN TEOLOGI STF DRIYARKARADISKURSUS - JURNAL FILSAFAT DAN TEOLOGI STF DRIYARKARATulisan ini mengkaji hubungan intelektual antara Rasul Paulus dan filsafat Stoikisme, dengan fokus pada konsep kosmopolitanisme yang didasari gagasan Pneuma. Studi ini tidak bertujuan menetapkan arah pengaruh, melainkan menelusuri titik temu dan perbedaan prinsip kedua pusat pemikir ini. Bagi Stoa, Pneuma adalah roh rasional yang menyatukan seluruh manusia tanpa membedakan status, etnis, atau gender. Paulus, dengan visi serupa, menafsirkannya sebagai Roh Kudus yang mempersatukan semua orang dalam Kristus, melampaui batas hukum dan adat Yahudi. Galatia 3:28 menyoroti bagaimana Paulus mengadaptasi semangat kosmopolitanisme Helenis-Romawi untuk menegaskan identitas kolektif anak Allah bagi semua orang beriman. Pada akhirnya, gagasan persaudaraan universal ini penting bagi kita di Indonesia dengan ciri pluralitasnya.
Titik temu antara Stoa dan Paulus ada pada konsep Pneuma.Kata ini begitu kompleks tetapi menjadi dasar untuk menjelaskan kosmopolitanisme.Kita semua berkeluarga karena berasal dari Pneuma yang sama dan memiliki kapasitas untuk hidup rasional.Hidup semacam ini membawa kita pada kenyataan bahwa kita semua bersaudara karena sama-sama memiliki rasionalitas dan dengan demikian mampu hidup bersama sebagai anak-anak Allah.Jika dalam Paulus, Pneuma dimulai lewat pembaptisan, Stoa mengatakan bahwa Pneuma sudah ada berbarengan dengan kelahiran orang tersebut.Paulus tampaknya hanya meminjam konsep Pneuma Stoikisme (mengingat konteks budaya) untuk menggolkan agenda teologisnya yaitu keselamatan atas dasar iman pada Yesus Kristus lewat pembaptisan.Namun, apakah kemudian tafsiran Paulus atas Pneuma ini tidak bisa dimanfaatkan secara universal.Tidak juga, karena gagasan ini dapat dipahami pula oleh setiap orang non-Kristiani, mengingat fokusnya pada rasionalitas, dan setiap orang punya akal budi terlepas dia dibaptis atau tidak.Hanya saja menurut keyakinan Paulus, sakramen baptis memuat rahmat yang memampukan setiap orang yang menerimanya untuk hidup lebih rasional dan berkeutamaan karena satu dengan Kristus, sang Keutamaan itu sendiri.
Untuk penelitian lanjutan, dapat dipertimbangkan studi komparatif yang lebih mendalam tentang konsep Pneuma dalam Stoikisme dan interpretasi Paulus tentang Pneuma sebagai Roh Kudus. Selain itu, dapat juga dilakukan analisis lebih lanjut tentang bagaimana konsep kosmopolitanisme Stoa dan Paulus dapat diterapkan dalam konteks masyarakat multikultural seperti di Indonesia, dengan mempertimbangkan tantangan-tantangan dan peluang-peluang yang ada.
| File size | 318.86 KB |
| Pages | 25 |
| DMCA | Report |
Related /
STTPBSTTPB Pembangunan kurikulum ini juga memerlukan fondasi pneumatologis yang menekankan kehadiran Roh Kudus sebagai saksi dan pendamping dalam proses pemulihan.Pembangunan kurikulum ini juga memerlukan fondasi pneumatologis yang menekankan kehadiran Roh Kudus sebagai saksi dan pendamping dalam proses pemulihan.
PUBLIKASIINDONESIAPUBLIKASIINDONESIA Muncul pertanyaan tentang bagaimana merumuskan status ketuhanan Yesus di hadapan Bapa. Konsep awal gereja dalam memahami hubungan antara Bapa, Anak, danMuncul pertanyaan tentang bagaimana merumuskan status ketuhanan Yesus di hadapan Bapa. Konsep awal gereja dalam memahami hubungan antara Bapa, Anak, dan
STTPBSTTPB Pendidikan Agama Kristen dalam banyak konteks gerejawi masih dijalankan dengan pendekatan yang menempatkan jemaat sebagai penerima materi ajar, bukan sebagaiPendidikan Agama Kristen dalam banyak konteks gerejawi masih dijalankan dengan pendekatan yang menempatkan jemaat sebagai penerima materi ajar, bukan sebagai
STTNISTTNI Non-resepsi ini umumnya muncul dari dua sumber. Pertama, konteks historis dan kultural di mana iman Kristen dipahami ulang—misalnya, Mormonisme yangNon-resepsi ini umumnya muncul dari dua sumber. Pertama, konteks historis dan kultural di mana iman Kristen dipahami ulang—misalnya, Mormonisme yang
STT TAWANGMANGUSTT TAWANGMANGU Amanat Agung bukanlah inisiatif manusia, melainkan perintah ilahi yang bersumber dari otoritas Kristus dan dilaksanakan di bawah tuntunan Roh Kudus. MetodeAmanat Agung bukanlah inisiatif manusia, melainkan perintah ilahi yang bersumber dari otoritas Kristus dan dilaksanakan di bawah tuntunan Roh Kudus. Metode
WIDYAYUWANAWIDYAYUWANA Sikap kasih sayang kepada Allah ini dapat diungkapkan secara konkret melalui semangat hidup penuh syukur dan selalu dekat dengan Tuhan yang diungkapkanSikap kasih sayang kepada Allah ini dapat diungkapkan secara konkret melalui semangat hidup penuh syukur dan selalu dekat dengan Tuhan yang diungkapkan
WIDYAAGAPEWIDYAAGAPE Kedua, Gereja—sebagai polis yang sangat berbeda—harus senantiasa menunjuk melampaui dirinya sendiri kepada fondasi dan pemenuhannya. Selama GerejaKedua, Gereja—sebagai polis yang sangat berbeda—harus senantiasa menunjuk melampaui dirinya sendiri kepada fondasi dan pemenuhannya. Selama Gereja
STT ABDIELSTT ABDIEL Teologi ini tidak hanya menghasilkan pandangan baru, tetapi juga memiliki kekuatan dalam praksisnya. Teologi ini menggoncang pandangan konservatif yangTeologi ini tidak hanya menghasilkan pandangan baru, tetapi juga memiliki kekuatan dalam praksisnya. Teologi ini menggoncang pandangan konservatif yang
Useful /
DRIYARKARADRIYARKARA Ketidaksamaan perlakuan berdisiplin pada kualitas atau keutamaan penerima, sehingga hanya orang yang layak mendapat hak tersebut. Pendekatan teleologisKetidaksamaan perlakuan berdisiplin pada kualitas atau keutamaan penerima, sehingga hanya orang yang layak mendapat hak tersebut. Pendekatan teleologis
STT ABDIELSTT ABDIEL Berdasarkan penggunaan gamelan oleh GBI dan analisis lirik dari Ku Suka Mengabarkan, artikel ini menunjukkan bahwa gereja tidak hanya berpartisipasi dalamBerdasarkan penggunaan gamelan oleh GBI dan analisis lirik dari Ku Suka Mengabarkan, artikel ini menunjukkan bahwa gereja tidak hanya berpartisipasi dalam
STT ABDIELSTT ABDIEL Penulis menunjukkan bagaimana kapitalisme modern, sebagai manifestasi kekuasaan yang menindas, dapat dipahami melalui konsep “powers dalam PerjanjianPenulis menunjukkan bagaimana kapitalisme modern, sebagai manifestasi kekuasaan yang menindas, dapat dipahami melalui konsep “powers dalam Perjanjian
STT ABDIELSTT ABDIEL Oleh karena itu, ilmu pastoral konseling perlu terus terbuka pada ilmu-ilmu lain agar dapat memberikan layanan yang lebih akuntabel dari berbagai aspek.Oleh karena itu, ilmu pastoral konseling perlu terus terbuka pada ilmu-ilmu lain agar dapat memberikan layanan yang lebih akuntabel dari berbagai aspek.