DRIYARKARADRIYARKARA
DISKURSUS - JURNAL FILSAFAT DAN TEOLOGI STF DRIYARKARADISKURSUS - JURNAL FILSAFAT DAN TEOLOGI STF DRIYARKARATulisan ini hendak menunjukkan mengapa diintroduksikan‑nya masa percobaan dalam pasal hukuman mati KUHP terbaru merupakan perubahan yang layak diapresiasi. Perubahan tersebut berpotensi mengantar Indonesia menjadi negara yang de facto tidak lagi menerapkan hukuman mati. Menurut penulis, konsekuensi semacam ini layak disambut baik lantaran hukuman mati itu sendiri secara etis tidak dapat dibenarkan. Dalam tulisan ini, penulis akan menunjuk‑kan mengapa argumen‑argumen yang ditujukan untuk menjustifikasi hukuman mati dengan merujuk pada efek jera, risiko residivis, rasa keadilan, dan prinsip keadilan retributif tidak dapat dipertahankan. Sifat hukuman mati yang tidak membuka ruang bagi koreksi juga meneguhkan tidak dapat dibenarkannya bentuk hukuman tersebut.
Penulis berargumen bahwa hukuman mati secara etis tidak dapat dibenarkan karena tidak dapat dipertahankan argumen-argumen yang menitikberatkan pada efek jera, risiko residivis, rasa keadilan, dan prinsip keadilan retributif.Penulis menyatakan bahwa perubahan pasal hukuman mati dengan masa percobaan merupakan langkah positif yang dapat mendorong Indonesia menjadi negara yang de facto tidak lagi menerapkan hukuman mati, sekaligus menyoroti pentingnya memperhatikan keadilan dan kesalahan prosedural dalam sistem peradilan.
Pertanyaan penelitian baru dapat mengeksplorasi bagaimana masa percobaan pada hukuman mati mempengaruhi persepsi publik terhadap keadilan dan ketidaksetaraan di Indonesia; serta analisis longitudinal untuk menilai perubahan tingkat residivis dan kejahatan berat setelah implementasi pasal ini; dan studi perbandingan menyeluruh terhadap negara-negara yang memiliki mekanisme masa percobaan serupa guna memahami faktor internal dan eksternal yang mempengaruhi efektivitas dan legitimasi hukuman mati di konteks sosial-politik yang beragam.
| File size | 295.69 KB |
| Pages | 23 |
| DMCA | Report |
Related /
DRIYARKARADRIYARKARA Di sini kita melihat bahwa politik adalah ekspresi kemanusiaan kita sebagai mahluk sosial. Artinya, kualitas politik ditentukan oleh kualitas kemanusiaanDi sini kita melihat bahwa politik adalah ekspresi kemanusiaan kita sebagai mahluk sosial. Artinya, kualitas politik ditentukan oleh kualitas kemanusiaan
PUBMEDIAPUBMEDIA Penelitian ini bertujuan untuk menelaah bahan kepustakaan atau data sekunder berupa peraturan perundang-undangan, teori, asas, dan doktrin yang relevanPenelitian ini bertujuan untuk menelaah bahan kepustakaan atau data sekunder berupa peraturan perundang-undangan, teori, asas, dan doktrin yang relevan
PUBMEDIAPUBMEDIA Menggunakan pendekatan deskriptif kualitatif dan metode studi kasus, penelitian ini mengkaji konflik tanah adat terpilih dan literatur relevan tentangMenggunakan pendekatan deskriptif kualitatif dan metode studi kasus, penelitian ini mengkaji konflik tanah adat terpilih dan literatur relevan tentang
PUBMEDIAPUBMEDIA Integrasi kedua perspektif ini dapat memberikan solusi yang lebih efektif dalam menangani permasalahan bullying dan body shaming. Selain itu, penelitianIntegrasi kedua perspektif ini dapat memberikan solusi yang lebih efektif dalam menangani permasalahan bullying dan body shaming. Selain itu, penelitian
DRIYARKARADRIYARKARA By resisting the tyranny of market and meritocracy, the constitutive community can empower citizenship, social and moral bonds, and solidarity as importantBy resisting the tyranny of market and meritocracy, the constitutive community can empower citizenship, social and moral bonds, and solidarity as important
DRIYARKARADRIYARKARA Penulis menegaskan pesan penting bahwa setiap orang mampu belajar sendirian, namun menolak kekuatan klaim-klaim filosofis yang tidak didukung bukti empiris.Penulis menegaskan pesan penting bahwa setiap orang mampu belajar sendirian, namun menolak kekuatan klaim-klaim filosofis yang tidak didukung bukti empiris.
DRIYARKARADRIYARKARA Pemulihan korban kekerasan seksual menjadi penyintas melibatkan etika belarasa, yang membantu korban memulihkan eksistensi dan daya eksistensial mereka.Pemulihan korban kekerasan seksual menjadi penyintas melibatkan etika belarasa, yang membantu korban memulihkan eksistensi dan daya eksistensial mereka.
SYEKH NURJATISYEKH NURJATI Untuk itu, adalah penting untuk menggunakan metode historis dalam hukum Islam dan pendekatan budaya yang tidak hanya memperhatikan justifikasi sosial politikUntuk itu, adalah penting untuk menggunakan metode historis dalam hukum Islam dan pendekatan budaya yang tidak hanya memperhatikan justifikasi sosial politik
Useful /
DRIYARKARADRIYARKARA Dia menunjukkan bahwa efek dari signifikasi logika sosial-historis eksklusi adalah untuk menjaga determinan politik-simbolik dari peristiwa-peristiwa tersebutDia menunjukkan bahwa efek dari signifikasi logika sosial-historis eksklusi adalah untuk menjaga determinan politik-simbolik dari peristiwa-peristiwa tersebut
DRIYARKARADRIYARKARA Pendekatan ini memiliki daya emansipatoris karena mendorong peneliti untuk menelanjangi realitas sosial yang diteliti sehingga unsur-unsur ideologis yangPendekatan ini memiliki daya emansipatoris karena mendorong peneliti untuk menelanjangi realitas sosial yang diteliti sehingga unsur-unsur ideologis yang
DRIYARKARADRIYARKARA Penelitian ini menggunakan teori estetika Kant untuk menjustifikasi derajat keindahan lingkungan buatan. Tesis yang hendak diajukan adalah bahwa lingkunganPenelitian ini menggunakan teori estetika Kant untuk menjustifikasi derajat keindahan lingkungan buatan. Tesis yang hendak diajukan adalah bahwa lingkungan
UCYUCY Proses pembelajaran matematika dengan menggunakan alat peraga batang napier dilaksanakan dalam 2 siklus dimana setiap siklusnya terdiri dari 3 kali pertemuan.Proses pembelajaran matematika dengan menggunakan alat peraga batang napier dilaksanakan dalam 2 siklus dimana setiap siklusnya terdiri dari 3 kali pertemuan.