DRIYARKARADRIYARKARA

DISKURSUS - JURNAL FILSAFAT DAN TEOLOGI STF DRIYARKARADISKURSUS - JURNAL FILSAFAT DAN TEOLOGI STF DRIYARKARA

Makalah ini menyajikan empat kritik terhadap filsafat pendidikan Jacques Rancière, khususnya gagasan tentang pendidikan emansipatoris di dalam buku The Ignorant Schoolmaster. Kritik pertama menyoroti kelemahan proposisi kesetaraan akal budi sebagai klaim kebenaran; kritik kedua menegaskan bahwa pendidikan berbasis penjelasan tidak otomatis mengimplikasikan ketidaksetaraan akal budi tetapi hanya ketidaksetaraan pengetahuan; kritik ketiga menunjukkan adanya kontradiksi diri Rancière karena dia menolak penjelasan namun menulis ulang konsep Jacotot; kritik keempat mengkritisi pergeseran dan keterbatasan konsep emansipasi yang dipakai Rancière. Penulis menegaskan pesan penting bahwa setiap orang mampu belajar sendirian, namun menolak kekuatan klaim-klaim filosofis yang tidak didukung bukti empiris.

(1) pengandaian kesetaraan akal budi adalah klaim kebenaran yang telah terfalsifikasi.(2) penjelasan tidak menimbulkan ketidaksetaraan akal budi melainkan hanya ketidaksetaraan pengetahuan, sehingga tidak ada alasan negatif bagi praktik penjelasan.(3) Rancière mengalami kontradiksi diri karena The Ignorant Schoolmaster merupakan bentuk penjelasan.(4) reinterpretasi emansipasi oleh Rancière menghilangkan makna sosial dari istilah tersebut.Meskipun demikian, penulis menghargai pesan bahwa setiap individu dapat belajar secara independen.

Penelitian lanjutan dapat difokuskan pada tiga arah utama. Pertama, bagaimana dikonseptualisasikan dan diukur tingkat kesetaraan akal budi di kalangan pelajar secara empiris, misalnya melalui longitudinal study perbandingan kinerja dan motivasi antara siswa dengan latar belakang pendidikan yang berbeda. Kedua, mengevaluasi efektivitas dan efisiensi model pembelajaran tanpa penjelasan dibandingkan dengan model tradisional, dengan meneliti hasil belajar, rasa percaya diri, dan kebijakan inklusivitas dalam skala sekolah menengah. Ketiga, mengembangkan kerangka kerja kognitif yang menggabungkan kritik Rancière dan teori pendidikan kritis Freire untuk menjembatani gap antara emansipasi individual dan perubahan sosial, sehingga dapat dirancang intervensi kebijakan pendidikan yang lebih relevan di konteks masyarakat berpendapatan menengah ke bawah. Penelitian ini diharapkan dapat membuka diskursus tentang bagaimana pendidikan dapat menjadi agen perubahan yang lebih holistik dan berkelanjutan.

Read online
File size441.23 KB
Pages42
DMCAReport

Related /

ads-block-test