DRIYARKARADRIYARKARA
DISKURSUS - JURNAL FILSAFAT DAN TEOLOGI STF DRIYARKARADISKURSUS - JURNAL FILSAFAT DAN TEOLOGI STF DRIYARKARAPemikiran fundamental Levinas mengenai etika sebagai pertanyaan atas sang Aku oleh Yang Lain menempatkannya pada posisi unik di kalangan filsuf moral yang biasanya membahas prinsip baik-buruk sebuah tindakan moral. Levinas menempatkan pemertanyaan ini pada gagasan metafisika seperti hasrat terhadap Yang Tak Terbatas yang membawa kepada rasa tanggung jawab terhadap orang lain. Gagasan demikian dengan mudah menimbulkan pertanyaan apakah etika Levinas berakar pada agama. Artikel ini hendak menjawab pertanyaan tersebut dengan mendalami bagaimana Levinas memahami hubungan antara etika dan agama serta apakah etikanya tak lain merupakan sebuah agama. Menggunakan metode fenomenologi dan analisis tekstual, penulis menunjukkan bahwa jawaban atas pertanyaan tersebut secara inheren bersifat sangat kompleks. Bagi Levinas, etika sejati secara fundamental bersifat religius, dan demikian pula, agama sejati secara fundamental bersifat etis. Hal ini terungkap antara lain dalam pengakuan atas transendensi Yang Lain dan penolakan atas segala bentuk totalisasi.
Etika Levinas dianggap sebagai moralitas yang didasari oleh relasi dengan Yang Tak Terbatas, sehingga etika menjadi panggilan kepada tanggung jawab.Pada pandangan Levinas, agama juga menegaskan etika melalui kebutuhan untuk bertanggung jawab terhadap yang lain.Keterkaitan ini menunjukkan bahwa etika dan agama tidak dapat dipisahkan tetapi saling melengkapi dalam mencapai pemahaman tentang transendensi.
Berbagai penelitian lanjutan dapat mengeksplorasi bagaimana prinsip etika Levinas dapat diintegrasikan ke dalam kebijakan sosial yang mendorong solidaritas antarbudaya agar mengurangi kesenjangan sosial; peneliti juga dapat meneliti dampak penerapan konsep tanggung jawab terhadap Yang Lain pada praktik kebudayaan keagamaan di Indonesia, mengukur perubahan nilai etika di kalangan masyarakat; Selain itu, studi komparatif antara pendekatan Levinas dan teori etika utilitarian bisa memberi wawasan tentang kemungkinan sintesis yang menghadirkan keadilan distributif yang lebih adil dan responsif terhadap kebutuhan masyarakat yang beragam.
| File size | 433.81 KB |
| Pages | 35 |
| DMCA | Report |
Related /
STAIM PROBOLINGGOSTAIM PROBOLINGGO Guru yang menginternalisasi nilai-nilai tersebut mampu menerapkan prinsip etika secara konsisten, membangun hubungan pedagogis yang positif, dan meningkatkanGuru yang menginternalisasi nilai-nilai tersebut mampu menerapkan prinsip etika secara konsisten, membangun hubungan pedagogis yang positif, dan meningkatkan
UINMADURAUINMADURA Strategi bisnis yang adaptif juga sangat penting untuk memastikan bahwa perusahaan tidak hanya bertahan dalam jangka pendek, tetapi juga tumbuh dan berkembangStrategi bisnis yang adaptif juga sangat penting untuk memastikan bahwa perusahaan tidak hanya bertahan dalam jangka pendek, tetapi juga tumbuh dan berkembang
UINMADURAUINMADURA Berdasarkan hasil studi, variabel teamwork, motivasi islami, kepuasan kerja, dan gaya kepemimpinan secara positif dan signifikan mempengaruhi kinerja karyawan,Berdasarkan hasil studi, variabel teamwork, motivasi islami, kepuasan kerja, dan gaya kepemimpinan secara positif dan signifikan mempengaruhi kinerja karyawan,
UINMADURAUINMADURA Metode penelitian yang digunakan adalah studi lapangan (field research), dengan data diperoleh melalui wawancara dan observasi langsung terhadap pemilik,Metode penelitian yang digunakan adalah studi lapangan (field research), dengan data diperoleh melalui wawancara dan observasi langsung terhadap pemilik,
UINMADURAUINMADURA Salah satu lembaga yang memerlukan pengembangan SDM dalam menghadapi tantangan era society 5. 0 yakni LAZ PERSADA cabang Pamekasan. Penelitian bertujuanSalah satu lembaga yang memerlukan pengembangan SDM dalam menghadapi tantangan era society 5. 0 yakni LAZ PERSADA cabang Pamekasan. Penelitian bertujuan
UINMADURAUINMADURA Subjek dari penelitian ini merupakan karyawan Bus Trans Jawa Tengah dibawah naungan PT Mulia Orda Serasi sebanyak 52 responden. Penulis menggunakan metodeSubjek dari penelitian ini merupakan karyawan Bus Trans Jawa Tengah dibawah naungan PT Mulia Orda Serasi sebanyak 52 responden. Penulis menggunakan metode
UINMADURAUINMADURA Informan dari subjek penelitian ini yaitu pemilik usaha atau owner, brand ambassador, customer dari Mytafash_Up. Penggunaan Brand Ambassador tentu menjadiInforman dari subjek penelitian ini yaitu pemilik usaha atau owner, brand ambassador, customer dari Mytafash_Up. Penggunaan Brand Ambassador tentu menjadi
UNIVAUNIVA Sedangkan untuk teknik analisis data yaitu menggunakan analisis konten dengan alur reduksi data, display data, dan penarikan kesimpulan. Keabsahan atauSedangkan untuk teknik analisis data yaitu menggunakan analisis konten dengan alur reduksi data, display data, dan penarikan kesimpulan. Keabsahan atau
Useful /
STAIM PROBOLINGGOSTAIM PROBOLINGGO Konten yang dipublikasikan mencakup kegiatan akademik, keagamaan, prestasi santri, serta motivasi Islami. Respons pengikut menunjukkan interaksi yang cukupKonten yang dipublikasikan mencakup kegiatan akademik, keagamaan, prestasi santri, serta motivasi Islami. Respons pengikut menunjukkan interaksi yang cukup
DRIYARKARADRIYARKARA Penulis menegaskan pesan penting bahwa setiap orang mampu belajar sendirian, namun menolak kekuatan klaim-klaim filosofis yang tidak didukung bukti empiris.Penulis menegaskan pesan penting bahwa setiap orang mampu belajar sendirian, namun menolak kekuatan klaim-klaim filosofis yang tidak didukung bukti empiris.
DRIYARKARADRIYARKARA Tulisan ini menutup dengan beberapa catatan kritis dan menawarkan konsekuensi lanjutan atas pemeriksaan epistemologi Bruno Latour. Latour menolak ontologiTulisan ini menutup dengan beberapa catatan kritis dan menawarkan konsekuensi lanjutan atas pemeriksaan epistemologi Bruno Latour. Latour menolak ontologi
DRIYARKARADRIYARKARA Pertemuan kebudayaan, salah satunya dalam bentuk masuknya agama baru ke suatu wilayah, memicu dinamika internal dan eksternal pada individu dan masyarakatPertemuan kebudayaan, salah satunya dalam bentuk masuknya agama baru ke suatu wilayah, memicu dinamika internal dan eksternal pada individu dan masyarakat