UNIKOMUNIKOM

Jurnal Wilayah dan KotaJurnal Wilayah dan Kota

Penggunaan kendaraan pribadi di Kota Malang yang mengalami peningkatan cukup tinggi setiap tahunnya namun tidak cukup diimbangi dengan peningkatan lebar ruas jalan raya, pada akhirnya menyebabkan kemacetan lalu lintas. Kondisi tersebut membawa dappak buruk bagi perekonomian karena hilangnya manfaat waktu dan biaya pengguna jalan. Studi ini bertujuan untuk untuk menganalisis penggunaan LRT untuk mengatasi kemacetan akibat dari kepadatan lalu lintas. Hasil dari penelitian membuktikan bahwa kemacetan yang terjadi di Kota Malang diakibatkan oleh penggunaan kendaraan pribadi secara berlebihan khususnya sepeda motor dan minimnya penggunaan transportasi umum. berdasarkan studi banding dengan kota di negara maju lainnya, Kota malang terindikasi mempunyai peluang yang cukup besar sebagai sasaran kota dengan menggunakan LRT sebagai transportasi umum.

Studi literatur dan perbandingan dengan sistem LRT di Utah menunjukkan bahwa LRT dapat berfungsi sebagai moda transportasi massal yang meningkatkan daya tarik pariwisata Kota Malang sekaligus menyediakan layanan transportasi umum yang sederhana dan aman.Kemacetan di kota tersebut menimbulkan eksternalitas ekonomi negatif, menghambat pendapatan masyarakat dan distribusi barang.Oleh karena itu, penerapan LRT di Kota Malang dianggap layak untuk mengurangi kemacetan dan memperbaiki mobilitas urban.

Penelitian selanjutnya dapat menguji dampak implementasi LRT terhadap distribusi waktu tempuh dan biaya perjalanan penduduk Malang melalui analisis before‑after dengan data real‑time traffic. Selanjutnya, studi komparatif antara LRT dan moda transportasi alternatif seperti Bus Rapid Transit (BRT) dapat menilai efektivitas masing‑masing dalam mengurangi eksternalitas ekonomi negatif akibat kemacetan. Penelitian ketiga dapat memodelkan skenario integrasi LRT dengan sistem tiket elektronik berbasis blockchain untuk menilai potensinya dalam meningkatkan kepatuhan tarif dan mengurangi penyalahgunaan fasilitas publik. Semua studi tersebut diharapkan memberikan dasar ilmiah bagi pemerintah dalam merancang kebijakan transportasi berkelanjutan di kota‑kota dengan kepadatan tinggi. Selain itu, analisis sensitivitas terhadap variasi pertumbuhan penduduk dan perubahan pola mobilitas pasca‑pandemi dapat membantu memperkirakan kebutuhan kapasitas LRT jangka panjang.

Read online
File size809.37 KB
Pages9
DMCAReport

Related /

ads-block-test