DRIYARKARADRIYARKARA
DISKURSUS - JURNAL FILSAFAT DAN TEOLOGI STF DRIYARKARADISKURSUS - JURNAL FILSAFAT DAN TEOLOGI STF DRIYARKARAPenelitian ini menyajikan survei mengukur sikap umat Katolik di Keuskupan Agung Jakarta terhadap isu homoseksualitas pada tahun 2022. Dengan 566 responden, hasil menunjukkan bahwa 74,2 % menerima pribadi homoseksual namun menolak hubungan seksual sesama jenis, 14,5 % menerima kedua aspek, dan 5,5 % menolak keduanya. Analisis perbandingan terhadap dokumen Magisterium LTB (1986), pemikiran John J. McNeill (1993), dan Amoris Laetitia (2016) menunjukkan kesesuaian mayoritas responden dengan perspektif Amoris Laetitia yang menerima pribadi namun menolak hubungan seksual semata.. Kegunaan penelitian ini adalah bagi pendeta dan pemimpin gereja dalam menyesuaikan pastoral dan kebijakan pastoral setempat, serta sebagai dasar bagi perdebatan teologis lebih lanjut tentang hubungan antar agama dan kebijakan LGBT di Indonesia.
Hasil survei menegaskan bahwa mayoritas umat Katolik di Keuskupan Agung Jakarta menerima pribadi homoseksual namun menolak hubungan seksual sesama jenis, yang sejalan dengan posisi Amoris Laetitia.Faktor input sensitivitas pastoral gereja dan konteks budaya lokal mempengaruhi persepsi tersebut.Kesadaran akan perbedaan pandangan magisteri dapat membantu pembentukan kebijakan pastoral yang lebih inklusif, tanpa mengorbankan prinsip moral tradisional gereja.
Penelitian lanjutan dapat memperdalam dimensi pengalaman pastoral dengan mengkaji bagaimana pendeta mengimplementasikan kebijakan penerimaan pribadi homoseksual di lapangan, serta menilai dampak psikologis bagi responden yang menerima atau menolak hubungan seksual. Selanjutnya, studi kualitatif dapat mengeksplorasi perbandingan antarkejuruhan antara persepsi umat Katolik di daerah lain di Indonesia, memeriksa faktor demografis seperti usia, pendidikan, dan pengaruh media sosial. Selain itu, analisis longitudinal pada kelompok responden yang sama selama periode berikutnya dapat membantu mengevaluasi perubahan sikap terhadap isu homoseksualitas seiring berjalannya waktu dan kebijakan gereja yang terus berkembang.
| File size | 629.35 KB |
| Pages | 37 |
| DMCA | Report |
Related /
DRIYARKARADRIYARKARA Modern society needs to revive an alternative concept of the self namely the multiply-situated self. Multiply-situated self is a self with the capabilityModern society needs to revive an alternative concept of the self namely the multiply-situated self. Multiply-situated self is a self with the capability
DRIYARKARADRIYARKARA Etika Levinas menuntut pergeseran dari penalaran moral yang abstrak menuju kepekaan praktis pada panggilan Yang Lain, yang hadir dalam perjumpaan langsungEtika Levinas menuntut pergeseran dari penalaran moral yang abstrak menuju kepekaan praktis pada panggilan Yang Lain, yang hadir dalam perjumpaan langsung
DRIYARKARADRIYARKARA Secara epistimologis, penekanan pada ketiadaan bukti empiris tidak mempertimbangkan kepercayaan terhadap Yang‑Di‑Seberang yang muncul dari kesadaranSecara epistimologis, penekanan pada ketiadaan bukti empiris tidak mempertimbangkan kepercayaan terhadap Yang‑Di‑Seberang yang muncul dari kesadaran
DRIYARKARADRIYARKARA Hasil analisis menunjukkan bahwa pertukaran hadiah antara Paulus dan Lidia menegaskan prinsip resiprositas namun tidak bersifat eksploitasi, karena berlangsungHasil analisis menunjukkan bahwa pertukaran hadiah antara Paulus dan Lidia menegaskan prinsip resiprositas namun tidak bersifat eksploitasi, karena berlangsung
DRIYARKARADRIYARKARA Agama menurut Derrida bukanlah bentuk dogmatis atau institusional, melainkan sebuah kerinduan mistik dan kesiapan terhadap kedatangan Diri Yang SepenuhnyaAgama menurut Derrida bukanlah bentuk dogmatis atau institusional, melainkan sebuah kerinduan mistik dan kesiapan terhadap kedatangan Diri Yang Sepenuhnya
DRIYARKARADRIYARKARA Alasdair MacIntyre merupakan salah satu pakar filsafat moral terkemuka di era kontemporer. Namun, beberapa pemikir menuduh konsepnya tentang rasionalitasAlasdair MacIntyre merupakan salah satu pakar filsafat moral terkemuka di era kontemporer. Namun, beberapa pemikir menuduh konsepnya tentang rasionalitas
DRIYARKARADRIYARKARA Tulisan ini hendak menunjukkan mengapa diintroduksikan‑nya masa percobaan dalam pasal hukuman mati KUHP terbaru merupakan perubahan yang layak diapresiasi.Tulisan ini hendak menunjukkan mengapa diintroduksikan‑nya masa percobaan dalam pasal hukuman mati KUHP terbaru merupakan perubahan yang layak diapresiasi.
DRIYARKARADRIYARKARA Namun, terlepas dari segala keunggulannya, pemikiran Habermas ini patut dievaluasi secara kritis karena memuat beberapa hal yang problematik ketika ditinjauNamun, terlepas dari segala keunggulannya, pemikiran Habermas ini patut dievaluasi secara kritis karena memuat beberapa hal yang problematik ketika ditinjau
Useful /
DRIYARKARADRIYARKARA Artikel ini membahas filsafat politik Arendt yang dibangun melalui interpretasi atas filsafat keindahan (estetika) Kant. Melalui metode rekonstruksi hermeneutisArtikel ini membahas filsafat politik Arendt yang dibangun melalui interpretasi atas filsafat keindahan (estetika) Kant. Melalui metode rekonstruksi hermeneutis
PUBLINEPUBLINE 0 dengan menghadirkan otomatisasi, analisis data real-time, dan peningkatan produktivitas. Di bidang kesehatan, perangkat wearable yang terhubung dengan0 dengan menghadirkan otomatisasi, analisis data real-time, dan peningkatan produktivitas. Di bidang kesehatan, perangkat wearable yang terhubung dengan
DRIYARKARADRIYARKARA Penelitian ini menggunakan metode kualitatif dengan pendekatan kepustakaan terhadap karya-karya utama Calvin—Institutes of the Christian Religion, Psychopannychia,Penelitian ini menggunakan metode kualitatif dengan pendekatan kepustakaan terhadap karya-karya utama Calvin—Institutes of the Christian Religion, Psychopannychia,
DRIYARKARADRIYARKARA Empat ratus tahun setelah kematianya, karya dan misinya tetap menjadi warisan berharga bagi kehadiran Kristen di Tiongkok, yang masih dipelajari dan dikembangkanEmpat ratus tahun setelah kematianya, karya dan misinya tetap menjadi warisan berharga bagi kehadiran Kristen di Tiongkok, yang masih dipelajari dan dikembangkan