DRIYARKARADRIYARKARA
DISKURSUS - JURNAL FILSAFAT DAN TEOLOGI STF DRIYARKARADISKURSUS - JURNAL FILSAFAT DAN TEOLOGI STF DRIYARKARAAlasdair MacIntyre merupakan salah satu pakar filsafat moral terkemuka di era kontemporer. Namun, beberapa pemikir menuduh konsepnya tentang rasionalitas praktis bersifat relativistis. Banyak penulis lain telah berusaha membela posisi MacIntyre, tetapi tidak satu pun dari mereka yang mendasarkan diri pada karya MacIntyre yang lebih mutakhir, yaitu Dependent Rational Animals: Why Human Beings Need the Virtues (DRA). Makalah ini bertujuan untuk mengisi kekosongan tersebut dan menunjukkan bahwa konsep-konsep yang dikemukakan di dalam DRA, seperti rasionalitas hewani (animal rationality), kerapuhan, ketergantungan, kepedulian, dan belarasa (misericordia) dapat digunakan untuk menangkis tuduhan bahwa MacIntyre jatuh ke dalam relativisme.
Tujuan makalah ini adalah untuk merespons tantangan relativis yang diajukan terhadap pandangan Alasdair MacIntyre tentang rasionalitas praktis.Makalah ini menunjukkan bahwa pandangan MacIntyre tentang rasionalitas hewani, kerapuhan, dan ketergantungan, serta tentang kebajikan perawatan dan belas kasihan (misericordia) yang dibahas dalam Dependent Rational Animals (DRA) dapat membantu mengatasi tantangan relativis tersebut.Pandangan MacIntyre tentang aspek-aspek biologis manusia, seperti ketergantungan dan kerapuhan, serta tentang kebajikan perawatan dan belas kasihan, dapat diterima oleh semua manusia, terlepas dari tradisi moral yang mereka anut.Hal ini menunjukkan bahwa pandangan MacIntyre tidak mengarah pada relativisme moral, melainkan menekankan universalitas kebajikan dan rasionalitas praktis yang melekat pada kondisi manusia sebagai makhluk biologis.
Berdasarkan analisis terhadap karya MacIntyre, terutama dalam Dependent Rational Animals, penelitian selanjutnya dapat berfokus pada pengembangan teori etika yang mempertimbangkan aspek-aspek biologis manusia, seperti ketergantungan dan kerapuhan. Penelitian ini dapat mengeksplorasi bagaimana konsep-konsep seperti rasionalitas hewani, kebajikan perawatan, dan belas kasihan dapat diterapkan dalam berbagai konteks sosial dan budaya, serta bagaimana mereka dapat membantu mengatasi tantangan etika kontemporer. Selain itu, penelitian dapat menyelidiki implikasi etis dari pandangan MacIntyre tentang universalitas kebajikan dan rasionalitas praktis, serta bagaimana pandangan ini dapat diterapkan dalam praktik-praktik sosial dan politik yang lebih luas.
- Reasonably Traditional: SelfâContradiction and SelfâReference in Alasdair MacIntyreâs... doi.org/10.1111/1467-9795.00111Reasonably Traditional SelfyAAAeContradiction and SelfyAAAeReference in Alasdair MacIntyreyAAAos doi 10 1111 1467 9795 00111
- DOI Name 10.1017 Values. name values index type timestamp data serv crossref namespace admin handle create... doi.org/10.1017DOI Name 10 1017 Values name values index type timestamp data serv crossref namespace admin handle create doi 10 1017
| File size | 347.18 KB |
| Pages | 18 |
| DMCA | Report |
Related /
DRIYARKARADRIYARKARA Ia mengatakan, setelah Donald Trump menang sebagai Presiden Amerika Serikat (2017-2021), buku The Origins of Totalitarianism melambung menjadi best sellerIa mengatakan, setelah Donald Trump menang sebagai Presiden Amerika Serikat (2017-2021), buku The Origins of Totalitarianism melambung menjadi best seller
DRIYARKARADRIYARKARA Initium tidak lagi dilarang, melainkan diserap ke dalam logika prediksi dan optimasi. Konsep natalitas pun tampak utopis karena ketakterdugaan yang menandaiInitium tidak lagi dilarang, melainkan diserap ke dalam logika prediksi dan optimasi. Konsep natalitas pun tampak utopis karena ketakterdugaan yang menandai
DRIYARKARADRIYARKARA In conclusion, this exploration of Levinass embodied ethics presents a radical departure from traditional Western metaphysics, ultimately grounding moralIn conclusion, this exploration of Levinass embodied ethics presents a radical departure from traditional Western metaphysics, ultimately grounding moral
DRIYARKARADRIYARKARA Pertama-tama, lewat perspektif filsafat akan diperiksa konsep keadilan epistemik dan implikasinya dalam era digital. Kedua, penelitian ini akan menyelidikiPertama-tama, lewat perspektif filsafat akan diperiksa konsep keadilan epistemik dan implikasinya dalam era digital. Kedua, penelitian ini akan menyelidiki
DRIYARKARADRIYARKARA Penelitian menggunakan pendekatan ilmu sosial dengan menerapkan repertoar pertukaran hadiah dari dunia Yunani-Romawi kuno untuk menginterpretasikan teksPenelitian menggunakan pendekatan ilmu sosial dengan menerapkan repertoar pertukaran hadiah dari dunia Yunani-Romawi kuno untuk menginterpretasikan teks
DRIYARKARADRIYARKARA Dekonstruksi agama bukanlah destruksi agama, melainkan penemuan kembali agama. Metode ini membuat manusia bersikap terbuka pada Diri Yang Sepenuhnya Lain,Dekonstruksi agama bukanlah destruksi agama, melainkan penemuan kembali agama. Metode ini membuat manusia bersikap terbuka pada Diri Yang Sepenuhnya Lain,
DRIYARKARADRIYARKARA Artikel ini bertujuan menjelaskan kesamaan proporsional dan cara memahami ketidaksamaan perlakuan yang muncul dalam teori keadilan Aristoteles. Salah satuArtikel ini bertujuan menjelaskan kesamaan proporsional dan cara memahami ketidaksamaan perlakuan yang muncul dalam teori keadilan Aristoteles. Salah satu
DRIYARKARADRIYARKARA Ketiga, berdasarkan analisis makna otoritas tersebut, Arendt menegaskan bahwa guru memainkan peran krusial karena merekalah yang menyiapkan siswa untukKetiga, berdasarkan analisis makna otoritas tersebut, Arendt menegaskan bahwa guru memainkan peran krusial karena merekalah yang menyiapkan siswa untuk
Useful /
DRIYARKARADRIYARKARA Kita semua berkeluarga karena berasal dari Pneuma yang sama dan memiliki kapasitas untuk hidup rasional. Hidup semacam ini membawa kita pada kenyataanKita semua berkeluarga karena berasal dari Pneuma yang sama dan memiliki kapasitas untuk hidup rasional. Hidup semacam ini membawa kita pada kenyataan
DRIYARKARADRIYARKARA Makalah ini mempertanyakan sejauh mana penerapan hermeneutika Ricoeur menurut Joyce Ann Zimmerman bisa menjadi metode bagi Teologi Liturgi untuk memahamaiMakalah ini mempertanyakan sejauh mana penerapan hermeneutika Ricoeur menurut Joyce Ann Zimmerman bisa menjadi metode bagi Teologi Liturgi untuk memahamai
DRIYARKARADRIYARKARA Namun, bahwa manusia mengacu kepada “Yang-Di-Seberang mengandaikan bahwa ia sudah percaya pada adanya “Yang-Di-Seberang“. Dengan bertolak dari pemikiranNamun, bahwa manusia mengacu kepada “Yang-Di-Seberang mengandaikan bahwa ia sudah percaya pada adanya “Yang-Di-Seberang“. Dengan bertolak dari pemikiran
DRIYARKARADRIYARKARA Dengan memperkenalkan prinsip simetri dan memperlakukan aktor‑aktant secara setara, Latour berupaya memfasilitasi interaksi antara manusia dan non‑manusiaDengan memperkenalkan prinsip simetri dan memperlakukan aktor‑aktant secara setara, Latour berupaya memfasilitasi interaksi antara manusia dan non‑manusia