DRIYARKARADRIYARKARA
DISKURSUS - JURNAL FILSAFAT DAN TEOLOGI STF DRIYARKARADISKURSUS - JURNAL FILSAFAT DAN TEOLOGI STF DRIYARKARAArtikel ini bertujuan menjelaskan kesamaan proporsional dan cara memahami ketidaksamaan perlakuan yang muncul dalam teori keadilan Aristoteles. Salah satu prinsip etis pembagian barang yang adil adalah kesamaan, yang secara umum dipahami sebagai kesamaan perlakuan dan hasil. Berbeda dan bahkan melampaui pemahaman umum, Aristoteles menawarkan kesamaan proporsional, dalam arti bahwa pembagian barang yang adil harus mempertimbangkan keseimbangan atau kesesuaian antara barang yang dibagikan dengan kualitas atau keutamaan para penerima. Itu berarti, tidak semua orang atau hanya orang-orang yang dianggap layak berhak mendapatkan barang yang didistribusikan. Tampaknya, teori keadilan Aristoteles mengisyaratkan ketidaksamaan perlakuan atau membuat perbedaan berdasarkan keunggulan. Bagaimana kita memahami ketidaksamaan perlakuan ini? Lewat analisis kualitatif, artikel ini mengajukan pemikiran teleologis, sebuah model pemikiran yang bertolak dari tujuan dan bekerja ke belakang untuk menemukan sarana-sarana yang tepat atau subjek-subjek yang cocok untuk merealisasikan tujuan tersebut. Karena itu artikel akan dimulai dengan uraian tentang inti teori keadilan Aristoteles, kesamaan proporsional, dan pemikiran teleologis. Pada bagian akhir, saya akan mempertimbangkan ketidaksamaan perlakuan dengan menganalisis kasus konkret berbagai model subsidi yang diberikan oleh negara-negara modern. Temuan menunjukkan bahwa teori keadilan Aristoteles penting untuk menjamin terealisasinya tujuan barang-barang yang dibagikan.
Teori keadilan Aristoteles mengedepankan prinsip kesamaan proporsional sebagai dasar bagi pembagian barang yang adil.Ketidaksamaan perlakuan berdisiplin pada kualitas atau keutamaan penerima, sehingga hanya orang yang layak mendapat hak tersebut.Pendekatan teleologis menjamin bahwa barang atau jabatan diberikan kepada yang paling mampu mewujudkan tujuan yang diharapkan.
Bagaimana penerapan teori keadilan Aristoteles dapat diadaptasi dalam kebijakan subsidi di sektor kesehatan, sehingga subsidi dialokasikan tidak hanya berdasarkan kebutuhan finansial tetapi juga kemampuan penerima untuk memperbaiki kesehatan mereka? Apakah penggunaan indikator kualitas kebahagiaan dan produktivitas dapat meningkatkan efektivitas alokasi jabatan publik menurut prinsip kesamaan proporsional? Sejauh mana mekanisme evaluasi berbasis teleologi dapat digunakan untuk menilai seberapa baik kebijakan distribusi barang atau subsidi tersebut mencapai tujuan kebaikan bersama tanpa menimbulkan ketidakadilan baru bagi kelompok yang kurang beruntung?.
| File size | 443.91 KB |
| Pages | 25 |
| DMCA | Report |
Related /
DRIYARKARADRIYARKARA Seperti diperlihatkan dalam artikel ini, antropologi politik Arendt sangat relevan dalam mendiagnosa sekaligus menolak tendensi-tendensi anti-politik dalamSeperti diperlihatkan dalam artikel ini, antropologi politik Arendt sangat relevan dalam mendiagnosa sekaligus menolak tendensi-tendensi anti-politik dalam
DRIYARKARADRIYARKARA Kritik pertama menyoroti kelemahan proposisi kesetaraan akal budi sebagai klaim kebenaran; kritik kedua menegaskan bahwa pendidikan berbasis penjelasanKritik pertama menyoroti kelemahan proposisi kesetaraan akal budi sebagai klaim kebenaran; kritik kedua menegaskan bahwa pendidikan berbasis penjelasan
DRIYARKARADRIYARKARA Namun, terlepas dari segala keunggulannya, pemikiran Habermas ini patut dievaluasi secara kritis karena memuat beberapa hal yang problematik ketika ditinjauNamun, terlepas dari segala keunggulannya, pemikiran Habermas ini patut dievaluasi secara kritis karena memuat beberapa hal yang problematik ketika ditinjau
DRIYARKARADRIYARKARA Hasil survei menegaskan bahwa mayoritas umat Katolik di Keuskupan Agung Jakarta menerima pribadi homoseksual namun menolak hubungan seksual sesama jenis,Hasil survei menegaskan bahwa mayoritas umat Katolik di Keuskupan Agung Jakarta menerima pribadi homoseksual namun menolak hubungan seksual sesama jenis,
DRIYARKARADRIYARKARA Kedua, sedikit menyimpang dari tafsiran progresif dan dengan menimba inspirasi dari pemahaman Yunani dan Romawi kuno, artikel ini hendak menilai kembaliKedua, sedikit menyimpang dari tafsiran progresif dan dengan menimba inspirasi dari pemahaman Yunani dan Romawi kuno, artikel ini hendak menilai kembali
DRIYARKARADRIYARKARA Pemulihan korban kekerasan seksual menjadi penyintas melibatkan etika belarasa, yang membantu korban memulihkan eksistensi dan daya eksistensial mereka.Pemulihan korban kekerasan seksual menjadi penyintas melibatkan etika belarasa, yang membantu korban memulihkan eksistensi dan daya eksistensial mereka.
DRIYARKARADRIYARKARA Penelitian ini menggunakan teori estetika Kant untuk menjustifikasi derajat keindahan lingkungan buatan. Tesis yang hendak diajukan adalah bahwa lingkunganPenelitian ini menggunakan teori estetika Kant untuk menjustifikasi derajat keindahan lingkungan buatan. Tesis yang hendak diajukan adalah bahwa lingkungan
DRIYARKARADRIYARKARA Salah satunya adalah adaptasi model interaksi individu dan masyarakat melalui demonisasi. Novel Things Fall Apart karya Chinua Achebe (1959) memperlihatkanSalah satunya adalah adaptasi model interaksi individu dan masyarakat melalui demonisasi. Novel Things Fall Apart karya Chinua Achebe (1959) memperlihatkan
Useful /
DRIYARKARADRIYARKARA Berpikir merupakan dialog batin yang meneliti dan meluruhkan keyakinan yang tidak ditanyakan, sehingga memberikan ruang bagi pembentukan nilai moral. KetiadaanBerpikir merupakan dialog batin yang meneliti dan meluruhkan keyakinan yang tidak ditanyakan, sehingga memberikan ruang bagi pembentukan nilai moral. Ketiadaan
DRIYARKARADRIYARKARA Penelitian ini menunjukkan bahwa diskursus teologis mengenai kepribadian digital menuntut fondasi yang lebih kokoh daripada sekadar pendekatan fungsionalPenelitian ini menunjukkan bahwa diskursus teologis mengenai kepribadian digital menuntut fondasi yang lebih kokoh daripada sekadar pendekatan fungsional
DRIYARKARADRIYARKARA Latour memperlihatkan bahwa epistemologi modern itu tidaklah absolut. Cara ia melakukannya adalah dengan memasukkan variabel dua dimensi pada pengutubanLatour memperlihatkan bahwa epistemologi modern itu tidaklah absolut. Cara ia melakukannya adalah dengan memasukkan variabel dua dimensi pada pengutuban
DRIYARKARADRIYARKARA Meskipun spesifikasi historis Amerika Utara dan Eropa sangat berguna untuk merumuskan ras dan rasialisasi, sebagian besar karya ini gagal memahami kompleksitasMeskipun spesifikasi historis Amerika Utara dan Eropa sangat berguna untuk merumuskan ras dan rasialisasi, sebagian besar karya ini gagal memahami kompleksitas